Menikah Dulu Jatuh Cinta Kemudian

Menikah Dulu Jatuh Cinta Kemudian
MDJCK #Bab 23


__ADS_3

Pagi hari, sebuah mobil mewah datang ke kuil. Itu adalah mobil yang di tugaskan untuk menjemput Arya dan Arata.


Arya baru terbangun, terkejut ketika dia melihat dirinya yang tidur di luar.


Ada selimut dan ada bekas api unggun.


"Siapa yang melakukan ini?" batin Arya.


Tidak lama, Yhosi datang menghampiri Arya yang masih belum sepenuhnya sadar.


"Selamat pagi, Tuan. Ini adalah pakaian untuk anda. Jemputan anda sudah datang, di harap bergegas karena kakek ketua ingin segera bertemu," ujar Yhosi dengan sangat sopan sambil membungkukkan badan.


Arya mengerutkan keningnya.


"Ada apa dengan mu!? Mengapa cara bicaramu aneh sekali!?" tanya Arya yang masih tidak mengerti "apa".


"Kemarin saya adalah pembimbing anda. Tapi sekarang, karena Nyonya Arata sudah hamil, jadi tugas saya sudah selesai," jelas Yhosi.


Sekarang, Arya baru ingat jika istirnya telah di nyatakan hamil sebelum dirinya menyentuhnya.


Arya pikir semua itu hanya mimpi, tetapi kenyataannya tidak berubah meski dia sudah minum arak yang banyak.


"Lalu, kenapa kamu bicara begitu kepada ku? Tidak perlu sungkan karena ku tetap akan menganggap mu teman," ucap Arya.


"Tidak, Tuan. Sekarang anda adalah Tuan muda kami. Sudah sepatutnya saya menunjukan rasa hormat saya," ujar Yhosi.


Karena tidak ingin berdebat, Arya pun hanya bisa menghela nafas berat.


"Baiklah, terserah mu saja mau bagaimana. Sini bajuku! Aku akan membersihkan diri dulu," ucap Arya yang langsung mengambil setelan jas mahal yang di bawa oleh Yhosi untuknya.


Sepertinya, Arya masih tidak sadar jika dirinya telah mengatakan yang sebenarnya kepada Yhosi tentang Arata yang hamil bukan anak darinya.


Usai mandi dan membersihkan diri, kini Arya keluar dengan wajah dinginnya. Seolah-olah mengatakan pada dunia jika dirinyalah sang penguasa. Arya terlihat sangat berbeda setelah mengenakan pakaian mahalnya. Terlihat lebih berwibawa dan angkuh.


Walau sebenarnya itu bukanlah sifat Arya. Karena Arya tidak sekaku dan seangkuh itu. Semua ini karena situasi yang benar-benar tidak dapat dia terima tetapi kini dia mau tidak mau harus melakukan ini. Sandiwara lagi, lagi dan lagi.


Semua orang menunduk hormat kepada Arya ketika dia berjalan ke arah mobil. Sampai detik ini, Arya sama sekali tidak melihat, membangunkan, mengunjungi Arata yang masih berada di dalam kamar.


"Bangunkan, Dia!" perintah Arya.


Shani pun langsung bergegas ke kamar Arata berniat untuk membangunkannya.


Yhosi yang melihat keangkuhan Arya hanya bisa terdiam dengan seribu rahasia yang dia tahu.


Arya melirik gelagat Yhosi dari dalam mobil.


Yhosi yang berdiri di samping mobil terlihat sangat gelisah seperti ingin ada yang di bicarakan. Itulah pikiran Arya.


"Ada apa, Yhosi? Apakah ada yang kamu katakan!?" tanya Arya tiba-tiba membuat Yhosi terkejut.


"Ah, tidak Tuan!" sahut Yhosi.


