Menikah Dulu Jatuh Cinta Kemudian

Menikah Dulu Jatuh Cinta Kemudian
MDJCK Bab 10 #Cemas, khawatir dengannya.


__ADS_3

Pagi ini, Arata dan Arya di paksa untuk segera mendaki sesuai perintah dari Kakek.


Arya yang masih belum siap karena keadaannya yang masih memprihatinkan. Tubuhnya lemah karena tendangan Arata benar-benar mematikan beberapa sel dalam tubuhnya.


Arata menatap sinis ke arah Arya yang sedang susah dan payah mengepak barang-barangnya.


"Heerhh...!"Arata mendengus kesal. "Mengapa aku harus menikahi pria lemah sepertinya sih!" umpat Arata dalam hati.


Arya membalas tatapan sinis Arata. Arya pun hanya bisa menaiki salah satu bibirnya sambil mengumpat dalam hati. "Cih, bagaimana aku bisa membina rumah tangga dengan wanita siluman ini. Tidak dapat di percaya!"


"Apa lihat-lihat! Mau gua sepak lagi!?" ketus Arata.


Arya hanya memutarkan bola matanya dengan malas. Dia sangat malas untuk berdebat lagi dengan istri tercintanya itu.


Di depan pintu, biksu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Di benar-benar tidak menduga jika, pasangan elit, pasangan sultan, pasangan elegan, benar-benar tidak bermoral hanya karena ketidak cocokan satu sama lain. Hilang sudah wibawa mereka di depan mata biksu.


Usai selesai mengepak barang-barang, Arata dan Arya bersamaan keluar dari kamar.


Pintu yang sempet membuat mereka harus ada yang mengalah satu sama lain. Biksu mengira jika mereka akan bertengkar dan ribut untuk keluar terlebih dahulu. Tapi... Ternyata hal yang tidak terduga adalah ...


"Sayang, silahkan kamu keluar duluan," ucap Arya dengan manis.


Arata pun membalas senyum Arya," Terima kasih sayang," balas Arata manis.


Begitulah mereka, wibawa nan elegan adalah nomor satu. Mereka siap bersandiwara seperti apa yang penting semua orang tahu jika nama baik keluarga Mereka adalah hal yang paling penting.


Yang mereka tidak tahu adalah, sebenarnya biksu sudah mengetahui kebusukan mereka. Biksu tahu jika mereka berdua hanyalah sedang bersandiwara jika semua baik-baik saja. Biksu hanya bisa tersenyum dan mengikuti permainan Arata dan Arya.


"Sangat disayangkan karena kalian harus segera pergi dari sini, padahal kami masih sangat ingin menjamu kalian. Tapi mau bagaimana lagi, kakek ingin segera kalian untuk mendaki," ujar biksu.


"Oh, hohoho... Biksu, saya harap anda bisa memakluminya, kakek menginginkan cucu segera, dan itu pun yang sedang kami inginkan," ucap Arata sembari menatap Arya.


"Ah, iya sayang. Aku juga benar-benar tidak sabar melihat perutmu membuncit dan melahirkan seorang putra untukku," balas Arya dengan rasa ingin muntah.


Biksu hanya tersenyum geli melihat sandiwara Arata dan Arya.


"Oya, bagaimana dengan keadaan dek Arya, apakah masih sakit?" tanya Biksu basa-basi.


"Oh, hohoho... Suami saya sudah sangat baik. Hmm, maafkan saya, karena salah melihat saya jadi harus menendang barang sensitif kamu sayang. Sungguh semalam aku seperti melihat ular di dekat kamu," jelas Arata dengan ekspresi memelas.


"Tidak papa sayang, aku sungguh sangat memakluminya. Terima kasih karena kamu sudah sangat khawatir denganku," balas Arya dengan hati yang berapi-api dengan sandiwara yang di lakukan istri tercintanya.

__ADS_1


"Maafkan saya, sungguh ini adalah kelalaian kami. Kami tidak mengecek dulu apakah air permandian aman atau tidak," ujar Biksu ikut berakting, dia berekspresi seperti merasa sangat bersalah.


"Sudah tidak papa biksu, mohon jangan merasa begitu. Yang terpenting saat ini adalah kami baik-baik saja," ujar Arya.


Takut jika matahari semakin tinggi, Arata dan Arya pun langsung bergegas untuk mendaki.


Beberapa jimat telah di berikan. Biksu mendoakan supaya Arya dan Arata selamat mendaki dan bertemu dengan biksu Tong. Biksu yang sangat sepuh.


Ini adalah star awal, baru beberapa kilo mereka mendaki, Arya nampak tersengal-sengal karena lelah.


Arata hanya bisa tersenyum kecut.


"Jangan harap saya akan membantumu! Urusi saja urusan kita masing-masing. Saya akan menunggumu disaat kita sudah akan sampai ke diaman biksu tong. Kita berpisah disini!" ujar Arata yang langsung memotong jalan Arya.


"Tunggu!" teriak Arya yang melihat Arata berbelok dari arah peta.


