
'' gak perlu minta maaf Pak, lagian saya lupa kenalin bapak sama ibu kalau ini dia namanya dira, dia merupakan istri aldo'' ada rasa bahagia dira di sebut sebagai istri oleh aldo, kali ini bukan bapak yang jaga rumah itu yang bicara namun ibu markonah istri dari bapak penjaga rumah tersebut
'' kapan den aldo nikah ? dan istrinya cantik sekali'' ibu markonah menghampiri dira, dira yang dihampiri langsung mencium punggung tangan bu markonah dan Pak bambang
'' kira-kira sudah beberapa bulan yang lalu bu''
'' pintar sekali kamu pilih istri den'' aldo menjawab dengan senyuman
'' ayo masuk dulu den dan nyonya, saya akan siapkan kamar kalian berdua untuk kalian istirahat kalian pasti sangat lelah berjalan dari tempat parkir mobil sampai sini, dira dan aldo pun masuk....
'' kak kalau mereka yang tinggal disini biasanya belanja keperluan mereka belanja dimana ? aku lihat dari tadi tidak ada orang jualan''
'' kalau kamu lihat dari tadi pasti tau tempat orang jualan, tapi karena kamu gak lagi fokus karena mikirin mantan kamu yang bernama Yogi dan tampangnya yang gak seberapa itu jadi kamu gak lihat''
'' dira gak mikirin dia kok''
' yakin ?''
'' yakin lah''
'' kalau gak mikirin gak mungkin kamu ngelamun tadi di dalam mobil sampai sini''
'- iya deh biar cepat, terus tempat belanja di mana ?''
'' di pasar''
'' pasarnya dimana ?''
'- kepo '' aldo meninggalkan dira
'' kak aldo mau kemana'' tapi pertanyaan nya tidak dijawab
'' ih nyebelin bangat sih, masak ninggalin gue sendiri disini'' setelah menunggu akhirnya kamar yang akan dira dan aldo tempati sudah siap
'' nyonya kamar nya sudah siap, mari saya antar'' dira diantar sampai kamar
'' bu kalau mau beli pakaian disini dimana ?''
'' biasanya di pasar nyonya''
'' pasarnya dimana bu'' bu markonah menjelaskan letak pasar di sebelah mana
'' nyonya mau beli apa ?''
'' mau beli baju dira gak bawa baju kesini karena mendadak, oh ya bu dira boleh minta sesuatu sama ibu ?''
'' kalau gitu nanti saya temani nyonya ke pasar,'' boleh nyonya mau minta apa ? ''
__ADS_1
'' emang masih buka bu pasar udah mau magrib ?, dira ingin ibu jangan panggil dira nyonya panggi saja nama''
''buka kok nyonya pasarnya buka sore sampai malam, gak enak nyonya dira, masak saya panggil istri den aldo dengan sebutan nama saja gak sopan''
'' tapi gak apa-apa kok bu ''
'' ah gak bisa nyonya''
'' ya sudah se nyamannya ibu saja''
'- iya nyonya kalau gitu aku pamit dulu ya aku akan menyiapkan makan malam'' dila menganggukkan kepalanya....
ketika dira dan bu markonah mau berangkat ke Pasar tiba-tiba aldo sudah masuk ke dalam rumah membawakan beberapa bingkisan yang berisi baju dan makan lalu aldo bertanya kepada dira dan bu markonah
'' bu markonah sama dira mau kemana ?''
'' kami mau ke pasar den ''
'' apakah setok makanan sudah habis bu makanya ibu ke pasar ?''
'' tidak den aldo, ibu hanya ingin menemani nyonya dira buat membeli pakaian ''
'' kak aldo ini banyak tanya sekali sih kalau kak aldo terus saja bertanya kapan berangkat nya ? badan dira sudah lengket nih''
'' kalau lengket ya mandi aja''
'' bagaimana bisa mandi ?''
'' percuma ngomong sama kak aldo kalau gak jadi patung setengah manusia ya jadi manusia setengah mati nyebelin ''
'' apa kamu bilang ?''