"Aku akan ke rumah sakit terlebih dulu sebelum kembali ke rumah. Aku akan memastikan terlebih dulu apakah benar istriku benar-benar hamil. Jika sampai diagnosa mu salah, maka kamu akan menerima akibatnya," ucap Arya terlihat sedikit mengancam.


"Saya akan menanggung segala resikonya, Tuan. Tetapi saya sangat yakin jika Nyonya Arata benar-benar hamil. Untuk usianya sendiri, saya memang tidak dapat memastikannya," jelas Yhosi.

__ADS_1


Mendengar keyakinan Yhosi tentang kehamilan istrinya benar-benar membuat mute pagi Arya menjadi tambah suram. Dia hanya mengepalkan tangannya dan berfikir apa yang akan dia lakukan selanjutnya jika sampai Arata benar-benar hamil.


...


Di sisi lain, Shani yang sedang membangunkan Arata sedikit kesulitan karena Arata masih enggan untuk bangun.


"Nyonya, anda harus segera bangun dan membersihkan diri. Supir telah datang untuk menjemput anda. Tuan Arya sudah menunggu anda di mobil," ucap Shani putus asa karena Arata sangat sulit di bangunkan.


Sebenarnya itu bukanlah Arata. Karena Arata adalah wanita yang sangat disiplin, mungkin itu adalah salah satu bawaan jabang bayi yang sedang dia kandung.


"Shani, apa yang kamu katakan. Mengapa kamu memanggilku seperti itu. Itu terdengar sangat aneh di telingaku," ucap Arata yang masih memejamkan matanya.


"Itu karena anda saat sedang hamil muda, jadi tugas aku sudah selesai. Saat ini anda adalah Nyonya muda kami," jelas Shani.


Mendengar jika Shani mengatakan dirinya sedang hamil, Arata pun langsung bangkit dan mendelik ke arah Shani.


"Apa!? Apa yang kamu katakan Shani, aku salah dengar bukan!?" tanya Arata terkejut.


"Benar, Nyonya. Anda sedang hamil," ucap Shani lagi.


Seketika senyum bahagia pun langsung mengambang pada sudut bibir Arata.


"Apakah kamu yakin Shani! Aku hamil?" tanya Arata kembali karena dia merasa tidak percaya.


"Benar, Nyonya!" sahut Shani.


Arata pun langsung mengelus perutnya dan tersenyum sangat bahagia.


"Di mana suamiku sekarang!?" tanya Arata antusias. "Apakah dia tahu jika aku hamil?" tanyanya lagi.


Apa? Dia tahu jika aku sedang hamil tetapi dia tidak mau membangunkan aku. Hem.. suami macam apa dia! batin Arata mengumpat.


"Baiklah, aku bersiap 10 menit. Tunggu aku di luar," ucap Arata antusias.


"Baik, Nyonya!"


....


10 menit telah berlalu, Arata benar-benar terlihat cantik dengan pakaian yang sudah di siapkan untuknya. Sebuah dress warna pink dusty dengan sepatu heels yang tidak terlalu tinggi, dan rambut yang di urai, membuat mata Arya tidak berkedip sesaat.


Arata berjalan anggun menghampiri mobil sambil tersenyum tipis tanda bahagia yang mendalam. Dia merasa tidak sabar untuk membagi kebahagiaan dengan Arya.


ketika Arya melihat Arata mengelus perutnya dan tersenyum bahagia. Dia langsung memalingkan wajahnya dan kembali angkuh.


Saat Arata masuk ke dalam mobil, dia tersenyum ramah ke Arya dan berniat ingin menyapanya.


"Se..." terhenti.


"Pak, langsung jalan!" ucap Arya memotong pergerakan lidah Arata.


Arata yang melihat wajah musam Arya pun langsung tersentak kaget. Arata melirik suaminya yang sama sekali tidak menunjukan ekspresi bahagia. Yang ada hanya ekspresi kaku dan seperti ingin segera melenyapkan dirinya.


Jantung Arata seketika merasa sakit melihat keangkuhan Arya.


