Menikah Dengan Orang Yang Mencintaiku

Menikah Dengan Orang Yang Mencintaiku
bab 37


__ADS_3

''permisi dira. gue kesini mau minta maaf tadi kalau gue salah kata''


lah dira yang mendengar perkataan nayla langsung reflek memegang kending nayla''gak panas. terus kenapa''


''emang gak panas dira, kenapa apa nya coba''


''tumben-tumbenan lo minta maaf''


''lo ya ra dikasih hati malah mintak jantung''


''haha lagian tumben amat bu lo sehat''


''iya segat lah kalau gue sakit gue gak disini kali''


''iya iya deh''


'' ra lo tau gak ''


''gak tau ura'' aura diam ketika dijawab seperti begitu dia pura-pura ngambek dira yang melihat itu pun tertawa


'-hahahha gak usah kayak gitu aurora yang cantik lo gak cocok kayak gitu''


''lagian lo sih jawabnya gitu amat''


''sorry sorry ya udah apa''


aura menceritakan alasan aldo sama keluarganya gak datang ikut mempersiapkan pernikahan karena aldo lagi sakit, aura juga menceritakan bahwa pernikahan ini semulanya akan ditunda tapi aldo tidak mau dia tetap ingin melanjutkan pernikahan itu. jujur dira bingung kenapa aldo tetap ingin menikah padahal ini kesempatan buat menunda-nunda pernikahan sampai menemukan jalan untuk membatalkan. ''harusnya kak aldo setuju kok malah gak mau sih''


''mungkin dia udah jatuh hati sama lo ra''


''jatuh hati bagaimana sih ura. kalau jatuh cinta pasti dia akan bilang sama gue nah ini gak ada kata yang mengarah kesana. gini ya ura jangankan kata kata sikap nya aja gak ada yang nunjukin kalau dia suka sama gue''


''nah kalau ini gue setuju sama lo ra''

__ADS_1


''nah nayla aja setuju sama gue padahal kita sering depat''


''lo gak sadar aja mungkin ra''


''ah gak yakin gue''


hari yang ditunggu akhirnya tiba, hari ini merupakan akad nikah dira dan aldo. dirumahnya dira semua orang sedang sibuk mengurus apa yang menjadi tugasnya, dira saat ini sedang dirias dalam kamarnya dengan ditemani kedua sahabatnya.


''gak jangka gue ura ternyata diantara kita bertiga dira duluan nikah, gue kira gue yang duluan''


''iya gue juga gak nyangka nay''


''gue benar-benar terharu lihat semuanya ura''


''iya sama nay'' mereka berpelukan sambil mengusap air matanya. dira yang masih dirias melihat kedua sahabatnya berpelukan pun bangkit dari tempat dia dirias. padahal sudah dilarang oleh periasnya tetap saja dia bangun dan memeluk kedua sahabatnya.


''kalian berdua gak ajak gue pelukan belum aja gue nikah sudah dilupain''


''bukan begitu ra kami sangat senang karena teman kita udah ada yang menemukan jodohnya''


''emang kalau udah nikah lo gak mau ikut nongkrong sama kita''tanya nayla


''tentu saja gue ikut'' mereka pun berpelukan sambil sedih


''sudah-sudah pengantin gak boleh nangis nanti make up nya luntur bagian nangis biar kami aja karena belum menemukan jodoh. ya walaupun gue punya pacar''


''ah bisa aja lo. ya udah gue lanju dirias tapi jangan nangis lagi ya''


''oke'' aura dan nayla jawab


setelah cukup lama akhirnya dira selesai juga dirias kini giliran Teman-teman nya yang dirias karena nanti kedua temannya yang akan membawa mereka turun dan mengantarkan ke tempat akadnya. semua nya sudah siap kemudian masuk lah ibu soraya menanyakan apakah anaknya sudah selesai dirias dan mengobrol berduan dengan dira.


