Menikah Dengan Tuan Muda Yang Dingin

Menikah Dengan Tuan Muda Yang Dingin
BAB19. kedatangan rian


__ADS_3

"biasanya seorang gadis yang menikah dengan orang kaya tidak pernah merasa kesepian karena yang diinginkannya hanya harta" ujar rian datar sambil menatap langit dari jendela.


sementara fahri hanya diam mendengar tuannya yang sedang berbicara .


"fahri siapkan mobil ku sekarang aku ingin pulang " ujar rian.


"baik tuan " ucap fahri .


kemudian fahri pun melangkah menuju parkiran mobil yang berada di dalam perusahaan .


'tdi katanya tidak mau pulang sekarang berkata lain , apa tuan sudah mulai menyukai nona ya ?? ' batin fahri.


"fahri kenapa kau diam seperti itu ?" tanya rian yang menatap pada fahri.


"maaf tuan " jawab fahri .


lalu fahri pun membuka pintu mobil untuk tuannya dan menyetir .


setelah beberapa menit menempuh perjalanan mereka sampai di rumah utama keluarga pratama.


di ruang tamu kedatangan rian juga sudah disambut


"riab ke kamar " uhar rian yang langsung pergi menuju kamarnya dan putri.


"hah ayah dan anak sama saja " ujar mama alexa.


"iya kau benar alexa" ucap oma . kemudian mereka menghembuskan nafas dengan panjang.


"tapi aku penasaran dulu aku memanggil bastian dengan beruang kutub , kira kira putri memanggil rian apa ya ?!" gumam mama alexa .


sementara rian yang sudah sampai di kamarnya langsung duduk di sofa dan melepas lelahnya.

__ADS_1


di lantai bawah....


"ma ,pa oma putri sama kiran udah sampai !!" seru putri .


"selamat datang " ujar oma dan mama alexa secara bersamaan .


mereka pun saling pandang dan tertawa kecuali bastian yang hanya tersenyum tipis.


"ya sudah sayang ke kamarmu sana kami rasa ada hadiah" ujar oma menatap pada putri.


"baik oma " ucap putri dengan bersemangat sambil membayangkan itu hadiah seperti apa.


saat ia masuk ia tdak melihat apapun di tempat tidurnya ia juga tidak meliht di sofa.


sementara rian yang tiba tiba melihat putri masuk dan terlihat mencari sesuatu bertanya,


"hei gadis kecil kau mencari apa ?!" bentak rian.


" mencari apa kan bukan urusanmu" ucap putri tak mau kalah sengit.


lalu dengan perlahan putri membalikkan badan .


"hey singa kenapa kau kemari ?!" bentak putri.


"ini kamarku " ujar rian yang mencoba meredam emosi karena ia baru ini dibentak oleh seseorang.


lalu dengan santainya rian duduk di tempat tidur sambil menyilangkan kakinya.


"seharusnya aku yang bertanya kenapa kau berada di kamarku!"ucap rian .


"cih , mereka mengantarku kemari, jika kau mau aku akan pergi "ucap putri kesal putri pun melangkah ke almari pakaian untuk mengambil beberapa pakaian.

__ADS_1


tapi rian mencegahnya dengan menarik tangan putri sehingga putri terjatuh di pelukan rian.


"kau tidak usah seperti itu aku hanya mengerjaimu" ucap rian dengan hati berdetak kencang.


"lagipula tidak ada orang yang bisa masuk ke kamarku tanpa ijinku , jadi aku sudah mengijinkanmu " terang rian datar sambil melepaskan putri dari pelukannya.


"kau itu benar benar singa di kutub utara!!" kesal putri lalu memalingkan wajahnya .


"terserah kau saja " ucap rian.


karena kesal akhirnya putri keluar sambil mengutuki rian .


ia terus berjalan hingga sampai di belakang rumah.


"bagus sekarang dimana ini ?!" ucap putri karena memang putri hanya pernah ke beberapa kamar ,ruang tamu juga ruang makan.


sekarang putri melihat kesana kemari setelah itu ada orang yang memanggilnya.


"kak kenapa kau disitu" ujar kiran.


"ran aku tersesat" ucap putri menghampiri kiran.


"lah ini rumah bukan hutan kak " ucap kiran sambil tertawa..


"ini tidak lucu tahu" ucap putri yang kini bertambah kesal.


"ya sudah ayo ikut aku , aku akan membawamu berkeliling" ucap kiran.


putri pun mengangguk dan mengikutinya.


"oh ya kak emang kakak tidak pernah berkeliling di rumah ini ?"tanya kiran.

__ADS_1


"sudah pernah tapi hanya beberapa ruangan karena aku sudah capek" ucap putri sambil melangkah mengikuti kiran.


"begitu ya " ujar kiran


__ADS_2