Menikah Dulu Jatuh Cinta Kemudian

Menikah Dulu Jatuh Cinta Kemudian
MDJCK Bab 02 #Permainan H*t dimobil


__ADS_3

Pagi yang sangat cerah menyinari dua hati pasutri(pasangan suami-istri) yang sedang di dalam gejolak mematikan. Arata dan Arya saling menatap tajam ketika mereka menuruni anak tangga.


Penampilan white busana membuat dua pengantin ini seperti mawar putih yang baru mekar.


"Selamat pagi Tuan, Arya!?" Arata menyapa dengan lembut namun matanya tak lepas dari penilaiannya terhadap penampilan Arya.


"Pagi juga Nona, Arata. Apakah tidur anda nyenyak semalam?"


"Hm ... Sepertinya aku butuh belaian supaya tidurku lebih nyenyak." Arata mendekati Arya dan mengelus pipinya dengan kukunya yang sedikit panjang.


"Heh, apakah Anda membutuhkan belaian hangat dari suamimu ini!?" Arya memegang tangan Arata dan mencium punggung tangannya.


"Uh, manis sekali. Tapi sayang, aku tidak suka dengan pria yang tidak pandai memasang dasinya." Arata sambil membenarkan dasi Arya.


"Em, sayang sekali, Nona. Padahal, meski aku tidak pandai memasang dasi, tetapi aku pandai memasang senjataku ditempat yang tepat!" Arya mengedipkan matanya.


"Ugkh!" pekik Arya ketika Arata menekan dasi Arya sampai mencekik lehernya.


"Ups! Maafkan saya, Tuan. Hmm, sepertinya saya terlalu bersemangat." Arata tersenyum puas.


Arya mengendorkan dasinya dan tersenyum sinis.


"Bersemangat!?" Arya mengerutkan keningnya.


"Yah! Tentu aku harus bersemangat saat ini. Karena aku harus bekerja lebih keras untuk menjatuhkan dirimu. Huf, ini pasti akan sangat menyenangkan. Kemenangan di tangan aku adalah 80%, karena aku adalah wanita tercerdas, terhebat dan pastinya tak terkalahkan," ujar Arata sambil membenarkan sanggulnya.


"Ckck ...!" Arya terkikik mendengar ucapan Arata.


"Why!?" tanya Arata.


"Hmm ... Lihatlah dirimu, apakah menjadi Nyonya Arya membuat Anda harus berdandan seperti ini. Aku sangat yakin, dandanan ini untuk menyakinkan ketua supaya Anda terlihat sangat bangga menjadi Nyonya Arya. Banyak wanita di luar sana yang menginginkan status ini."


"Hahaha ... Ups!" Setelah tertawa lebar Arata menutup mulutnya.


"Maaf, tapi dengan berat hati harus saya katakan. Saya berdandan seperti supaya ketua melihat betapa seriusnya saya untuk mempertahankan pernikahan ini. Saya tidak yakin, tetapi saya percaya jika penampilan bisa mendatangkan cuan!"


Setelah berkata-kata, Arata langsung berjalan memunggungi Arya.


Arya yang tidak mau kalah langsung berlari dan ....


"Hay! Apa yang kamu lakukan!?" pekik Arata yang terkejut dengan sikap Arya yang sudah kurang ajar mengambil tusuk rambutnya sehingga rambutnya yang sudah tersanggul rapi langsung terurai.


"Baby, aku akan katakan kepada mereka jika istri saya sangat-sangatlah penurut sehingga dia mengutamakan penampilan yang sesuai dengan selera Suaminya! Hahahahaa...." Setelah mengatakan itu, Arya pun langsung berlari keluar meninggalkan Arata yang masih terbengong.


"Aryaaaaaaaaaa ...!" Arata pun berlari mengikuti Arya ke dalam mobil yang dikirim oleh Kakeknya Arya. Tidak ada waktu lagi bagi Arata untuk membenarkan sanggulnya. Jika sampai Arata terlambat, maka dia akan mendapatkan satu cap hitam. Jika sampai 9 cap hitam menyusul, maka sudah di pastikan jika Arata akan kalah.


