
''Maa....Aku pulang....'' teriak Alira ketika sudah sampai rumah.
''Hah?! kapan rumah gue sebagus ini?!'' kata Alira lirih ketika melihat rumahnya yang sudah tertata rapih dengan dekor yang hasilnya sangat memuaskan.
''Loh nak, sudah pulang? ayo cepet masuk kamar, mandi, bersihin muka kamu, terus istirahat ya nak...''
kata Mama yang sifatnya sangat berubah drastis.
''Ouw... iya ma.. Terus ini rumahnya kok di dekor ada apa mah?'' tanya Alira meminta penjelasan mamanya.
''Nanti kamu juga tahu, nak...'' kata Mama
''Ih mama suka banget main Tebak tebakan deh'' kata Alira sambil memonyongkan bibirnya.
''Haha... sudah sudah, cepat sana kekamar dan istirahat'' kata Mama.
''Iya mama Yang sangat sangat bawell... blweee''
kata Alira sambil mengeluarkan lidahnya
''Durhaka ya kamu anak Mama...'' kata mama mengejek dan mereka tertawa bersama sebelum kekamar masing masing.
'Ada apa yah?' batin Alira kembali bertanya namun pikirannya segera dihempaskannya lagi.
__ADS_1
'' Ah... sudah ah... lebih baik aku mandi, shalat dan kemudian tidur.. hoamm..'' kata Alira sambil mengambil handuk yang ada di ruang ganti.
Malam dirumah Arya
''Ma.... mama.... aku laper ma....'' teriakan seorang anak muda lelaki, yang berteriak dengan suara serak khas bangun tidur. Ya, itu adalah Arya yang tidur sejak ashar.
''Mandi dulu nak, habis itu shalat maghrib, shalat nya jangan dilupakan, nanti masuk neraka loh.. oh iya... kamu kalau sudah mandi, shalat, makan, habis itu ke ruang ganti ya, ganti celana rumah kamu sama jas set'' kata mamanya setelah mendapati anaknya dengan muka bantal.
''Astaghfirullahaladzim... ini udah maghrib mah?! kenapa gak bangunin mahhh!!!!" kata Arya tergesa gesa sambil berlari ke arah kamarnya.
"Astaghfirullah... ada ada saja anak muda itu..." kata Mama sambil tertawa renyah.
''Sudah mandi nak?'' kata Papa.
''Hey, jangan dingin dingin gitu, nanti calon istrimu ngeluh'' kata Papa mengejek.
''Emang aku mau nikah Pa? Ma? sampai punya calon istri begitu'' kata Arya dengan mode biasanya, cuek.
''Hufft, sudah sudah berantemnya, Arya, makan ini, dan setelah ini ambil jas di ruang ganti ya'' kata Mama menengahi pertengkaran antara Ayah dan Anak tersebut.
''Alright mom'' jawab Arya dengan tangan kanannya yang membentuk 'O'
Dirumah Alira
__ADS_1
''Aliraa, Aliraa, dimana sih kamu dek? Cepet bangun atau nggak kukasih uang jajan bonus nih'' Teriak seorang laki-laki muda yang suaranya hampir mirip deep voice.
''Hoaamm, iya kak, aku bangun'' kata gadis yang keluar kamar dengan muka bantal nya.
''Maa, mau ada apa sih?'' kata Alira bertanya pada Mamanya lagi.
''Nanti kamu tau Nak'' kata Mama singkat karena sibuk dengan baju yang akan dipakai Alira nanti.
''Hufft, Ok ma''
Dirumah Arya
''Arya, kamu sudah siap nak? Kalau sudah ayo, kita berangkat sekarang'' kata laki-laki yang berumur setengah abad itu. Ya, itu Papanya.
''Udah Pa..'' jawab Arya sambil mengancingkan kancing jasnya.
Kali ini Arya terlihat lebih tampan dari biasanya, baju bagian atasnya kemeja putih dengan jas hitam yang senada dengan celana panjangnya yang berwarna hitam.
''Yuk berangkat, Mama sudah tidak sabar bertemu calon besan Mama pa'' kata Mama seperti berbisik pada papa.
''Let's go, Family'' kata Papa sambil berjalan ke mobil yang akan mengantar ia dan keluarga ke rumah calon Besan dan calon Menantu nya.
Kira kira bagaimana ekspresi Alira ketika tahu mereka dijodohkan? tetap baca ''Menikahi Tuan Muda Yang Dingin'' yah guys jangan lupa like, comment, and fav.
__ADS_1
Good night Reader.