
Ihihi, author bawa novel on going lainnya ๐. Dapat dilihat nih judulnya sudah berbau fantasi jadi jangan heran kalau ada unsur yang โtidak masuk akalโ ya!.
Itu covernya yaa, untuk sinopsisnya ada di bawah ini ๐.
Ia terpaksa melewati waktu karena dewa pencabut nyawa salah menyabut nyawa dirinya , akhirnya dewa reinkarnasi memberi dirinya kesempatan untuk memperbaiki kehidupan pertamanya.
Belum sempat ia mengeluarkan seluruh argumentasi nya , ia sudah berada di sebuah tempat yang lumayan kuno.
Dimanakah ia berada?.
***
Prolog? di bawah ya ๐.
Pov protagonis wanita
harus menerima kenyataan pahit, ia melihat perselingkuhan pacarnya dengan sahabatnya.
Namun daripada melabrak ia lebih memilih untuk pergi dari sana, menurutnya ia hanya perlu memutuskan pacarnya.
Di lubuk hati yang paling dalam ia bersyukur karena ia selamat dari pacarnya yang ternyata memang buaya darat yang mengaku setia.
Sudah berkencan dengan dirinya juga sahabatnya, di masa kencan mereka pacarnya juga sangat sering dilabrak dirinya dengan seorang gadis tengah berc*uman di tempat umum dulu dia memberi alasan bahwa ia khilaf, namun sekarang.. bukankah ini yang disebut buaya darat?.
Ia dulu masih sabar menunggu buaya daratnya berubah, namun realita tak semudah khayalan.
Ia malah melihat sang pacar berselingkuh dengan sahabatnya, cukup sudah kesabarannya saat ini!.
Ia kini tengah berada di taman kota melihat hamparan rumput yang hijau, banyak anak anak berlari kesana kemari namun tiba tiba tubuhnya tumbang begitu saja.
Ia sempat melihat bahwa orang orang di sekitarnya semuanya berlari mendekat ke arahnya.
__ADS_1
Namun...
SLAP
Matanya menutup sempurna tiba tiba ada panggilan yang ia dengar melalui telinganya.
"Hey manusia bangun!"
Ia membuka matanya secara perlahan lalu spontan membulatkan matanya pasalnya ia tidak mengenal tempat ini.
"Jangan terkejut, tapi kamu sudah m4ti ini kamu d-" ucapan cogan dengan sayap itu terpotong karena cerocosan diriku.
"Apa?! Umurku sependek ini? Omg! Kalau tahu begini tadi aku labrak aja dia, astaga! Aku masih kuliah bagaimana jika mama, papa sama Abang aku tahu?" Cerocosku memotong perkataannya.
Aku bahkan tidak tahu namanya namun hanya satu yang kutahu, dia bukan manusia! Tentu saja memang ada ya manusia yang memiliki sayap? Mana ada!.
"Berisik" ucap orang itu menutup telinganya, telinga orang itu pasti berdengung sangat keras kan aku tadi berucap begitu agak keras.
Eits! Bukan berarti aku bar bar hanya saja aku 'sedikit' bar bar.
"Siapa kau?" Tanyaku kemudian lalu menatap orang itu, yah dia cogan!.
Sebagai seorang gadis tentu saja aku mengidam idamkan cogan, setiap hari aku mencari cogan walau aku sendiri sudah memiliki pacar.
Yah.. apa salahnya? Kan hanya sekedar cuci mata. Aku kan hanya sekedar melihat saja, tak melakukan apapun.
"Baru bertanya tentang aku? Aku dewa reinkarnasi" jawabnya.
Seketika kata oh terlintas di benakku, tentu saja! Bukankah aku sudah bilang dia bukan manusia.
"Sebenarnya temanku dewa pencabut nyawa salah mencabut nyawamu, seharusnya nenek tua yang berada di sekitarmu lah yang meninggal" terang dewa itu tanpa basa basi busuk.
Mendengar hal itu aku jadi merasa kalau dewa itu orang yang cukup to the point.
__ADS_1
"Mana temanmu? Bisa bisanya dia ceroboh dalam mencabut nyawa orang! Dia fikir aku tidak ada keluarga? Asal dia tahu! Aku anak kesayangan mereka , bagaimana perasaan mereka? Kenapa temanmu itu merenggut kebahagiaan orang?".
Tanpa memikirkan apapun aku berucap begitu tanpa jeda hingga membuat dewa itu menggeleng pelan entah apa tanda dari gelengan dewa itu.
Lalu dewa itu terlihat memejamkan matanya dan seperti menarik seseorang lalu..
TYAP
Cahaya terang berada di depanku tiba tiba ada orang yang sama , seorang cogan dan memiliki sayap namun.. ia membawa kapak di tangannya.
Sifat maupun sikapku memang kekanak Kanakan namun otakku lebih dewasa dari sifat yang ku miliki.
Aku yakin dia itu dewa pencabut nyawa yang mencabut nyawa ku.
"Dewa! Aku tahu aku ini hanya manusia biasa namun bisa kau fikirkan bagaimana sedihnya keluargaku terutama kedua abangku? Bentar lagi dia nikah tapi aku?.. Sekarang mama itu perempuan sendiri di keluarga inti! Bagaimana dewa sepertimu bisa salah? Tolong! Tugasmu itu berbahaya , jangan ceroboh".
Aku makin marah ketika melihat pelaku dari kejadian tiba tiba yang aku alami namun balasan dari dewa pencabut nyawa itu sangat mencengangkan.
"Aku tidak tahu, aku fikir kau yang harus ku cabut nyawanya" begitu balasan dewa pencabut nyawa.
Mendengar balasan yang tak masuk di akal aku berniat menjambak rambut dewa itu , sudahlah aku tidak peduli! Siapa yang jadi korban disini? Dia yang salah mencabut nyawa!.
Sepertinya dewa reinkarnasi melihat keadaan yang hampir baku hantam.
Ia langsung berucap "kamu akan ku kirim ke tubuh salah satu Puteri bangsawan di kehidupan pertamamu , selesaikan masalah mu yang belum tuntas disana".
"Hey! Apa maksudmu? Setidaknya beri tahu aku kemana aku akan-".
Belum sempat aku mengeluarkan seluruh argumentasi yang aku simpan aku keburu hilang akibat sihir dewa itu.
________________________
Ihihi, barangkali ada yang minat baca ๐คญ. Silahkan tap profil author lalu pencet karya yang memiliki cover seperti itu ya!.
__ADS_1
Author menanti kedatangan kalian~.