
''do lo benar benar kesambet ya. omongan lo makin ngelantur deh''
''vid gue serius minta dira sama lo buat dia jadi istri gue''
David meliah keseriusan dalam mata aldo, David diam sejenak lalu berkata '' kalo lo benar benar suka sama adik gue lo ungkapin langsung ke adek gue bukan ke gue'' sambil beranjak pergi
aldo pun dengan lantang dan keras ''gue anggap ucapan lo yang tadi sebagai tanda kalau lo setuju kalau gue lamar dira''
entah didengar atau tidak perkataan aldo barusan yang penting dia udah ungkapin ucapannya yang tadi.
berbeda dengan dira baru saja selesai kuliah dan akan pulang kerumahnya ''aura Nayla lo mau ikut gak ke rumah gue kita makan siang di sana dan nonton film''
''kalau gue bilang dulu ya sama mama kalau gue diizinkan baru ikut'' kata aura
''kalau lo nayla lo ikut'' tanya dira
''kalau gue sih pasti ikut malas gue di rumah sendirian gak ada temen'' jawab nayla
aura pun menelpon mamanya dan dikasih izin buat main kerumahnya dira
'' ayok kalau kayak gitu kita berangkat'' kata dira
mereka pun pergi menggunakan mobilnya aura kebetulan hari itu nayla berangkat dengan aura sedangkan dira menggunakan taksi.
di kejauhan ada seorang laki laki yang melihat ke arah mereka dan tersenyum melihat gadis yang dia sukai, laki laki tersebut mengikuti kemana gadis itu pergi.
di tengah perjalanan ketiga gadis tersebut berhenti ketika melihat pedagang bakso yang ada di pinggir jalan, mereka membeli bakso
''kalau kita makan bakso disini nanti gak jadi dong kita makan di rumah gue'' kata dira
__ADS_1
'' tenang aja gue pasti makan kok di rumah lo ra'' kata nayla
''dasar emang lo ya perut lo terbuat dari apa sih nayla masak gak kenyang nanti kalau udah makan bakso'' kata dira sambil noyor kepalanya nayla
''apaan sih lo dir pakek noyor gue segala'' kata nayla kesel karena di toyor
''lag.... ''
''sudah sudah kalian ini kok malah ribut sih kebiasaan deh apa apa selalu debat dulu. dira jangan khawatir makanan yang ibu lo buat pasti kita makan lagian kita sampai sore kan di rumah lo'' kata aura menengahi perdebatan dira dan nayla
dira dan nayla serempak bilang''sorry'' sambil cengir
dira ''oke oke''
pada saat bersamaan datang lah seorang pria yang dari tadi melihat mereka untuk makan bakso
mereka saling lihat 👀 dira ''kak aldo''
ya benar orang yang memperhatikan dira dari tadi adalah aldo
dengan cool nya aldo menjawab '' iya''
''kakak mau beli bakso ?''
'' iya''
Ooooo
''masyaAllah subhanallah sungguh indah ciptaan mu ya allah'' kata nayla
__ADS_1
''kamu kenapa nayla'' tanya aura
''lo gak liat aurora yang cantik jelita tiada tandingannya'' kata nayla pada aura
''liat apa sih ?'' tanya aura lagi
'' liat orang yang ngomong sama dira tuh gantang bangat coba'' kata nayla sambil menunjuk ke arah dira dan aldo
''oooo kalau itu gue lihat emang gantang bangat sih '' kata aura sambil tersenyum
''terus kenapa lo nanya aura. seharusnya kan gue yang lemot kenapa sekarang jadi lo sih'' kata nayla
''gue gak lemot nayla sayang lo nya aja yang gak jelas maksud dan tujuan kalau jelas gue paham kok'' jawab aura
''heheh ya juga ya'' kata nayla sambil cengir
di tempat dira dan aldo memesan bakso dira merasa gondok dalam hati dia udah ngomong panjang kali lebar jawabannya hanya iya ingin rasanya dia memukul mulutnya kak aldo biar gak bisa ngomong sekalian.
''saya tunggu di sana ya pak'' kata dira pada pedagang bakso
''ok neng'' jawab mamang bakso
'' saya duluan ya kak'' kata dira memberitahu
aldo hanya mengangguk
dira pun ngedumel kan dia punya mulut kenapa sih nggak digunakan buat ngomong , kenapa harus dijadikan pajangan aja.
''kenapa ra '' tanya aura
__ADS_1