
kalau aldo tau dia dijodohkan dengan dira pasti dia tidak akan sesedih itu dan pasti langsung setuju pantas saja tadi dira juga terlihat kesal pas melihat aldo.
dikarenakan dekat danau terlihat tiga wanita yang sedang duduk sambil bercerita.
aura''ra kenapa mata lo sembab banget''
nayla''iya ra benar kata ura kenapa mata lo sembab''
''gue habis nangis ura nay'' jawab dira
aura''lo ada masalah, kalau lo mau cerita kami mau dengar kok ra, ya kan nay''
nayla''iya benar kata ura, ra''
dira pun menceritakan kalau dia diminta sama ibunya untuk menikah dengan aldo, dira gak habis pikir darimana pemikiran ibunya masak mau nikah kan dia dengan aldo jelas jelas mereka gak saling suka menurut dira.
''ooo lo nangis karena itu ra, kalau gue jadi lo gue embat tuh kak aldo ra, dia itu cakep pake banget lagi kaya juga pula'' ucap nayla
''ah lo nay gak ngerti sih ini bukan masalah ganteng dan kayanya ini masalah hati'' ucap dira sambil memegang dadanya
nayla ''ya elah ra cinta bisa datang karena terbiasa ra jadi saran gue Terima aja ''
''lo gak ngasih gue solusi nay'' ujar dira
''kan itu solusi dari masalah lo ra, lo Terima aja perjodohan lo sama kak aldo kan beres''
''tapi gue gak suka nay lagian gue udah punya pacar dan gue sayang sama dia nay''
aura''kalau menurut gue ra, gue setuju sama perkataan nayla lebih baik lo Terima perjodohan sama kak aldo dia udah jelas baiknya,mungkin makanya ibu lo jodohkan dia sama lo''
dira''terus gue mau kemanain Yogi ura. masak gue tinggalin begitu aja mana bisa kayak gitu, lagian gue sayang bangat sama dia ura''
aura''Yogi itu belum tentu baik ra, kan gue pernah cerita tentang gue liat Yogi jalan berdua di mall mereka mesra ra''
''mungkin itu adiknya '' dira tetap ngotot menyebut kalau itu merupakan adiknya
__ADS_1
''ya udah ra keputusan ada di tangan lo kalau saran gue sama nayla lebih baik lo Terima kak aldo yang udah jelas dari pada sama Yogi yang kayak gitu suka ilang ilangan''
iya dira pernah cerita ke nayla dan aura kalau hubungan dengan Yogi berjalan dengan baik tapi jarang komunikasi.
''iya gue setuju sama ura, ra''
di dalam kamarnya aldo sedang menatap langit langit kamarnya. semoga saja keputusan ku untuk menerima perjodohan ini merupakan langkah yang baik untuk kehidupan ku dan aldo juga tidak lupa mengingat dira sambil mendoakan semoga dira menemukan pasangan yang tepat dan bisa membahagiakan dira. ya cinta aldo sangat besar untuk dira.
''nak udah pulang''
''iya buk dira udah pulang''
''apa dira sudah makan kalau belum ibu buatkan makan''
''gak usah bu dira udah makan diluar tadi. dira masuk dulu ya''dira memasuki kamarnya. David yang berada di sana hanya mendengar dan melihat wajah sembab dan lesunya dira.
''bu biar coba David yang ngomong ke dira terkait ibu meminta dia untuk menikah dengan aldo bu''
''baik lah nak. tapi ingat ya jangan menggunakan nada tinggi atau perkataan yang bisa menyakiti adikmu''
''iya bu'' David pun pergi menyusul dira yang masuk ke kamarnya.
''ada apa kak''
''boleh kakak masuk''
''boleh silahkan kak''
''kakak mau ngomong sama kamu boleh dira''
''kalau mau ngomong ngomong aja kak gak usah terlalu formal kayak gitu kak. biasanya kak ngomong langsung tanpa bertanya dulu''
''iya deh iya sorry ya adek ku'' dira hanya diam tanpa mau menimpali
''jadi gini kakak baru tadi tau kalau kamu katanya dijodohin sama aldo kata ibu''
__ADS_1
''iya benar''
''kenapa kamu tidak Terima saja ra, aldo itu orangnya baik loh ra''
'' iya kak dira tau kalau kak aldo itu baik tapi dira gak suka sama kak aldo, dan juga belum tentu kak aldo suka sama dira'' ingin rasanya David bilang kalau aldo sangat suka sama dira bahkan sudah lama tapi David tidak mengatakan itu.
''kalau aldo suka sama kamu apa kamu mau Terima dia ra''
''ah gak mungkin kak aldo bisa suka sama dira kak sekedar ngomong aja jarang terus bagaimana kak aldo bisa suka sama dira lagian dira juga udah punya pacar dan dira sangat sayang sama pacar dira''
''kakak tau kalau dira belum ada rasa sama aldo dan kakak tau dira udah punya pacar, tapi coba kamu pikirkan ra,aldo itu orang baik kalau masalah cinta, cinta bisa datang karena terbiasa ra. terus kalau masalah dira udah punya pacar dira bisa mengakhiri nya sekarang''
''kak David mudah ngomong seperti itu karena kak david tidak ngerasain apa yang dira rasakan''
''kakak tau kalau ini emang gak mudah. tapi coba lah dira lagian kamu bisa menikah dengan aldo selesai kuliah, lulus kuliah mu masih cukup lama gunakan waktu itu untuk saling mengenal dengan aldo dan putuslah dengan kekasih mu itu dira'' dira hanya diam saja tanpa menjawab pernyataan dari David.
''ya sudah kakak keluar dulu ya kakak hanya ingin mengingat kan kamu dira pikir kan dengan baik baik sebelum mengambil keputusan kamu bisa mempertimbangkan saran dari aku tadi''
dira malam ini tidak bisa tidur jangankan tidur memejamkan matanya saja dira tidak bisa, dira sangat dilema dira tidak tau harus bagaimana mana. dira terus saja memikirkan perkataan sahabatnya dan kakaknya selain itu dia gak tega bila harus putus dengan Yogi, dia suka sama Yogi dan gak bisa bila harus putus gak ada angin gak ada hujan terus masak harus bilang putus. dia membayangkan reaksi Yogi.
''do ayok sarapan sama mama papa''
''nanti aldo sarapan di kantor aja ma karena hari ini aldo sangat sibuk. aldo berangkat dulu ''
''pa apakah salah ya keputusan kita jodohin aldo''
''keputusan mama sudah tepat kok''
''tapi entah mengapa setelah kita mengutarakan niat kita ke aldo dan aldo setuju. ada perubahan dalam dirinya tidak seperti biasanya''mama ayu sendu
''ah itu perasaan mama aja gak ada yang berubah kok dari aldo. memang minggu minggu ini aldo akan lebih sibuk di kantor Karena banyak pekerjaan jadi mama gak usah khawatir ya'' ucap papa dito menenangkan istrinya
''iya pa''sambil senderan di bahu papa dito
''ya udah kita sarapan ayo papa udah lapar nih''
__ADS_1
''eh ya ya mama sampai lupa kalau tadi kita mau sarapan''
di kantor aldo langsung menuju ruangannya dan langsung mulai bekerja dan tidak sarapan karena menurut dia pekerjaan nya saja sangat banyak bila ditunda pasti gak bisa selesai jadi dia berfikir nanti saja dia makan pas waktu istirahat siang.