
hari sudah mulai sore nayla dan aura pamit pulang kepada ibu dan ayahnya dira,termasuk dira dan David yang ada dirumah tersebut
''kami pulang dulu ya '' ucap aura
''ya hati-hati besok main lagi ya ''
''oke,tapi main kemana nih rumah sini atau rumah nya kak aldo''
''besok kerumahnya kak aldo aja, aku kenalin sama mama''
''oke deh kalau gitu aku pulang dulu ya ''
''ya'' dira masuk kedalam dia kembali duduk di posisinya yang tadi.
''aldo ikut nginap disini juga ?''
tanya bu soraya sedangkan aldo yang ditanya malah melihat dira dan bertanya lewat mata seakan akan dia bilang kapan aku izinkan kamu nginap malam ini dirumah ibu tapi dira malah acuh dia mengalihkan pandangannya ke arah lain dan berharap aldo tidak ikut menginap
''iya bu aku nginap ikut dira''
ayah anto pun ikut menimbrung ''ih ibu ini kayak gak pernah jadi pengantin baru aja, kalau masih jadi pengantin baru pinginnya dekat-dekat gak mau jauh-jauh sama istri''
''is itu sih ayah yang kayak gitu''aldo yang diledekin mertuanya hanya tersenyum malu sedangkan dira merasa geli mendengar orang tuanya ngomong gitu
''oh ya bagaimana sekarang udah ada tanda-tanfa gak'' kata ibu soraya bertanya kepada dira
''Tanda-tanda apa buk''
''Tanda-tanda hamil lah ra''
aldo dalam hati membatin ''gimana mau hamil bu orang belum pernah produksi''
''belum bu, kan masih baru ''
''semoga cepat hamil ya, ibu udah gak sabar pingin gendong cucu''
''ih kalau mau gendong cucu cepat suruh kak David nikah bu biar cepat dia buat anak''
__ADS_1
''lah kok bawa-bawa saya, kamu tuh cepatan punya anak karena sudah bersuami''
dira mau lanjut debat namun ibu soraya bilang sama mereka berdua kalau mau lanjut debat mereka berdua akan di gantung akirnya mereka pun gak jadi lanjut debatnya.
sore menjelang malam dira membantu ibunya memasak sekalian belajar masak biar dia gak kalah sama mita, entah kenapa dira memikirkan mita yang menurut nya selalu menempel ke aldo dan dia juga tidak mau kalah dari mita.
sedangkan aldo dan David sedang mengobrol di dalam kamar nya David.
''gimana do rasanya nikah''
''cobain aja, jangan tanya gue biar lo tau rasanya langsung''
''eh dasar lo ya kunyuk malah nyuruh gue coba emang nikah bisa di coba-coba''
''habisan lo vid ada-ada aja pertanyaan lo''
''ya namanya juga penasaran, apalagi lo kecintaan bangat sama gadis tengil itu''
'' istri gue gak tengil ya ''
''ah terserah lo deh do, mau gue bilang apa aja lo pasti belain istri lo''
''iya dah terserah, tapi jawab gimana perasaan lo setelah nikah sama dira''
''kalau gue sih happy-happy aja, karena bisa barang sama orang yang gue cintai''
''tapi kan dira belum cinta sama lo''
''belum cinta bukan berarti gak akan cinta kan vid, gue yakin lambat laun dira pasti akan cinta sama gue, gue yakin itu''
''mengapa kamu yakin bangat do, seandainya benar apa kata lo tadi tapi dalam jangka waktu yang lama dan kemungkinan lo sudah menyerah kemudian rasa lo untuk dira udah hilang bagaimana''
''karena aku percaya jika aku memperlakukan dira dengan baik dan sering bersama pasti akan muncul rasa dalam hatinya, dan untuk pertanyaan lo yang jika gue ada kemungkinan hilang rasa sama dira itu tidak mungkin terjadi karena aku sudah memilih siapa yang akan menemaniku sampai menua bersama maka akan ku pupuk cinta gue agar tidak hilang''
'' aku salut sama lo do dan aku merasa senang karena adik gue bersama orang yang tepat, kalau gitu gue boleh mintak satu hal lagi gak sama lo''
''mintak apa vid''
__ADS_1
''mintak keponakan'' aldo yang berada di dekat David langsung memukul punggung David
''lo kira bikin anak itu gampang apa''
''ya gampang lah lo tinggal buat sama dira, terus jadi deh''
'gak segampang itu kali vid, buat langsung jadi dan butuh proses yang lain juga''
''emangnya proses nya apaan aja do''
''orang jomblo dilarang tau hanay orang-orang yang sudah nikah aja yang boleh tau''
''alah sok gaya bilang orang yang sudah nikah aja yang boleh tau, gue yakin lo aja belum bikin sama dira'' hahahah David ketawa setelah mengatakan itu dan langsung keluar kamar karena dia tau aldo pasti akan memukulnya secara tiba-tiba, aldo pun melemparkan bantal yang ada di sebelahnya ke arah David, bukan David yang kena malah dira yang kenak lemparan bantal, hal tersebut membuat David makin tertawa.
''aduh sakit tau, kalian lagi apa sih kok main lempar bantal gak sekalian kalian lempar pakai pisau sana''
''lagian kamu sih ra muncul kayak jaelangkung datang gak diundang pulang gak diantar'' hahahah David melanjutkan tawanya
''ih apaan sih kak pakek nyebut calon istrinya lagi'' aldo yang mendengar hal itu pun tertawa karena dira menyebut jaelangkung sebagai calon istrinya David
''kak aldo juga ngapain ikut tertawa, udah salah karena lempar bantal ke aku malah tertawa''
aldo langsung diam dan berkata ''maaf aku tadi tidak sengaja, sebenarnya aku mau lempar bantal itu ke David tapi kamu muncul makanya kamu yang kenak jadinya''sambil menghampiri dira dan melihat muka dira, dira yang dilihat seperti itu ada rasa yang aneh muncul dalam dirinya dan agak grogi untuk menghilangkan rasa groginya dia berkata ''kak aldo ngapain sih''
''aku mau cek ada yang luka gak''
''gak ada kak'' David berdeham ''hm hm hm ada orang disini lo aku bukan patung kalau mau mesra-mesranya bisa nanti aja pas gak ada orang boleh gak ?''
''siapa yang mesra-mesraan sih kak david''
''ya kamu lah sama suamimu itu, masak kutilanak yang mesra-mesraan''
''ah kak David terlalu lebay masak saling tanyak dibilang mesra-mesraan apa karena kakak terlalu lama menjomblo makanya bisa merasa seperti itu''
''makanya vid cari pacar biar gak jomblo terus''
''diam lo do kamu juga ra diam, lebih baik lo kasih tau gue kenapa lo datang ke kamar gue masak lo gak tahan berjauhan sama suami lo cuma sebentar''
__ADS_1
''kenapa kakak selalu berfikir ke arah sana sih, dasar jomblo lagian gue kesini mau kasih tau kalau makannya sudah siap kalian berdua diminta turun buat makan''
bukan David yang ngejawab malahan aldo yang jawab''bilang aja apa yang dikatakan David itu benar kalau kamu gak bisa jauh-jauh dari aku''