
''siapa yang kepedean sih emang kenyataan nya kalau gue gantang dari lahir''
''iya deh iya kak. tapi tunggu dulu hari ini sangat membuat diriku ini terheran-heran''
''gak usah lebay pakai kata diriku''
''lah kok dibilang lebay sih, tapi terserah kak aldo deh, benaran loh kak aku heran tumben-tumbenan kak aldo banyak omong biasanya kak aldo jawab iya Mmm aja''
''itu perasaan kamu aj kali dari dulu aku udah kayak gini'' setelah beberapa lama kemudian dira selesai berkemas ''ah akhirnya selesai juga '' dira sebenarnya dia belum siap untuk meninggalkan kamar kesayangannya dan rumahnya tapi apa boleh buat seperti kata ibu nya dia sekarang udah bersuami jadi suka tidak suka dia akan tetap pergi dari rumah itu untuk ikut sama suaminya.
menjelang Sore baru saja David sampai rumah dan langsung ganti baju karena dia akan ikut mengantarkan adik kesayangan nya kerumah suaminya dia juga mengajak keua sahabt nya dira yaitu nayla dan aura, dira tidak tahu kalau sahabatnya juga ikut mengantarkan dia. dira dan aldi sudah turun kebawah dengan aldo buang membawa kopernya dira padahal dira sudah melarang aldo membawa kopernya karena dira tau kalau aldo lagi kurang sehat.
''kenapa gak kasih tau kakak kalau kamu udah mau turun kalau tau gitu kakak yang bawa koper kamu turun kasihan aldo bawa barang berat lagi sakit''
dira hanya diam tanpa mau menjawab perkataan David
''lemas amat neng. di ajak ngomong sama kak David gak jawab'' tanpa menoleh dira menjawab ''lagi malas ngejawab''
''tapi tuh kamu jawab ''
''terserah lo deh nay gue lagi malas debat''
''wih hebat bangat lo ra, lo tau kalau gue yang ngajak ngomong padahal lo gak nengok kearah gue ''
''ya tau lah suara lo kan kayak radio rusak''
''ra benar kata nayla lo kok lemas amat sih''
''iya nih ura gue sebenarnya belum mau pindah ke rumahnya kak aldo tapi apalah dayaku''
''jangan gitu dong ra walaupun lo pindah pasti gue dan nayla tetap kunjungin lo kok''
''kalian janji kan''
''janji''jawab nayla dan aura
''tapi kalau suami dan mertua lo ngizinin gue sama ura tetap datang kerumah lo''
''tentu saja pasti mama ayu pasti ngizinin kalau kak aldo gak perlu izin yang penting sudah di acc mertua gue aman, karena itu rumah mertua gue bukan rumah nya kak aldo''
__ADS_1
''sama aja keles. itu jugak bakal jadi rumahnya aldo kalau mertua lo udah gak ada''
''et buset deh lo ya nay mulut lo gak bisa disaring ya masak lo do'a in mertua gue gak ada''
''bukan gitu maksud gue tapi terserah lo deh ra kalau ngomong sama lo susah''
mereka menghentikan obrolannya karena waktunya berangkat David aldo nayla dan dira satu mobil sedangkan aura satu mobil sama ibu soraya dan ayah anto, jujur saja aura merasa canggung tetapi ibu soraya membuat aura nyaman sehingga rasa canggung nya sedikit demi sedikit berkurang, ntah mengapa ibu soraya punya feeling kalau David ada rasa sama aura sehingga dia mau mencoba mengenal lebih dekat aura apakah aura juga merasa hal yang sama atau tidak. sedangkan dimobil tempat dira dan nayla berada sudah dipastikan mereka ngobrol bukan ngobrol sih tapi lebih tepatnya berdebat gak ada henti-hentinya sehingga dua laki-laki yang ada dalam mobil tersebut pusing mendengar mereka berdua.
''kalian berdua bisa diam gak sih kalau tau kalian ribut begini lebih baik kalian berdua sama ayah dan ibu biar aura yang disini'' aldo tertawa dalam hati mendengar perkataan David yang terus terang begitu, sebenarnya yang akan naik mobil sama David adalah dira nayla dan aura tapi dira ingin tahu kecurigaan nya apakah David suka sama aura atau tidak.
''kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nih nay''
''siapa ra''
'-ah kumat deh lemot lo ra''
''lagi dari tadi gak ada bahas perasaan deh''
''ya udah kalau lo gak tau lo diam aja''
''oke''
''siapa yang suka''
''tadi kak David bilang kalau kakak lebih baik aura satu mobil sama kak david''
''aku bilang gitu karena kalian berdua ribut mulu sih''
''aku gak percaya kak''
''terserah kamu ''
setelah melewati perjalanan yang sangat melelahkan, lelah bukan perjalan jauh melaikan karena perdebatan nayla dan dira yang gak bisa diam.
''akhirnya sampai juga'' ujar David
''iya sampai juga''kata aldo
''wih rumah kak aldo besar sekali''
__ADS_1
''ini bukan rumah kak aldo ini rumah mama sama papa mertua''
''bagi gue ra ini tetap akan jadi rumahnya kak aldo''
mereka disambut oleh mama ayu dan papa dito, mereka semua masuk dan duduk diruang keluarga, mereka langsung dipersilahkan masuk keruang keluarga karena bagi mama ayu dan papa dito mereka semua sudahenjadi keluarga.
mereka semua berbincang-bincang ringan smpai membahas bulan madu dira dan aldo
'' dira sayang kamu mau bulan madu kemana sama aldo biar mama sama papa yang urus tinggal kamu sebut aja benar kan pa''
''kalau dira terserah kak aldo saja'' dira jawab begitu karena tidak tau harus jawab apa kalau dia jawab tidak mau pergi bulan madu takut menyinggung perasaan orang-orang yang berada di ruangan tersebut
''kalau aku kemana aja yang penting sama kamu ra''
''wih hebat bangat ternyata kak aldo bisa gombal'' nayla refleks bilang begitu dan langsung menutup mulutnya kemudian cengir meminta maaf. dira pun merasa aneh dengan perubahan aldo yang menurutnya lumayan signifikan.
sedangkan yang lain hanya senyam-senyum saja dengar perkataan aldo
''sebut aja kalian mau kemana kami juga akan membantu papa dan mama mu mempersiapkan ''kata ayah anto
''kita pergi ke Bali aja kalau kayak gitu''
''oke. apa kamu setuju do''
''iya ma''
ibu soraya pun berkata ''semoga saja setelah pulang bulan madu kalian bisa secepatnya punya momongan karena kami yang tua-tua ini sudah ingin punya cucu benarkan yu''
''benar soraya''
''bukan ibu dan tante soraya yang punya cucu, aku juga pingin punya keponakan''ujar David
''untuk kak David dari pada kakak menantikan keponakan lebih baik kakak nikah dan langsung cetak anak sama istri kakak'' jawab dira dengan kesal karena kakaknya ikut-ikutan
David yang kenak skakmat dari dira pun cengir ''tunggu tahun depan baru kakak nikah dan cetak anak yang banyak''
''emang lo punya pacar vid''tanya aldo
''gue gak pacaran do. langsung nikah aja lebih enak kayak nya''
__ADS_1