Menikah Dengan Tuan Muda Yang Dingin

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Dingin
BAB.37.pov (adrian) AKU JUGA MENYAYANGIMU #2


__ADS_3

entah kenapa aku sangat ingin mendapat hatinya , apa yang sudah terjadi padaku ? , aku bahkan sampai tidak mengenali diriku yang ini ?.


hari ini aku mendapat undangan dari salah satu klien untuk menghadiri sebuah pesta. aku fikir ini kesempatan untuk mendekatkan diriku padanya akan tetapi semua terbalik.


aku malah menyakiti dirinya dengan merebut kesuciannya tanpa seizinnya.


aku menyangka dia akan sangat sedih dan marah padaku ..


"astagaa apa yang ku lakukan aku menyakitinya !!" tegas ku sambil menoleh pada putri yang masih tertidur.


akhirnya aku memutuskan berangkat lebih awal ke perusahaan.


aku tergesa gesa hingga aku sampai di lantai bawah melihatku dengan tanda tanya.


"rian !! kau mau kemana ??" teriak oma.


"adrian pratama !!!" tegur papa bastian karena melihatku tidak menjawab oma.


akhirnya aku berhenti dan berbalik .


"kau mau kemana ??" tanya oma lagi.


"ke perusahaan oma " jawabku mencoba tenang.


"kenapa tergesa gesa ?" tanya mama alexa.


"karena aku harus menghadiri rapat penting sebentar lagi ma " jawabku berbohong.


"rapat sepagi ini ?" tanya papa bastian mulai curiga.


"iya pa , rian berangkat ya !!" ujarku mencoba lari dari masalah.

__ADS_1


aku menelefon fahri untuk segera datang karena aku yakin papa malah akan semakin curiga saat aku pergi sendirian.


tak begitu lama fahri datang dengan nafas yang tersenggal senggal dan keringat yang bercucuran.


"ayo setir mobilnya !!" perintahku pada fahri.


"b-baik tuan " ujar fahri .


lalu aku dan fahri memasuki mobil . di dalam mobil fahri mulai bertanya.


"kenapa anda berangkat sepagi ini ?" tanya fahri.


"apa aku salah karena terlalu disiplin ?" jawabku dengan tajam.


"tidak tuan " jawab fahri yang terdengar dengan nada yang cukup pasrah.


di dalam mobil aku hanya bisa menatap jendela sambil berkata di dalam hatiku.


"kenapa aku tidak mengenali diriku sendiri !!!" teriakku dengan mengacak acak rambutku sendiri.


fahri yang melihatnya hanya bisa diam karena aku yakin ia sudah tau kalau aku benar benar marah.


"fahri !! kau sudah mengabari para karyawan untuk datang bukan !" ujarku dengan sedikit menekan kata katanya.


"s-sudah tuan " jawab fahri dengan sedikit gugup.


"kenapa kau gugup seperti itu !!!" tegurku .


"tidak mengapa tuan " ucap fahri fokus ke jalanannya .


setengah jam kemudian kami berdua sampai ..

__ADS_1


saat aku masuk aku melihat seorang karyawan salah memasuki ruangan karyawan lain.


aku mendatanginya dan memarahinya , entah kenapa moodku jadi down.


meski aku tau dia pasti sedang mengantuk dan ia hanya membuat kesalahan kecil . aku tetap memarahinya.


fahri yang menatapku dari belakang hanya bisa mengernyitkan dahi dan membuang nafas dengan panjang.


aku selalu memarahi karyawan sepanjang langkahku.


setelah aku memasuki ruanganku aku malah menjadi lebih down saat melihat kursi yang pernah diduduki oleh putri .


kursi itu membuatku teringat kesalahanku semalam.


aku pun mengusap wajahku dengan kasar.


hari berlalu kini sudah hampir malam .


aku jadi penasaran apa yang dilakukan oleh putri saat ini .


aku menghubungi mata mata putri dan memerintahkannya untuk memberitau apa saja yang putri lakukan seharian ini.


ia mengatakan setelah putri turun ia menjadi sangat murung lalu ia pergi menuju sebuah taman dan bercerita pada sahabatnya , setelah berbicara pada sahabatnya putri langsung pulang dengan tergesa gesa dan melihat rekaman cctv . setelah itu putri menangis dan berteriak histeris.


itu membuatku menjadi serba salah bagaimana aku bisa lupa untuk menghapus rekaman cctv itu.


fahri menyarankan padaku untuk segera pulang. aku merasa ia benar seharusnya aku tidak lari dari masalah .


aku memutuskan untuk pulang , aku ingin meminta maaf pada putri tapi malah dia memutuskan pergi ke rumah orang tuanya.


aku diminta untuk mengantarnya , keesokan harinya aku mengantarnya dan entah kenapa hatiku sangat sakit saat melihat dia pergi.

__ADS_1


moodku menjadi sangat down , di perusahaan maupun dirumah aku selalu memarahi semua orang bahkan sampai membuat mama alexa dan oma ketakutan , dan tidak berani menatapku.


__ADS_2