Menikah Dengan Tuan Muda Yang Dingin

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Dingin
BAB.8. Hari pernikahan (REVISI)


__ADS_3

Dengan cepat hari pun berlalu...


Kini tiba hari dimana putri dan rian akan menikah, mereka menikah di sebuah gedung mewah berdekorasi serba merah.


Begitu selaras dengan gaun yang dipakai rian juga putri karena gaun yang mereka pilih juga berwarna merah, pas sekali bukan?


Mereka terlihat sangat anggun, semua teman kuliah putri juga rekan kerja rian hadir disana, pernikahan itu terlihat sangat meriah.


'sekarang aku sudah sah menjadi istri es balok ini ,hari ini aku memulai hidupku yang baru'batin putri.


kemudian...


"Put, selamat ya!" ucap tiara yang sedang berjalan ke arah putri dengan senyuman yang merekah.


"Kau tau ini bukan keinginanku ar," balas putri tersenyum pedih.


"Ya tenang aja lah, soalnya biasanya sih pernikahan karena perjodohan itu berakhir happy ending," sahut tiara.


"Itukan cuma dari novel yang kamu baca doang Ar!" seru putri yang hanya dibalas senyuman oleh Tiara.


Acara itu berjalan dengan lancar, semua tamu sudah pulang, saat ini putri dan rian sedang menuju ke rumah baru mereka.


Karena sangat kelelahan akhirnya putri tertidur di dalam mobil, pasalnya disaat semua orang menikmati pestanya, dia nampak masih sangat kesal, itu membuat ia tak ikhlas menyambut tamu yang datang, karena itulah kelelahannya bertambah Lima kali lipat.


Beberapa menit setelah putri tidur..


"Put kita sudah sampai ayo turun," kata rian yang masih tak tau bahwa putri tertidur, yah salahnya sendiri yang tak menoleh pada putri.


"Put," tegur rian lagi, akan tetapi tetap tidak ada jawaban hingga membuat Rian berdecak kesal.

__ADS_1


"Putri!" teriak rian sambil menoleh ke arah putri.


"Hah, ternyata dia tertidur, dasar gadis yang merepotkan!" keluh rian memandang dingin pada putri.


Pada akhirnya rian menggendong putri menuju rumah baru mereka, setelah menaiki tangga rian dan putri sampai di kamar mereka.


Rian pun membaringkan putri ke ranjang, lalu ia tidur tepat di sebelah putri. Yaa, Rian hanya ingin meyakinkan sang mama jika ia dan putri sedang bermalam. Fahri pun masih ada di luar untuk memantau, itu perintah mama Alexa.


Mereka tertidur lelap, yah tentu saja tamu yang datang di pernikahan mereka sangat banyak belum lagi wartawan yang meminta penjelasan.


Jika dipertimbangkan ini adalah hari yang paling melelahkan bagi mereka berdua.


Hari itu pun berlalu keesokannya sinar matahari menusuk mata putri, ia terbangun dan...


"Loh?" teriaknya lirih sebab tak mau Rian terbangun.


'kenapa aku sampai di sini ,kemarin tidak terjadi apa apa kan ?'batin putri.


Setelah itu putri pun hendak melangkah menuju kamar mandi akan tetapi ia lupa ini rumah baru, putri belum tau dimana kamar mandinya.


Akhirnya ia kembali ke ranjang dan menggoyang tubuh pria yang kini sudah menjadi suaminya.


"Rian bangun katakan dimana kamar mandinya?" tanya putri.


Eian pun membuka matanya meski masih terlihat sangat redup, sungguh Rian sendiri masih ingin tidur lebih lama.


"Di sudut kamar di sebelah kanan ada kamar mandi," jawab rian masih dengan mata yang redup.


"Untuk lemari bajunya berada di dekat kamar mandi," ujar rian lalu langsung memejamkan matanya, kapan lagi ia bisa menikmati hari libur?

__ADS_1


Sebagai ceo ia tak bisa semena-mena meninggalkan pekerjaan, ia harus membimbing dan membuat segala urusan di perusahaan.


Kini putri kembali melangkah ia berjalan menuju sudut kanan kamar, setelah itu ia memasuki kamar mandi.


Beberapa saat kemudian putri pun keluar dibalut handuk ia mulai memilih bajunya, setelah siap ia mencoba keluar kamar dan melihat-lihat tentunya tanpa membangunkan Rian.


Ia menuruni tangga dan sampai di ruang tamu ia terus berjalan melewati dapur dan putri pun melanjutkan tournya.


Sedangkan di kamar..


Rian yang merasa bahwa dirinya tak terbiasa bangun siang dan sudah tak bisa tidur lagi setelah putri membangunkannya pun segera mandi.


rRan pun turun sampai di bawah ia melihat bi vina salah satu pembantunya.


"Dimana putri?" tanya rian singkat.


"Aduh maaf, saya tidak tau tuan," jawab bi vina, Rian hanya melirik sebentar dan melanjutkan perjalanannya.


Akhirnya rian pun terus berjalan dan menemukan putri sedang duduk di taman belakang yang ia tanami dengan bunga mawar.


Melihat keantusiasan putri dengan bunga, rian pun tersenyum samar dari jauh melihat putri yang sedang duduk di taman itu, putri mirip dengan mamanya. Itulah mengapa Rian sempat tersenyum tadi.


Tiba-tiba putri pun menoleh ke belakang.


"Lho rian gak kerja?" tanya putri dengan alis mengkerut.


"Aku tidak boleh bekerja terlebih dahulu," jawab rian mendekat pada putri.


"Emang boleh? Kan tugasmu itu mengontrol perusahaan, harusnya tiap hari dong?" tanya putri lagi.

__ADS_1


"Ini kemauan mama dan papa,"ujar rian, ia tak berbohong, karena memang itu adalah permintaan papa bastian dan mama alexa.


__ADS_2