Arata melihat Arya yang tertawa terbahak-bahak tanpa suara di dalam mobilnya. Arata berjalan dengan hentakan kaki yang sangat khas sampai-sampai Arya dapat mendengar hentakan kaki Arata yang menggema.


"Silahkan, Nyonya!" Pak supir membukakan pintu untuk Arata.


Dalam satu mobil dengan musuh pasti membuat suasana hati berkecamuk tidak karuan. Arata mendengus naik turun naik turun untuk mengontrol emosinya.


"Istriku, engkau sangat memukau dengan rambut yang terurai. Lakukan ini setiap hari, maka aku tidak akan melirik wanita manapun di dunia ini terkecuali dirimu," ujar Arya membelai lembut rambut lurus Arata.

__ADS_1


Arata tak dapat berkutik karena Pak supir di depan mereka adalah Pak supir yang diutus oleh kakeknya Arya.


"Tentu, suamiku. Apapun yang kamu mau, jangankan rambut yang terurai, bibir basah pun akan aku berikan," jawab Arata yang mengikuti permainan Arya. Bahkan, dengan beraninya Arata menyenderkan tubuhnya ke tubuh Arya dengan menonjolkan sesuatu yang empuk di sana.


Arya tak percaya jika musuhnya seberani ini memamerkan belahan dadanya yang tak cukup besar.


"Mundurlah!" bisik Arya terlihat sangat geram.


"Ssshhhtt .. Ah, sayang! Geli, kamu mengigit telinga aku." Arata tersenyum puas melihat wajah Arya yang memerah karena malu.


"Sayang, jika kamu ingin jangan di sini," lanjutnya Arata dengan senyum yang sangat manis.


Arya melihat ke kaca dimana Pak supir tertahan untuk tertawa.


Arya langsung mendelik ke arah Arata supaya dia menjauh darinya.


"Menjauhlah sebelum aku menendang mu dari mobil ini!" bisik Arya mengancam Arata.


Dengan senyum yang sangat manis, Arata pun menggeserkan bokongnya ke sisi mobil.


Namun, Arata dengan sengaja mendorong tubuhnya sendiri dengan kasar ke sisi mobil.


"Aahk! Sayang, mengapa kamu mendorong aku!?" teriak Arata meringis kesakitan.


Mendengar ada sesuatu yang aneh, Pak supir pun langsung membuka suaranya.


"Nyonya, apakah Anda baik-baik saja!?" tanya Pak supir cemas, bahkan dia meminggirkan mobilnya untuk memastikan sesuatu.


Arya ternganga tidak percaya dengan apa yang keluar dari mulut nenek sihir yang ada di sampingnya itu.


"Pak, jangan dengarkan wanita ini. Saya tidak melakukan apa pun!" jelas Arya dengan malas.


"Tuan, saya diperintahkan oleh ketua untuk menjaga kalian sekaligus memantau keadaan kalian. Jika memang anda ingin melakukan itu di sini, saya bisa menutup pembatasnya. Nyonya, Sering-seringlah berhubungan karena ketua ingin segera memiliki cicit," sahut Pak supir yang telah salah faham.


Kesimpulan dipikiran Pak supir adalah, dia mengira jika Arata malu melakukan hubungan intim karena ada dirinya di dalam mobil. Sedangkan Arya marah karena Arata enggan untuk melakukan hubungan itu kepada dirinya. Saol ****, lelaki sangat dimaklumi.


Arya tersenyum dan memiliki ide buruk di otaknya.


"Terima kasih, Pak! Saran Anda sangat membantu. Aku ingin tutup pembatas sekarang juga karena aku sudah tak tahan untuk mengeksekusi istri saya tercinta ini," sahut Arya tersenyum manis ke arah Arata.


Arata yang mendengar itu pun langsung menggelengkan kepalanya dengan kuat.


"Baik, Tuan!" jawab Pak supir.


Arata seperti ingin berbicara sesuatu, tetapi sudah terlambat.


