Menikah Dengan Tuan Muda Yang Dingin

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Dingin
BAB.5. kelulusan yang tidak di inginkan (REVISI)


__ADS_3

Matahari bersinar terik cahayanya memasuki kamar putri, putri pun sudah siap untuk menjalani hari baru dimana ia sekarang sudah menjadi seorang tunangan orang.


Setelah putri siap ia turun untuk sarapan juga untuk berpamitan pada kedua orang tuanya.


Ia mengatakan kalau ia juga ingin berjalan untuk sampai di universitasnya.


Sehingga kali ini tidak ada yang menunggunya, hari ini suasana hati putri sedang sangat baik, hingga ia bernyanyi di sepanjang jalan.


Jelas itu karena dirinya pasti tidak akan melihat Rian seharian ini.


Ketika sampai ia disambut oleh suara melengking sahabatnya tiara, sontak putri menutup telinganya.


"Aaa selamat pagi put sahabatku tersayang," teriak tiara dengan girangnya.


"Selamat pagi ar," balas putri melepas tangannya perlahan, yah ia sudah terbiasa dengan sikap tiara.


"Selamat untuk pertunanganmu juga ya!" ujar tiara lagi.


"Hus jangan keras-keras! Lagipula ini hanya pertunangan bukan sebuah pernikahan," balas putri mengingatkan.


"Ish iya-iya sahabatku," sahut tiara


lalu mereka pun berjalan ke kelas mereka sambil tertawa riang.


Mereka pun sampai ke kelas dan menduduki tempat masing-masing, beberapa saat kemudian guru mereka datang.


"Anak-anak hari ini kita akan belajar biologi buka halaman 102 sekarang!" ujar mis ria guru biologi putri juga tiara, putri dan Tiara pun segera menuruti perkataan gurunya tersebut.


Beberapa saat kemudian..


Tring tring, waktunya istirahat darling!


"Put ayo kita ke kantin!" seru tiara mengajak putri.


"Ayo," jawab putri mengiyakan ajakan sahabatnya.


Mereka pun pergi ke kantin akan tetapi sayangnya saat di tengah perjalanan mereka terhenti melihat sebuah kerumunan.


"Kerumunan apa itu put?" tanya tiara mengernyitkan keningnya.


"Aku juga gak tau Ar," jawab putri, akhirnya ketika ada seorang siswa yang keluar dari kerumunan tiara menghentikannya.


"Apa yang terjadi? Kenapa banyak sekali siswa disitu?" tanya tiara pada siswa itu.


"Di sana ada papan yang menyebutkan nama siswa dan siswi yang lolos lebih cepat dari kuliah ini, mereka benar-benar hebat! Ah, saya pergi dulu. Saya juga termasuk di dalam nama itu jadi saya ingin mengabari orang tua saya. Permisi," jawab siswa itu dan kemudian ia pergi.


Dapat dilihat bahwa ia sangat senang.


"Ayo put kita lihat," ajak tiara yang langsung bersemangat.


"Ya, ayo," jawab putri yang merasakan kekhawatiran mendalam ketika mendekati papan itu.


Mereka pun mendekat berdesak-desak dengan siswa dan siswi lain lalu akhirnya sampai di depan papan.


"Ah.. Tiga peringkat utama itu viana merlinda, fiola adelia, putri amanda wijaya," ucap putri membaca tanpa menyadari bahwa ada namanya disitu.

__ADS_1


"Tunggu put disitu ada nama mu," balas tiara dengan terkejut.


"Oh ya kau benar. HAH APA?!" seru putri tak kalah terkejut, ya memang putri adalah salah satu dari siswa dan siswi yang terpintar.


'cih aku malah lulus lebih cepat , tidak menguntungkan' batin putri.


"Selamat put, meski kita harus berpisah sih," ujar tiara dengan sedih tapi masih mencoba tersenyum.


"Selamat dari mana sih ar? Aku malah mendapat 2 kesialan, yang pertama berpisah darimu yang kedua aku harus menikah lebih cepat. Padahal baru kemarin tunangannya! Kau tau? mama dan papaku bisa menyiapkan pernikahan dengan cepat," bisik putri pada tiara pelan.


Hingga kemudian para murid yang mengantri sedari tadi mendorong dan mendesak hingga putri dan tiara keluar dari sana.


Hari yang dijalani dengan senang oleh putri malah membawa kesialan baginya.


Saat jam pulang putri meminta supir untuk menjemputnya, tidak begitu lama putri menunggu supir pun datang untuk menjemputnya.


