
"Iya ma "
"Kalau gitu aku hubungi soraya dulu pa buat ngajak dia ketemu untuk mbahas masalah pejodohan ini"
"Kalau itu aku serahkan urusan ini pada mama"
"Oke deh oa nanti mama kasih tau kelanjutan perjodohan ini"
Sesampainya dikantor aldo sudah ditunggu dengan tumpukan kertas kerja yang sangat mrnumpuk. Perasaan baru sehari eh bukan dua hari aku gak masuk kerja udah numpuk bangat nih kerjaan. Aldo pun mulai mengerjakan kerjaannya dengan khusuk sampai sore setelah selesai aldo mencoba menghubungi David dia mau ngajak David untuk nongkrong tapi David tidak mengangkat. Akhirnya dia pergi sendiri ke kafe dekat danau.
Dira yang berada dirumah merasa bosan. Dia menghubung nayla dan aura mengajak mereka bertemu tetapi mereka berdua nggak bisa. "Orang pada kenapa sih susah amat di ajak ketemu Yogi, aura dan nayla jugak gitu" Semua orang pada sibuk cuma dia yang tidak ada kegiatan di hari libur ini, gue pergi ke kafe dekat danau itu aja ah biar bisa refres otak agar lebih tenang dan memikirkan bagaimana caranya gue minta maaf ke kak David.
Kafe dekat danau sangat rame dengan mengunjungi hari ini sampai saat aldo datang meja yang kosong cuma satu, aldo ingin balik tapi terlanjur udah sampai sana jadinya dia tetap masuk, sedangkan saat dira datang kafe tersebut sudah tidak ada tempat kosong. "yah gak ada tempat kosong"
"maaf mbak kafe nya penuh"
"iya mbak saya dah liat"
"tapi kalau mau mbak bisa tunggu sebentar pengunjung yang disebelah sana akan segera selesai dan pulang" Menunjuk kearah utara, tanpa sengaja dira melihat aldo.
" Seperti nya gue kenal tuh manusia samping orang yang mbak tunjuk"iya itu kan manusia setengah patung alias kak aldo
"Bagaiman mbak, mbak mau menunggu"
"Gak usah mbak saya duduk disebelah sana bersama kakak saya" sambil menunjuk
aldo "" iya mbak silahkan""dira berjalan menghampiri aldo "selamat sore kak aldo" Sambil tersenyum lebar dan sangat manis. Aldo yang melihat tersebut mematung dia tidak percaya dira menghapirinya. Dalam hati dira mulai kan jadi patung nih orang disapa jawab kek apa kek nih malah diam jadi patung, dira gak tau aja aldo diam karena kaget dan sangat senang akhirnya dia bisa makan berdua dengan dira.
"Kak aldo kok kakak gak jawab sih malah diam kayak patung, padahal dira udah nyapa kakak panjang banget loh sapaan dira tadi"
"Oh iya sore juga ra" Dira yang mendapatkan sapaan balik yang cukup panjang bagi dira karena selama ini kalau dira menyapa aldo paling jawabannya cuma iya aja atau mmmm dan tidak.
Aldo mencentikkan jarinya "eh malah bengong'
__ADS_1
" Oh iya Kak kaka lagi ngapain ya disini ? "Apa gue harus bertanya ke aldo ya bagaimana cara meminta maaf ke kak David kalau lagi marah, tapi kalau gue nanyak kek kak aldo nanti kak lado tau kalau gue dan kak David sedang berantem.
" Lagi makan'
"Sama siapa kak"
"Sama kamu"
"Kok sama aku sih kak jawabnya"
"Kan didepan aku itu kamu"
Oh iya ya pertanyaan ku salah kayaknya. Dira mengulang pertanyaan nya "kak aldo sendiri disini"
"Enggak aku berdua"
Dira celingak celinguk mencari sama siapa aldo ke kafe tersebut siapa tau aldo barang David, tapi dira tidak menemukan siapa siapa. Aldo yang melihat tingkah dira hanya bisa senyum tapi senyum yang tidak bisa dilihat oleh siapa pun karena sangat tipis, dia merasa gemes dengan tingkah dira. Dalam benak dira gak ada orang yang sama kak aldo terus mengapa bilang berdua sih untuk menghilangkan rasa penasaran nya dira pun bertanya "sama siapa kak"
"Sama kamu kan disini"
"Terus"
"Maksud aku kak kesini sama siapa contohnya ya kak, kakak jalan kesini sama pacar atau kak David gitu"
"Oh sendiri"
"Kakak gak pergi sama pacar kak ? Oh ya kak David 11 12 seperti kak David gak punya pacar"
"Eneng kamu punya pacar "
"Punya dong" Dira buru buru menutup mulutnya. Aldo yang mendengar hal tersebut merasa kesal.
"Siapa namanya dari mana " Lah kok kak aldo jadi banyak tanya ya, dira mengabaikan pertanyaan tersebut
__ADS_1
"Kak aldo nggak sama David"
"Ditanya malah tanya balik"
"Itu ursan pribadi kak"
"Kenapa kamu nanyak David keaku "
"Kan kak temannya biasa barang terus udah kayak prangko"
"Kamu kan adiknya . masak nanyak saya''
Ingin rasanya dira memukul kepala nya aldo saking kesalnya karena semuanpertanyanya dijawab tidak sesuai dengan yang dia inginkan, lebih baik dia jadi manusia setengah patung aja dari pada ngejawab tapi gak ada yang bener jawabannya.
"Iya iya. Oh ya kak,kak tau nggak ?"
Dengan enteng dan santainya aldo bilang " Nggak"
"Astaga" Sambil menepuk jidatnya
"Kak aldo itu ngeselin bangat jadi orang" Aldo yang dikatain begitu hanya diam dia tetap menyantap makana yang dari tadi sudah disajikan tanpa memperdulikan omelan omelan dira yang baginya itu bukan omelan melainkan bait bait lagu yang merdu (maklum ini merupakan pertama kalinya dia mengobrol panjang kali lebar sama nadira makanya dia senang hari ini walapun dia kesel karena dira udah punya pacar).
"Kak aku udah selesai aku pulang dulu ya"
Mmmm
Dira pun beranjak pulang sambil ngedumel niat hati ingin refres otak biar seger malah makin mumet dan kusut ketemu manusia setengah patung yang super duper ngeselinnya mintak ampun. Aldo pun ikut beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti dira dari jarak yang cukup jauh agar tidak ketahuan. Setelah dia melihat dira sampai rumah dan masuk ke rumahnya lalu dia baru pergi. Kepergian dia bertepatan dengan David yang pulang. "Ternyata aldo sangat tulus kepada dira dia mengantar dira pulang tanpa dira ketahui" David pun langsung masuk dan mendengar percakapan dira dengan ibunya"na kenapa muka mu kusut sekali. Katanya mau pergi refres otak, tapi kok pulang pulangnya kayak gitu"
"Iya bu niat hati mau refres otak tapi dira malah ketemu manusia setengah patung yang ngeselin banget"
"Maksud dira siapa"baru aja mau jawab, David " Aku pulang bu"dan David langsung masuk kamarnya tanpa memperdulikan dira yang ada disana. Sejarah itu ya kak David pada aku, sebenarnya David sudah tidak marah dia hanya berusaha menyembuhkan lukanya saja.
Ibu pun melanjut percakapannya yang tadi "jadi maksud kamu siapa nak"
__ADS_1
"Oh ya buk maksud dira itu kak aldo, temennya kak David"
"Emang dia kenapa ra"