'' gak ada pengulangan kata sampai dua kali ya, ayo bu Mar kita berangkat'' ketika hendak berangkat tangan dira malah ditarik oleh aldo dan di bawa ke kamar
'' lepasin kak, kak aldo apa-apaan sih main tarik-tarik aja kalau tangan dira putus gimana kak aldo mau tangan istrinya putus ?''
'' gak akan putus kok percayalah pada suamimu ini istriku sayang '' dira malah malu sendiri mendengar panggilan dia tadi ke aldo dan mendengarkan panggilan aldo ke dia, dira dan aldo sudah ada di dalam kamar, dira yang berniat keluar pun di halangi oleh aldo
'' kamu mau kemana sih ra ''
'' kak aldo budeg atau gimana dari tadi dila bilang mau ke pasar bersama bu markonah, sekarang minggir ya kasihan bu Mar menunggu lama''
'' gak usah ke pasar ''
'' terus aku ganti bajunya pakek apa ?''
belum sempat aldo menjawab pintu kamar mereka di ketik oleh bu markonah
__ADS_1
'' tuh kan bu markonah pasti kesini mau menanyakan apakah jadi ke pasar atau tidak''
dira mau melangkah membukakan pintu namun lagi-lagi dihalangi oleh aldo
'' biar aku saja yang buka'' aldo membuka pintu dan mengambil bingkisan yang dikasih bu markonah, bu markonah mengantarkan bingkisan yang di tinggal tadi
'' kak aldo bawa apa ?''
dira bertanya karena melihat aldo membawa sesuatu
'' ini baju buat kamu ''
'' kapan kak aldo beli''
'' tadi''
'' tapi kok aku gak lihat ya tadi kak aldo bawa bingkisan pas masuk rumah''
'' gimana kamu mau lihat orang kamu gak lihat tangan aku, kamu hanya fokus melihat k ketampanan ku saja''
'' what sejak kapan kak aldo jadi narsis begini aku dari tadi tidak fokus karena buru-buru ingin pergi beli baju''
'' beneran nih gak terpesona oleh ketampanan ku ini ?''
'' ya gak lah, oh ya kak'' dira ragu-ragu mau menanyakan apakah aldo tau ukuran untuk baju dalam nya
'' kenapa, mandi sana bau tau'' sambil memegang hidungnya
'' kak aldo tuh yang bau'' sambil memanyunkan mulut nya
'' iya iya maaf kamu gak bau kok kamu sangat wangi jadi jangan cemberut gitu nanti gak cantik, ya sudah kamu mau mengatakan apa tadi ?''
mmmm anuk
'' anuk apa kalau ngomong itu yang jelas ''
'' gimana kalau baju dalam yang kak aldo beli ini gak muat atau gak cocok di dira ''
dira sangat malu menanyakan hal itu dia mengutuk dirinya kok bisa mengeluarkan pertanyaan seperti itu, kalau gak muat seharusnya nanti dia tidak pakai dan meminta di temani bu markonah membelinya, aldo yang ditanya seperti itu pun kikuk dia juga merasa aneh di tanya seperti itu
'' pasti muat kok, sana mandi''
''kok bisa kak aldo seyakin itu ?'' tanya dira lagi
'' ya yakin lah, sana mandi tadi ngotot ingin cepat mandi sekarang giliran baju dan perlengkapan mu sudah ada malah banyak tanya'' aldo memalingkan mukanya karena malu mengingat kejadian di pasar pas mau beli keperluan dira '' buk saya mau beli baju yang ini ukuran m ada ?dan baju dalam wanita''
'' ada''ibu itu mengambil beberapa baju yang diminta aldo dengan ukuran m
__ADS_1
'' maaf mas kalau baju dalam untuk cowok disini tidak ada''
'' bukan untuk cowok buk tapi untuk cewek bu'' ibu-ibu pedagang tersebut langsung memandang aldo dengan tatapan yang penuh tanda tanya dan berpikir yang aneh aneh tentang aldo