Menikah Dengan Orang Yang Mencintaiku

Menikah Dengan Orang Yang Mencintaiku
bab 62


__ADS_3

aldo yang merasa di pandang aneh oleh ibu itu pun langsung menjelaskan bahwa dia ingin membeli baju dalam wanita untuk istrinya, ibu itu pun percaya


'' ukurannya apa ?''


aldo bingung mau jawab apa dia gak tau ukuran untuk dira


'' aku tidak tau bu '' aldo meminta ibu itu memilihkan mana yang akan muat di istrinya dengan cara menyebutkan tinggi badan dan berat badan nya. dira yang melihat aldo memalingkan muka dengan wajah memerah pun menjahilinya '' kenapa mukanya kak aldo merah begitu kayak udang rebus''


'' siapa yang mukanya merah kamu salah lihat kali, aku hitung sampai tiga kalau kamu gak mandi aku mandiin nih, satu dua ti'' baru sampai ti sira sudah berlari menuju kamar mandi, aldo melihat dira berlari secepat kilat pun tertawa haha haha haha ''baru di gertak aja sudah takut''


aldo menunggu dira selesai mandi agar dia bisa barengan ke meja makan


'' udah selesai mandinya''


'' kelihatannya ?'' tanya dila balik


'' sudah''


'' tuh tau pake nanya lagi''


'' sensi amat neng ditanya kayak gitu jawabnya judes bangat''


'' lagian kak aldo nanya yang jawaban nya sudah jelas''


'' oke kalau begitu aku tanya yang lain, apa baju dalamnya muat ''


'' kalau itu dira gak mau kasih tau'' dira berlalu keluar kamar menuju dapur tempat bu markonah sekarang


'' bu Mar ada yang bisa dira bantu ?''


'' tidak usah nyonya semuanya sudah siap ''


'' yah gak seru nih bu Mar '' bu markonah yang dikatakan seperti itu hanya tersenyum tidak membalas perkataan dira


'' oh ya bu Mar, bu Mar tau gak makanan kesukaan kak aldo ?''


'' tau nyonya'' bu Mar menyebutkan semua makanan yang disukai oleh aldo


'' bu Mar mau gak ajarin aku masak semua makanan yang bu Mar sebut tadi''


'' tentu saja mau nyonya kalau gitu jaman ibu bisa ajarkan nyonya'' dira berpikir sejenak kapan dia bisa belajar memasak sama bu Mar karena dia cuma semalam di sana dan harus balik kuliah


'' lagi sebulan atau ndak dua bulan deh bu Mar, nunggu libur kuliah baru dira kesini, dira akan ajak teman dira juga kesini mereka harus tau kalau di tengah hutan ini ada tempat yang begitu indah''

__ADS_1


'' iya deh nyonya'' tidak lama dari itu datanglah aldo


'' wih ngobrolin apa asik banget''


'- orang tua dilarang kepo''


''siapa yang tua akh masih muda bangat nih''


'' terserah, ayo bu Mar kita makan''


''lanjut saja nyonya bersama den aldo, nanti ibu makan bersama bapak''


'' gak bisa gitu dong bu Mar sekalian aja panggil pak bambang kesini kita makan bersama'' aldo terus saja menatap dira dengan penuh cinta dia merasa tidak salah kalau dia sangat mencintai dira karena dia orang nya tulus dan baik banget


'' iya bu markonah panggil pak bambang kita makan bersama''


'' baik den'' bu markonah pergi memanggil pak bambang, mereka berempat makan bersama....


di ruang dekat kamar Pak bambang dan bu markonah sedang duduk dira dan aldo menghampiri mereka '' bu Pak ''


'' iya nyonya dan aden ada yang kalian butuhkan ? ''


'' tidak ada bu aku hanya ingin mengobrol aja sama ibu dan bapak, karena dira gak tau harus ngobrol sama siapa''


'' ibu kenapa tertawa '' tanya Pak bambang


'' gak ada Pak, tadi nyonya dira membisikan aka sesuatu yang lucu''


'' kamu bisikin bu mar,apa ra ?''


'' rahasia ''


'' bu mar apa yang di bisikan dira tadi''


'' gak ada den''


'' kalau gak ada gak mungkin bu mar tertawa seperti tadi''


'' ih kak aldo ini kepo sekali sih jadi orang, jangan dengarkan dia bu mar ayo kita ngobrol berdua aja '' dira menarik tangan bu mar agar menjauh dari Pak bambang dan aldo


'' awas ya kamu ra '' welk dira menjulurkan lidahnya, bu mar senyum-senyum sendiri


'' bu mar kenapa senyum-senyum begitu ?''

__ADS_1


'' gimana gak senyum-senyum nyonya kalian berdua sangat so sweet bangat ''


'' so sweet apa nya sih bu orang tiap hari kak aldo ngajak debat mulu''


'' itu mah debat-debat manja namanya''


'' ah bu mar bisa aja '' he he he


'' nyonya boleh aku tanya sesuatu sama nyonya dira''


'' mau tanya apa ?''


'' nyonya ketemu den aldo dimana sampai bisa nikah ?''


'' emangnya kenapa bu mar''


'' ya aku heran aja dapat dimana den aldo wanita secantik dan sebaik nyonya''


'' ah bu mar bisa aja nih mujinya dira sampai mau terbang rasanya'' haha haha haha bu mar dan dira tertawa bersama, dira merasa cocok dengan bu mar karena menurut dira bu markonah bisa di ajak bercanda, ditempat lain Pak bambang dan aldo hanya saling tanya kabar selebihnya mereka sibuk sendiri sesekali mereka penasaran apa yang di bicarakan oleh dua wanita itu


'' Pak bambang kira-kira apa yang mereka bicarakan ya kok dari tadi aku dengar mereka tertawa''


'' mungkin saja mereka sedang menceritakan sesuatu yang lucu den makanya mereka tertawa''


'' kalau itu aku tau, tapi maksud saya dia tertawa karena apa lebih spesipik Pak misalnya kayak ngetawain Pak bambang yang joget-joget gitu''


'' kalau itu sih aku kurang tau juga den, lebih baik den aldo samperin dan tanyakan sendiri''


sedangkan dira dan bu markonahasih asik bicara dan tertawa, aldo menghampiri mereka


'' ra ayo tidur'' aldo bicara seperti itu karena bosan dari tadi seperti di cuekin sama dira yang lebih memilih ngobrol dengan bu markonah


'' kalau kak aldo ngantuk tidur aja duluan, aku belum ngantuk dan masih ingin bicara dengan bu mar''


'' bicaranya kapan-kapan saja lagi sekarang tidur ayok''


'' mau kapan lagi aku bicara sama bu mar kan besok kita udah balik''


'' ya besok besok nya lagi pas kita kesini''


'' ah dira gak mau kak aldo tidur aja duluan aku gak mau tidur'' dira belum selesai bicara sama bu mar, dia juga belum sempat menanyakan masa kecil aldo dan menanyakan aldo dan mita dulu waktu kecil sedekat apa


'' ayolah ra, kamu gak kasihan sama bu mar, dia butuh istirahat kalau kamu ngajak ngobrol sampai tengah malam kapan istirahat nya besok pagi harus bangun pagi nyiapin makan''

__ADS_1


dira melihat bu mar, ada benarnya perkataan aldo dari tadi pas dia datang spai tadi selesai makan malam bu mar sangat sibuk dan pastinya lelah


__ADS_2