Menikah Dengan Orang Yang Mencintaiku

Menikah Dengan Orang Yang Mencintaiku
bab 57


__ADS_3

nayla melanjutkan perkataannya lo itu sukanya body siming


''emang itu termasuk body siming nay''


''masuk lah lo udah bully gue tau ra, gak boleh tau bully orang atau teman sendiri'' dengan gaya yang cukup alay


''kita jadi makan atau mau bahas otak kalian berdua yang setengah nih''


''sekalinya lo ngomong ura langsung kenak ulu hati gue'' dengan memegang dadanya dan berakting sedih


makan lah jawab dira


''ya sudah kalau mau makan mau pesan apa ntar gue yang pergi pesan''


dira memesan bakso dan nayla mempan nasik goreng aura pergi memesan makanan nya, aura terlihat berbicara dengan seorang laki-laki pembicaraan cukup lama


''maaf ya kawan-kawan makanannya baru saya bawa karena baru jadi''


''makanannya baru jadi atau sibuk ngobrol nih ura '' nayla mengatakan hal itu


''iya nih ura, btw yang tadi itu siapa pacar lo ya ura, kalau iya bisa patah hati dong kak david''


'' beneran nay makanan nya baru jadi dan untuk cowok tadi itu masak kalian gak ingat sih ''

__ADS_1


''gak ingat''jawab nayla dan dira serentak


''itu loh temen angkatan kita''


''kenal dimana sih lo ura'' tanya sira penuh selidik


''nanti kita bahas ya lebih baik kita makan dulu''


mereka bertiga pun makan... kita udah selesai makannya sekarang lo sambil nunjuk ke arah aura cerita siapa lelaki tadi yang bicara sama lo


''benar kata dira, kami sangat penasaran '' kata nayla


bagaimana dira dan nayla gak penasaran seumur-umur baru melihat aura bicara cukup lama dengan lawan jenis sesekali terlihat tertawa lagi.


''kayaknya dira teman kita yang satu ini ketempelan jin kantin ini deh''


''iya benar kata kamu nay''


''ayok dong aurora yang cantik kan jelita yang tiada tandingannya gue penasaran pakek banget banget nih ''


''iya jawab dong ura''


''oke gue kasih tau ya tapi dilarang kaget''

__ADS_1


'-oke'' jawab dira dan nayla serempak


''oke dia itu '' aura menggantung kata-kata itu nya biar tambah penasaran dua mahluk yang ada di depannya kini, aura sebenarnya ingin melihat kedua sahabatnya yang kini didepannya dengan wajah sangat lucu menurut aura, dira dan nayla pun kompak berkata ''cepat dong ura '' dilanjutin lagi dengan kata lebih panjang oleh nayla ''dia itu siapa jangan gantung gitu dong kayak hubungan gue'' dira menoyor kepala nayla '' ya elah pakek curhat lagi kalau mau curhat nanti aja''


''abis lama bangat ura ''


''ya udah gue lanjut nih dia itu teman seangkatan kita'' dengan enteng aura jawab begitu padahal bukan itu yang dimaksud ke dua temannya dan lagian dia sudah memberi tahu tadi kedua temannya kalau laki-laki itu temen seangkatan mereka namun di ulang lagi, hal tersebut membuat kedua manusia yang kesabarannya setipis tisu itu pun marah


''kalau itu udah kami tau ura''


''iya benar kata nayla, tadi lo bilang sebelum makan''


haha hahaha ''sekali lagi lo ketawa gue sumpel mulut lo pakek sambel ini ura, udah cukup kak aldo yang bikin gue kesel lo jangan tambah lagi'' ups dira keceplosan


''nah benar kan tebakan gue kalau lo ada masalah sama kak aldo maka nya tdi lo pas dipanggil dosen killer itu lo malah nyebut kak aldo'' kata nayla


''ah sudah lah nay jangan bahas gue kita bahas aura ini dulu''


''oh ya gue lupa ra kalau bahas lo nanti saja setelah selesai bahas aura''


aura tetap saja tertawa''oke oke kalian tau gak tadi aldi '' aura mau melanjutkan namun kepotong oleh nayla ''oh namanya aldi toh mirip-mirip sama nama suami lo ra''


''bisa diam gak nay kita dengar kelanjutan cerita aura nih, jangan sangkut pautin sama kak aldo deh'' jawab dira sensi

__ADS_1


__ADS_2