''nak ibu mau berpesan sama kamu jadilah istri yang baik untuk suami mu dan menurutlah pada suami mu. ibu tau kalau ini pernikahan yang dipaksakan tapi ibu sangat mohon kepada kamu nak untuk menjalankan kewajiban mu sebagai seorang istri dan ibu tau kamu pasti marah sama kami tapi kami melakukan semua ini karena kebahagiaan kamu nak'' setelah mengatakan itu dira tidak menjawab sama sekali dia hanya diam.

__ADS_1


''kalau gitu ibu keluar dulu ya nak. sekali lagi maafkan kami dan Terima kasih nak''


jujur saja dira rasanya tidak tega melihat ibunya seperti itu terus mintak maaf sama dia. tapi dia jugak marah karena dipaksa


dira bermonolog ''katanya ibu ingin yang terbaik untuk ku tapi apa dia malah menyiksa ku dengan melakukan pernikahan ini. semoga saja suatu saat aku bisa menerima seperti yang dikatakan ibu kalau aku bisa bahagia dengan pernikahan ini'' tak terasa air matanya menetes, dira menghapus air matanya karena kedua sahabatnya sudah masuk lagi.


''apa lo nangis ra''


'-gak ura aku kelilipan tadi''


''oh ya sebar lagi akan mulai akadnya''


''sebentar apa sih ura. orang pengantin prianya aja belum datang''


dirumahnya aldo, seperti nya kondisi aldo agak memburuk dari kemarin. tetapi aldo tetap ingin menikah hari ini, sehingga membuat mama ayu geleng kepala melihat tingkah anaknya. setelah lama berdebat akhirnya mereka berangkat.


di dalam kamarnya dira melamun dan berkata dengan dirinya ''lihat lah akad harus nya sudah dimulai namun dia belum saja datang, lantas bagaimana aku bisa percaya kalau dia bisa membahagiakan ku'' tak lama kemudian dia dipanggil bahwa pengantin laki-laki nya sudah datang dan akan melangsungkan akad nikah.


dibawah aldo dengan keadaan kurang sehat tapi dia dengan lantang bersuara ''saya Terima nikahnya nadira aulia binti anton dengan maskawin tersebut'' semua yang berada di bawah pun bilang sah sah sah dira yang diatas juga mendengar.dira meneteskan air matanya untuk kesekian kalinya hari ini, dira pun dibawa keluar oleh kedua sahabatnya.


aura berbisik ke dira'' yakin lah dira ini pilihan terbaik orang tua lo buat lo, ini semua pasti akan baik-baik saja maka tersenyum lah''


dira diam sejenak mendengar perkataan aura dan melihat aura, aura yang dilihat pun tersenyum dan menganggukan kepala.


''kenapa kalian pada diam disini ayok kita lanjut jalanya lihat tuh orang-orang udah pada nungguin terutama suami lo tuh ra'' kata nayla


dan benar saja dari tadi aldo terus menatap dira sejak dia mulai muncul di tangga, dira pun yang melihat hal tersebut acuh mereka pun melanjutkan perjalanan menuju tempat duduknya aldo.


''nah sekarang kamu salim sama suami mu nak'' kata ayah anto, dira pun menurut


sekarang giliran papa dito yang ngomong '' jangan salim doang ton kasih juga anak ku cium kening anak mu'' orang-orang yang mendengar hal tersebut pun tertawa, sedangkan aldo hanya cengir kuda sedangkan diraasih mencerna perkataan mertuanya.


'' iya dito. kamu dengar kan perkataan papa mu nak'' dito melihat dira lalu mencium kening. dira hanya diam nggak ada reaksi apa pun.

__ADS_1


hari sudah mulai sore acara sudah selesai. tinggal resepsi saja tapi masih lama karena dira belum setuju buat resepsi maka mereka semuah harus menunggu kesiapan dira karena udah mau akad aja membuat mereka semua senang.


__ADS_2