Menikah Dengan Tuan Muda Yang Dingin

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Dingin
BAB.23.pertikaian putri dan rian


__ADS_3

"dan kau fahri katakan padanya aku tidak akan pergi ke kutub utara , dia lah yang harus pergi kesana !" ujar rian .


dan ya ternyata memang rian sengaja untuk memulai pertikaian mereka.


"hello , siapa yang dingin disini siapa yang dikirim ke kutub utara" ujar putri sambil mengibaskan rambutnya.


"terserah kau saja nona alay " ujar rian yang mulai kesal tetap menatap putri.


"haiss kau itu tuan dingin !" ucap putri .


karena keduanya tidak mau mengalah pertikaian itu berlangsung selama 2 jam , bahkan kini sudah sampai istirahat kantor..


'aku harus bertindak ,jika tidak maka berkas berkas itu tidak akan selesai dan lebih buruknya aku tidak akan bisa pulang jika aku mendengar ocehan mereka terus ' batin fahri yang sudah tidak bisa mendengar ocehan pasutri yang berada di depannya.


fahri pun mengawali rencananya dengan berdehem dengan keras hingga rian dan putri menatapnya.


"tuan ini sudah istirahat kantor berkas berkas itu akan di gunakan meeting 15 menit lagi ?! ,tuan ingat bukan ?!" ujar fahri mencoba memberanikan diri menatap mata tuannya.


"kau benar lebih baik aku menyelesaikan berkas berkas itu dari pada meladeninya " ujar rian dengan tatapan tajam pada putri.


"hah , sudahlah " ujar putri yang mulai lelah karena pertikaian yang sangat lama.


"fahri kau bilang ini jam istirahat kantor ? kalau iya tolong antar aku ke kantin perusahaan ini " pinta putri.


fahri pun menatap tuannya dan tuannya mengangguk.


"baik nona , mari ikut saya " ujar fahri.

__ADS_1


putri pun mengikuti fahri berjalan menuruni tangga dan sampai di kantin.


semua karyawan menunduk dan mengucapkan.


"selamat datang nona " itulah kata yang selalu diucapkan para karyawan.


"non kita sudah sampai " ujar fahri.


"sekarang aku mau bertanya padamu " ujar putri.


"bertanya apa non ?" tanya fahri sambil mengerutkan keningnya.


' aku berfirasat buruk tentang ini ' batin fahri


"kenapa semua karyawan menunduk dan selalu mengucapkan kata yang sama , apa mereka sangat takut pada singa itu ?" tanya putri.


dan lebih susahnya lagi bagaimana aku menjelaskannya ' fikir fahri.


"fahri kenapa kau diam " gertak putri.


"nona bukankah anda istri dari bos kami ?" tanya fahri.


"iya lalu ?" ujar putri yang masih bingung.


"mereka semua takut di pecat oleh tuan jadi mereka pasti bersikap baik pada nona " ujar fahri .


"emmm , berarti bener dong emang tuanmu itu menakutkan " ucap putri.

__ADS_1


"siapa yang bilang aku menakutkan ?!" bentak rian yang tiba tiba muncul.


"tu fahri bilang sendiri tadi " ujar putri dengan senyum jahil.


"fahri!!! kau mau mati ya !!" teriak rian.


'aduh kan beneran dong aku terjebak dalam masalah ' batin fahri.


"maaf tuan " ucap fahri gemetar.


sementara putri hanya tersenyum penuh kemenangan.


"ah sudahlah , pergilah gantikan aku mengurus semua berkas itu , biar aku yang menemani putri ,dan iya ingat !! gajimu ku potong !! " ujar rian.


"baik tuan" ucap fahri.


kemudian fahri menoleh sekilas pada putri dan jelas bibir nonanya mengatakan "aku minta maaf " .fahri pun hanya bisa tersenyum.


karena sejujurnya putri hanya berharap rian akan memarahi fahri saja , eh tapi malah ia memotong gaji fahri.


"eh kau mau apa !" bentak putri karena tangan putri sudah ditarik oleh rian.


"bukankah aku sudah bilang kalau aku akan menemanimu !!" jawab rian singkat .


kini putri baru tersadar akan hal itu...


' sial,aku terjebak dalam rencanaku sendiri , memalukan ' batin putri dengan geram juga kesal.

__ADS_1


__ADS_2