Pembatas telah tertutup, bahkan semua kaca telah di tutup doubel supaya suasana remang-remang dapat dirasakan Arata dan Arya.


"Sayang, bantu aku melepaskan ini. Aku sudah tak tahan!" ucap Arya yang membuka sepatu hitam mengkilapnya.


"A-apa yang ingin kamu lakukan, sayang!?" Arata masih berakting baik karena kemungkinan Pak supir masih mendengar suara mereka.


Namun, dengan tiba-tiba Arya menarik tangan Arata ke dalam pelukannya dan menjejel/ memasukkan koas kaki yang dia pakai ke mulut Arata dengan paksa.

__ADS_1


"Emmmphh ... Emmmphh....!" suara Arata yang ingin memberontak.


"Huusst, jangan berisik sayang! Nikmatin saja permainan saya," suara berat Arya terdengar sangat menggoda.


Pak supir yang mendengar tanda-tanda gempa akan mulai, dia memberi kode kepada Tuannya.


"Tuan, Nyonya, bersenang-senanglah. Saya akan mengaktifkan mode kedap suara. Setelah ini, saya tidak akan mendengar suara kalian. Selamat bersenang-senang."


Setelah mendengar itu, Arya mencoba mengecek.


"Pak..! Pak...! Woy ... bapak jelek, hitam, gembrot!" teriak Arya sangat sadis, tetapi sepertinya Pak supir benar-benar tidak mendengarnya.


Arya tersenyum Joker ke arah Arata.


"Eemmpphh...!" Arata seperti ingin bicara sesuatu, namun tak bisa karena mulutnya di sumpal koas kaki milik Arya dan tangannya diikat pakai dasi Arya dengan kuat membuatnya tidak bisa berkutik.


Setelah semua dirasakan aman, Arya langsung mengambil koas kakinya.


"Emmph .. huaaah, hah,hah!" Arata mengambil napas dan membuang bau kaos kaki Arya yang sebenarnya wangi.


"WOY SETAN! APA YANG LOE LAKUKAN KE GUA HAH!" teriak Arata terlihat sangat marah membara.


"Hahaha ... Apakah kamu kini masih sangat bersemangat, sayang!?" ejek Arya dengan tangannya menggoyang-goyangkan jarinya ke arah telapak kaki Arata.


Arata langsung mendelik dan mencoba untuk melawan. Tapi karena tangannya diikat dia tidak bisa berlari karena mereka berada di dalam mobil.


Dengan ganas, Arya menggelitik kaki Arata menggunakan sepuluh jari yang ada di tangannya.


"Huuaaaaa... hahahahaaaaa... Ampun, lepaskan Gua setan! Dasar Arya bajingan! Hahahahaaaaa!" Arata menggeliat tidak karuan karena menahan geli.


"Ini untuk kamu dasar si nenek lampir, si tukang mulut ember, si tukang adu domba!" Araya dengan semangat membalas semua perilaku Arata terhadap dirinya.


Karena benar-benar sudah tidak tahan, akhirnya Arata mencoba bergerak dengan sisa-sisa tenaganya.


Arata mengeluarkan jurus kaki ninja-nya untuk menendang perut Arya.


BUGH!


Arya pun terpental membentur sisi mobil.


"Ahk!" pekik Arya.


Kesempatan ini Arata gunakan untuk menindih Arya dan mengunci pergerakannya menggunakan tubuh dan kaki kudanya.


"Sayang, izinkan aku yang mengambil alih permainan!" Arata tersenyum Barbie Anabel.


Dengan sedikit usaha lagi, akhirnya tali yang mengikat tangan Arata dapat ia dilepaskan.


Arya tersenyum hambar.


"Sayang, aku tadi hanya bermain-main sa...... Huaaaa...hahahahaha... Ampuuuun!" Arya langsung menjerit ketika Arata memulai aksinya.


"Rasakan ini dasar pria kolot! Pria jorok!pria licik! Pria kejaaam! Hahahaha..." Arata tertawa sangat puas karena berhasil mengembalikan keadaan.

__ADS_1


__ADS_2