Putri pun masuk ke mobil dan mobil itu melaju, lalu ia sampai di rumah, ia masuk dengan langkah yang lemas karena ia mendapat kesedihan yang mendalam.


Ia pun masuk ke kamarnya tanpa mengganti pakaiannya, lalu putri pun berteriak dengan sangat keras beruntung tidak ada yang mendengar karena memang kamar itu kedap suara.


Dengan emosi putri berteriak hingga tertidur sendiri.


Putri bahkan tertidur dengan posisi duduk memegang kepala, ia sungguh tidak ingin menikah tapi apa daya kelulusannya malah tiba lebih cepat.


Mengapa dunia begitu kejam? Sekarang putri malah menyesali kalau dia adalah murid pintar. Padahal semua murid, ingin menjadi murid pintar.


Karena, murid pintar adalah murid kesayangan para guru.


Di sisi lain sepasang suami istri yang baru selesai mengambil ijazah anaknya dengan sangat bersemangat ya itu adalah mama mila dan papa alfin, padahal putri belum memberitahunya tapi ia sudah tau saja.


Lalu dengan segera mama mila menelfon mama alexa saat dia sudah berada di mobil.


"Lexa akhirnya kita bisa merancang pernikahan rian dan putri, aku senang sekali," ucap mama mila.


"Iya mil aku juga senang banget," balas mama alexa.


Sedangkan di sisi lain keadaan rian sangat membingungkan, setelah mendengar tentang kelulusan putri, ia terlihat sangat gusar dan memarahi fahri tanpa alasan.


"Fahri! Jangan lelet!" seru Rian keras.


'sebenarnya tuan muda kenapa sih aku kan tidak terlambat , yang terlambat kan alden bukan aku'batin fahri.


"Iya tuan maaf," balas fahri pasrah, ia tak ingin melawan sang tuan muda, bisa-bisa ia didepak.


‘udahlah fahri bilang iya iya aja’ kata fahri dalam hati.


Tak hanya bertenti di situ saja, fahri juga dibuat pusing sendiri melihat atasannya yang selalu mondar mandir tidak karuan, yang bahkan sudah 30 kali dihitungan fahri.


'apakah tuan muda tidak pusing berjalan mondar-mandir seperti itu terus?' batin fahri.


"Fahri menurutmu bagaimana dengan..." sebelum rian selesai berbicara, sebuah dering memotongnya.


kring kring


Rian pun mengangkatnya tertulis nama papa bastian.

__ADS_1


"Halo pa," jawab rian datar, terlihat sekali bahwa ia sudah bad mood.


"Rian, putri lulus lebih cepat jadi sejarang pergi memilih baju pengantin pernikahan kalian dilaksanakan 3 hari lagi! Kau tidak boleh menolak," ucap papa bastian, setelah itu papa bastian menutup telefon nya.


Seketika wajah Rian bertambah beku.


"Kenapa tuan?" tanya fahri memberanikan diri.


"Tidak usah di fikirkan, sekarang lebih baik kau cari nomor telefon putri, cepat!" jawab rian tegas.


"Baik tuan," balas Fahri cepat.


Setelah itu fahri pamit untuk mencari informasi tentang nomor telefon putri, beberapa menit kemudian.


tok tok tok.


"Masuk," kata rian yg kini sudah berkutat dengan laptopnya.


"Tuan saya sudah menemukan nomor telefon nona muda," ujar fahri.


"Baiklah berapa nomornya?" tanya rian cepat.


"087xxxxxx3xx" ujar fahri membacakan hasil penelusurannya.


"Baik silahkan keluar," ucap rian,


setelah itu fahri keluar dan rian memasukkan nomor putri.


sementara di rumah putri masih tertidur, kemudian...


kring kriing


Putri pun terbangun, ia menguap sesekali dan melihat layar hp nya


ternyata ada panggilan dari orang yang tidak dikenal.


'siapa ini'batin putri.


kemudian putri mengangkat telefon itu lalu...


di sambungan telefon


"Halo ini siapa ya?"


"Rian,"


"kenapa kau menghubungiku hah Dan dari mana kau tau nomor ku?!"


"Tidak penting dari mana ku tau, sebaiknya kau bersiap tepat jam 6 sore nanti aku akan menjemputmu!"


Note: yang kalimatnya miring itu kalimatnya Rian, dan yang biasa itu kalimatnya putri.


Setelah itu rian memutuskan sambungan telefon nya, kini banyak pertanyaan di benak putri


apa rian sudah tau semuanya? Kenapa ia meminta putri untuk menemuinya? itu adalah pertanyaan putri yang hanya bisa dijawab Rian.

__ADS_1


__ADS_2