
disaat putri sampai di bagian belakang rumah itu ia melihat rian sedang mengangkat telefon.
"bagaimana cara kerjamu ha!! kerja yang becus !!"ucap rian kepada orang yang ia telefon.
beberapa detik rian diam ,lalu putri melangkah mendekati rian , hanya 2 langkah putri berjalan rian kembali bersuara.
"aku tidak mau tau!! kau kerjakan tugasmu itu !!"ujar rian menutup telefon itu.. dan memijat keningnya.
seketika putri berhenti dan mematung karena baru kali ini ia mendengar suara sekeras itu.
"s-suara rian seperti suara p-petir" gumam putri.
lalu putri terjatuh dan pingsan.
seketika rian menoleh
"putri ?!"teriak rian sambil berlari menuju putri.
dengan segera rian menggendong putri menuju kamar dan berteriak kepada fahri untuk memanggil dokter ternama.
sar menunggu dokter rian berfikir
'apa tadi ia mendengarku berteriak'
ia berfikir karena putri tiba tiba jatuh.
kemudian dokter datang dan memeriksa putri.
"sorry sir, does it often rain thunderstorms / thunder here?"
(maaf tuan,apa disini sering hujan badai atau petir?) tanya dokter itu.
"no"(tidak) jawab rian.
__ADS_1
"Then please if you use something with a loud volume please keep it away from you"
(tuan jika anda menggunakan suatu benda dengan volume yang keras tolong menjauhlah dari nona).
ujar dokter itu.
"it was because she seemed afraid or had some trauma from the loud voice"
(itu karena nona sepertinya takut atau memiliki trauma dengan suara yang keras)imbuh sang dokter.
"yes,doctor thankyou" ujar rian.
kemudian fahri pun mengantar dokter itu sementara rian menemani putri di kamar mereka.
'apa suaraku sekeras itu ?!' fikir rian .
ia pun memegang tangan putri .
"aku harus bertanya pada ibunya putri tentang ini"ujar rian yang kemudian meraih ponselnya dan menelefon mama mila.
"ma saya mau bertanya sebenarnya sejak kapan putri takut pada suara yang keras ?"tanya rian pada mama mila .
"itu sejak ia berusia 5 tahun " jawab mama mila.
"bagaimana bisa ?"tanya rian lagi.
"saat itu dirumah ada seorang penculik yang ingin menculik putri. mereka membawa senjata tajam, saat aku dan alfin melawan mereka menodongkan pistol di kepala putri"ujar mama mila.
"apa ?!"ujar rian kaget.
"setelah itu mereka menembakkan pistol ke atap sebagai peringatan . bunyinya sangat keras ,
hingga putri menangis , lalu mereka kembali menodongkan pistol ke putri. tapi kemudian polisi datang dan menangkapnya"imbuh mama mila.
__ADS_1
"siapa yang menelefon polisi ma ?"tanya rian.
"salah satu pembantu , dan setelah penjahat itu ditangkap putri pingsan, saat kami membawa ke dokter mereka mengatakan putri hanya pingsan . tapi setelah itu ia takut dengan suara yang keras " ujar mama mila.
"oh begitu baiklah ma ,rian tutup dulu ya" ujar rian yang lalu memutuskan sambungan telefonnya.
"apa aku salah menunjukkan sikap ku sebenarnya ?"gumam rian.
"jika aku tidak menunjukkannya dan tetap menyembunyikan sikap ku mungkin tidak begini " gumam rian lagi
"tapi sekarang sudah terlambat"imbuh rian.
ia melihat wajah putri dan berkata di hatinya.
'kapan kau sadar ,jujur saja aku khawatir padamu ' .
akan tetapi logikanya menolak perkataan hatinya .
rian tetap menganggap ia hanya menyesali perbuatannya.
rian benar benar keras kepala.
selama beberapa lama menunggu akhirnya putri pun bangun . dan melihat rian berada di sofa sedang duduk bengong.
"hey ferguso ,kenapa kau melamun " ujar putri yang membuat rian tersadar dari lamunannya.
"apa urusanmu jika aku melamun " balas rian .
"hey aku sedang tidak ingin berdebat denganmu tuan kutub utara"ujar putri.
"tuan kutub utara ?!"ucap rian terkejut.
"sudahlah" ujar rian mengakhiri perdebatan yang ia mulai.
__ADS_1
"bagaimana keadaanmu ?"tanya rian.
"baik !"jawab putri singkat jelas padat.