
Sementara itu, di tempat gelap dengan minim pencahayaan, masih dapat terpantul bayangan gadis yang mengenaskan.
Ya, benar Putri masih disekap, ia bahkan tidak diberi asupan makanan atau minuman sama sekali.
"Bagaimana, apa menjadi miskin itu enak? Setidaknya sesekali kau harus merasakan ini, sang tuan putri," tanya amel tersenyum sinis.
"Ke-napa k-kau melakukan i-ini padaku, kau itu sahabatku, apa salahku padamu?" ucap putri lirih.
"Wah, hebat! kau bahkan tidak bisa berteriak lagi," ujar amel bertepuk tangan dengan keras.
"Dan kau bilang apa? Aku sahabatmu ? Aku? Hahahah maaf aku hanya mengenalimu sebagai musuhku saja bukan sahabatku! Kau hidup di dunia layaknya putri raja tanpa bisa mengenali seseorang, bukankah itu sangat menyenangkan?" sarkas amel menatap pada putri yang sedang menangis.
Amel benar, dengan kondisi putri yang dibesarkan layaknya putri raja, maka ia tak akan bisa mendeteksi karakter orang sendirian. Bahkan, ia pun tumbuh jadi gadis yang lugu, kedua orangtuanya selalu menjaga dirinya dari yang namanya ‘penjahat’ meski ia berada di lingkungan rentan diincar.
Sebagai satu-satunya ahli waris keluarga Wijaya, serta istri dari pewaris tunggal keluarga Pratama, jelas sudah banyak musuh yang akan mengincarnya.
Melihat putri yang makin menangis amel pun tertawa dengan sangat keras.
"Hahaha, menyenangkan sekali melihatmu menangis seperti ini! Bukankah ini adalah kondisi langka disaat kau menangis terus-menerus, sang putri?" ujar amel tertawa keras.
"K-kau jahat m-mel!" ucap putri sedikit keras.
__ADS_1
"Apa? Aku tidak peduli kau menyebutku apa! yang terpenting aku bisa mendapat rian beserta seluruh hartamu dari dirimu," ucap amel tertawa kencang.
'apa yang membuatmu seperti ini mel ! , dulu kau sangat baik padaku !!, lalu kenapa sekarang tidak !!' batin putri menangis.
"Pfft, sekarang aku harus pergi, yah aku akan menemani rian," ujar amel berbohong untuk memanas manasi putri. Rencana Amel tidak meleset, di detik yang sama putri terlihat terkejut.
"Kenapa? Terkejut? aku akan menemaninya ditempat tidur! Kau tau, dia benar-benar sangat gagah. Aku pergi dulu ya byee ~ " ujar amel meninggalkan putri yang menangis terisak-isak.
' apa rian terpengaruh ? , apa yang dikatakan amel benar ?' batin putri menangis dalam diam. Hanya ada suara tetesan air mata putri yang menemaninya menangis.
Sementara itu...
Rian dan semua orang yang ada di dalam mobil turun di sebuah gang yang bisa terbilang sempit, hingga mereka harus berjalan untuk melewati gang itu.
"Saya yakin tuan ini gang nya," jawab fahri mengangguk tanda kepastian.
"Pelankan suara kalian, jika orang yang menyulik putri tau kita disini, mereka akan waspada, bukan tak mungkin jika mereka akan membawa ‘wanitaku’ ketempat lain," bisik rian dengan suara sepelan mungkin.
Mereka semua memutuskan menunggu para pengawal mereka di luar. Sebelum kemari rian menyuruh fahri untuk menelefon para pengawal untuk mendatangi mereka.
Mereka semua diam tanpa suara, Tiara yang semula gentar karena baru mengetahui bahwa sahabatnya diculik kini diam seribu bahasa agar sahabatnya selamat.
__ADS_1
'putri semoga kau selamat !!! , aku tidak ingin kehilangan sahabat terbaik sepertimu !! ' batin tiara mengingat pengalamannya dengan putri, dari kehidupan prasekolah sampai sekarang.
'put !!, kau harus selamat !! , kau itu sahabat terbaikku yang paling best !! ' batin tiara lagi.
tak lama menunggu para pengawal keluarga pratama datang .
"Jalan," bisik rian setenang mungkin, mereka semua pun berjalan melewati gang sempit itu, semua orang itu berjalan sepelan mungkin agar tidak menimbulkan suara sama sekali, saat hampir mendekati sebuah gudang tua mereka mendengar suara pukulan.
BAK BUK PAK
Mereka saling bertatap pandang lalu berlari masuk ke gudang itu, saat memasuki gedung itu mereka langsung berteriak secara bersamaan.
"Putri!”
Mereka terkejut melihat putri yang terkapar dengan darah yang bercucuran di tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan pada istriku?!" teriak rian lalu memukuli para penculik itu. Di tengah-tengah fahri langsung menggantikan tuannya untuk berkelahi.
"Tuan, selamatkan nona! Kondisi nona lebih darurat daripada urusan ini!" teriak fahri membuat Rian melihat ke arah putri.
Rian lalu berlari menggendong putri dan keluar menuju mobilnya, dia menaruh putri disampingnya, rian lalu rian mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Ia bahkan tak peduli jika dirinya harus berurusan dengan kepolisian sesudah ini.
__ADS_1
Ia membawa putri ke rumah sakit pribadi keluarga pratama, sampai disana putri langsung ditangani oleh beberapa dokter.
Rian pun menghubungi semua keluarganya untuk memberitahu bahwa putri sudah ditemukan dan sekarang mereka sedang berada di rumah sakit keluarga pratama.