Menikah Dengan Tuan Muda Yang Dingin

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Dingin
BAB.22. kepulangan kiran.


__ADS_3

kini berminggu minggu berlalu liburan sekolah kiran juga sudah berakhir...


kini kiran pun pulang menaiki pesawat pribadinya.


"hah , sekarang aku sendiri lagi ,menyebalkan " ujar putri sambil meratapi pesawat yang ditumpangi kiran menjauh.


rian yang ikut menemani putri tidak sengaja mendengar apa yang dibicarakan putri.


"kau mau menemaniku di kantor ?" tanya rian tanpa menoleh pada putri.


"memangnya boleh ?"tanya putri


" ya boleh kalau kau mau "jawab rian .


seketika itu wajah putri yang tadinya sedih langsung berubah menjadi bahagia.


"mau ikut tidak ?" tanya rian dengan nada meninggi.


"ya aku mau ikut " jawab putri antusias.


"ayo " ujar rian berjalan menuju mobil meninggalkan putri.


"ish tungguin napa ?!" teriak putri sambil berlari mengejar rian.


sementara dari kejauhan fahri yang melihat nonanya mengejar tuannya hanya bisa tersenyum dan mengucapkan harapan di dalam hatinya..


"semoga nona bisa membuat tuan menjadi pribadi yang lebih hangat ".


lalu rian dan putri masuk ke dalam mobil , putri yang akan mengunjungi perusahaan pratama terus melihat ke kaca mobil.


tak berselang lama mobil pun berhenti putri pun langsung keluar ...

__ADS_1


saat itu juga putri terkejut karena perusahaan pratama lebih besar daripada yang ia bayangkan.


"kenapa kau terkejut?!" ujar rian yang baru keluar dari dalam mobil.


"t-tidak apa apa " ucap putri.


lalu rian pun langsung berjalan masuk ke perusahaan pratama.


"mari non " ajak fahri.


lalu putri pun berjalan di depan fahri ...


semua karyawan yang melihat putri menunduk karena mereka sudah tau betul siapa wanita yang ada di depan mereka.


"emmm fahri kemana kita akan pergi ?" tanya putri yang sudah bingung kemana arah yang harus ia tuju.


"biar saya tunjukkan nona " jawab fahri sambil tertawa kecil.


"nona ini ruangan tuan silahkan masuk" ujar fahri mempersilahkan putri untuk masuk terlebih dahulu.


"baiklah ,terima kasih fahri " ucap putri yang masuk ke ruangan rian terlebih dahulu...


kemudian setelah putri masuk fahri pun masuk..


"fahri cepat bawa berkas berkas ini ke manager " titah rian .


"baik tuan" ujar fahri yang lalu mengambil berkas dari meja rian lalu pergi meninggalkan putri dan rian berdua.


"apa kau akan terus berdiri " ujar rian yang tetap menandatangani berkas berkasnya .


"kau bahkan tidak melihat lalu bagaimana kau bisa tau ?" tanya putri penasaran.

__ADS_1


"terkadang orang tidak membutuhkan mata untuk melihat " jawab rian.


"sekarang duduklah " imbuh rian .


beberapa menit kemudian fahri pun masuk ke ruangan rian.


akhirnya putri pun duduk di sofa yang berada di ruangan rian ...


setelah itu tidak ada perbincangan sama sekali diantara mereka...


akhirnya putri mengambil ponsel dan mengirimkan pesan pada seseorang...


kadang di sela ia menjawab pesan itu ia tertawa dengan keras membuat rian dan fahri bingung.


"apa kau gila sehingga kau tertawa sendiri " ujar rian tetap tanpa ekspresi .


"apa aku salah hanya karena aku tertawa !" balas putri.


'oh good sekarang aku akan melihat pertengkaran seorang pasutri ' batin fahri yang hanya bisa menghela nafas.


"fahri kau katakan pada nonamu itu jika orang tertawa sendiri setauku itu hanya orang gila" ujar rian yang kini menatap putri dengan tatapan yang tajam.


"nona kata tu--" ucapab fahri terpotong .


"fahri katakan pada tuanmu itu setauku orang sedingin dia hidup bersama beruang kutub !" tegas putri.


"tuan no--" ucapan fahri terpotong lagi.


"katakan pada nona mu itu setiap orang memiliki sifat yang berbeda beda " tegas rian .


"fahri katakan pada tuanmu itu , seharusnya ia berada di kutub utara mungkin ia cocok jika berada di sana !!" ujar putri.

__ADS_1


'bagus aku terjebak di sini , apa dayaku aku harus mendengar ocehan tuan dan nona ' batin fahri yang hanya bisa meratapi nasibnya yang malang.


__ADS_2