"Apa!?" balasnya cetus.


"Jangan lewat pintas! Ini hutan, lewat jalan yang sesuai sama peta saja," ujar Arya memberikan saran.


"Jalan ini juga ada di peta. Kalo di lihat-lihat, jalan ini lebih cepat menuju biksu Tong!" sahut Arata tak ingin kalah.


"Heh, Lo lewat sini saja. Gua duluan," sahutnya dengan senyum sinis.


Arata pun dengan semangat berjalan duluan dan meninggalkan Arya yang terlihat sangat kelelahan.


Arya duduk sejenak di bawah pohon rindang. Usai memulihkan tenaga, dia berniat untuk melanjutkan perjalanan. Tapi ketika akan melangkahkan kakinya, Arya terdiam.


Arya terlihat sangat bingung. Dia pria yang sangat tidak suka dengan jalan pintas, tapi istrinya telah jalan duluan ke jalan pintas.


Setelah beberapa menit berada dalam fase dilema, akhirnya Arya memutuskan untuk mengikuti jalan Arata. Entah mengapa rasa cemas itu ada.


Jalan pintas ini benar-benar tidak bagus, jika anda tidak berpengalaman mendaki, lebih jalan lewat jalan pintas ini, pikir Arya.


Setelah beberapa jam melangkah, Arya masih belum juga melihat sosok Arata membuat hatinya tambah merasa tidak tenang.


"Kanguru...! Kanguru....!" teriak Arya tiba-tiba menyebut nama panggilannya untuk Arata masa-masa sekolah dulu. Entah mengapa kini rasa cemas itu semakin mencuat.


Hati Arya benar-benar berkata jika sepertinya Arata sedang tidak baik-baik saja.


Dalam analisis pengamatan Arya, dia menemukan jejak kaki Arata. Jejak kaki Arata sedikit aneh karena, tanah memperlihatkan jika pijakan kaki Arata dalam sebelah, ini dapat di simpulkan jika salah satu kaki Arata tidak benar-benar menginjak tanah, bisa jadi jika salah satu kaki Arata terluka.

__ADS_1


Hati Arya semakin tidak karuan ketika menganalisis itu. Dia semakin memperhatikan sekitarnya untuk mendapatkan petunjuk lainnya.


"Kanguru....! Kanguru...! Di mana kamu!? Kanguru...!?" teriak Arya frustasi tetapi dia tidak gentar untuk menemukan Arata.


"Sipuuuut.... Sipuuuuut.... Tolong aku....!" teriak Arata dari suatu tempat.


Arya yang mendengar suara Arata pun langsung mencari dengan gila di sekitarnya, karena suara itu seperti tidak jauh dari tempatnya saat ini.


"Kanguru.... Kamu dimana!?" teriak Arya kembali.


"Aku ada dibawah kamu sipuuut...!" balas Arata.


Mendengar itu, Arya pun langsung mencari kebawah tanah. Sampai akhirnya Arya melihat sebuah lubang besar. Sepertinya itu bekas sumur yang tidak terlalu dalam namun tetap sulit untuk di naiki jika tidak di bantu dari atas.


"Kanguru! Apa kamu lakukan di bawah sana!?" tanya Arya.


"Apa kamu buta! Aku terperosok kebawah sini. Arya, tolong aku, berada di dalam sini aku tidak suka," sahut Arata dengan air mata yang mulai menetes. Sungguh Arata sangat takut.


"Tunggu sebentar,!" teriak Arya langsung mengambil sebuah tali dari dalam tasnya. Beruntung persiapan sepele seperti ini di pikirkannya matang-matang sebelum dia pergi.


"Kanguru! Aku akan menarik kamu, pegangan yang erat!" teriak Arya.


Arata sudah mengikat tali itu ke tubuhnya. Karena jika mengandalkan tangan itu tidak mungkin karena tangan Arata sedang terkilir karena terperosok kedalam sumur kosong itu.


Arya dengan susah dan payah berusaha seorang diri untuk menarik Istrinya. Arya yang selama ini terlihat lemah, benar-benar menunjukan kelakiannya ketika sang betina dalam keadaan terancam.


Setelah berusaha dengan semaksimal mungkin, akhirnya Arata dapat naik ke atas.


Arya langsung menghampiri Arata yang terlihat sangat lelah dan pucat.


Kakinya terus mengeluarkan darah segar meski sudah di perban.


"Hiks ... Hiks.. Siput, aku sangat takut," ucap Arata yang langsung memeluk erat Arya. Wajahnya benar-benar pucat dan terlihat lemah.


"Kaki kamu kenapa!?" tanya Arya cemas.


Belum Arata menjawab, dia sudah pingsan duluan membuat Arya benar-benar panik di buatnya.


"Kanguru...! Kanguru..! Kamu baik-baik saja kan, hey! Buka mata kamu... Kanguru.......!" Arya benar-benar cemas tidak tahu harus berbuat apa.


Di tengah hutan, tidak ada sinyal dan tidak ada siapapun, Arya benar-benar merasa sangat marah di buat cemas seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2