"Apakah dia tidak senang dengan kehamilan ku? Apakah dia...!?" Beribu-ribu pernyataan melintasi benak Arata, tetapi dia sendiri gengsi untuk bertanya.

__ADS_1


Alhasil, di sepanjang perjalanan pulang mereka hanya saling diam dan tidak menyapa satu sama lain.


....


Setelah melewati perjalanan yang panjang akhirnya mereka sampai di sebuah rumah sakit besar.


"Loh, mengapa kita ke sini. Apakah kamu ingin memeriksa perkembangan calon anak kita,?" tanya Arata antusias. Arata tidak percaya jika sebenarnya Arya sangat perduli dengan dirinya dan juga calon bayi mereka.


"Aku harus memastikan sesuatu!" sahut Arya dingin.


DEGH!


Jantung Arata seketika terasa sakit ketika dia mendengar jawaban Arya.


Apakah dia? Apakah dia benar-benar tidak senang dengan kehamilanku? batin Arata.


Arata berjalan mengikuti langkah kaki Arya ke dalam sebuah ruangan USG.


Tanpa basa-basi, tanpa ingin berkonsultasi terlebih dulu, Arya meminta Dokter untuk langsung memeriksa Arata tanpa banyak bertanya.


"Selamat siang, Tuan. Ada yang dapat saya bantu,?" tanya Dokter.


"Langsung lakukan tugasmu. Bukankah tugasmu untuk memeriksa kandungan. Aku ingin tahu apakah isteri saya ini hamil atau tidak!" tukas Arya dengan dingin membuat suasana ruangan itu menjadi sedikit canggung.


"Oh, baiklah Tuan. Akan segera saya lakukan, Nona, mari?" ujar Dokter wanita itu meminta Arata segera naik ke ranjang.


Setelah beberapa detik menempel alat ke perut Arata, langsung terlihat jika di layar monitor jika benar di sana ada sebuah janin yang sedang berkembang.


Arata, ketika melihat itu tidak dapat untuk tidak meneteskan air matanya. Dia sangat tersentuh dengan kehidupan kecil yang sedang ada di dalam perutnya.


Sedangkan Arya yang mengetahui jika istrinya benar hamil pun langsung pergi meninggalkan ruangan itu tanpa mengatakan sepatah katapun membuat Arata langsung sakit hati pada saat itu juga.


Apakah dia tidak percaya jika ini adalah anaknya? Apakah dia tidak mengingat kejadian itu? batin Arata menduga-duga.


Arata pun akhirnya membayangkan kejadian itu.


FLASHBACK.


Ceritanya..........


Seminggu sebelum mereka menikah, Arata dan Arya di minta untuk melakukan dinner bersama pada malam itu.


Karena itu adalah perintah dari Kakek, jadi mau tidak mau Arata dan Arya pun pergi untuk makan malam bersama.


Tetapi, setelah perjalanan jauh, Arya malah membawa Arata ke apartemennya.


"Arya, kenapa kita ke sini!?" tanya Arata.


"Gak usah mikir aneh-aneh deh! Siapa yang mau melakukan dinner romantis dengan wanita siluman seperti mu!" ketus Arya.


"Cih, dasar pria menjijikan!" umpat Arata kesal.


"Lalu kenapa kita ke sini! Aku tidak aku masuk ke dalam!" ucap Arata.


"Ya terserah jika tidak mau, aku tidak memaksa! Aku ke sini hanya ingin bersembunyi dari Kakek dan menenangkan pikiranku! Bagaimana bisa kakek menjodohkan ku dengan wanita sepertimu! Aish, aku tidak bisa membayangkan masa depanku yang akan hancur!" tukas Arya dan langsung turun dari mobil.

__ADS_1


Karena hari itu sudah sangat malam, akhirnya dari pada Arata mati kutu sendirian, dia memutuskan untuk ikut masuk ke dalam apartemen Arya.


__ADS_2