
Makan malam romantis akhirnya telah siap. Arata dan Arya benar-benar merasa jika mereka sedang melakukan dinner romantis.
"Shani dan Yhosi pasti telah bekerja keras untuk membuat ini," ujar Arya.
"Kamu benar. Mereka telah melakukan pekerjaan dengan baik. Kita harus membalas kebaikan mereka," sahut Arata.
"Apa kamu berfikir sama dengan ku. Kita buatkan mereka klinik terbesar di desa ini. Bahkan jika Yhosi mau, aku bisa buatkan rumah sakit besar di daerah sini," ujar Arya.
"Kamu sangat baik, aku juga akan ikut adil dalam pembangunan itu. Sangat di sayangkan, dia belajar dengan baik tetapi harus berakhir di sini. Meski dia sering mendapatkan panggilan di luar kota, tapi pasti akan membanggakan jika dia memiliki klinik ataupun rumah sakit sendiri," ujar Arata yang langsung memegangi kepalanya.
"Kamu kenapa?" tanya Arya.
"Ah tidak papa," sahut Arata cepat karena tidak ingin Arya khawatir.
"Minumlah dulu," ucap Arya sambil menuangkan air dari kendi.
Terlihat jika itu seperti air teh hijau. Tapi ketika Arata meminumnya, dia merasakan pahit yang luar biasa dan langsung menyemburkan air itu.
"Aaahh... Apa ini! kenapa rasanya pahit sekali. Huweek!"
" Benarkah!?" Arya yang penasaran pun langsung mencicipi air di dalam kendi itu.
"Uwh! Iya, kenapa bisa pahit sekali. Bukankah ini hanya teh hijau!?"
Arya akhirnya memutuskan untuk minum air yang ada di kendi satunya. Tapi ternyata, air itu bukan air putih seperti dugaan mereka. Bahkan rasanya pun sedikit pengar.
"Ah, apa ini!? Mengapa semua air minum di sini rasanya sangat aneh!?" ujar Arya.
"Ada apa?" tanya Arata.
"Rasa air ini sedikit pengar, aku benar-benar tidak suka!" jawab Arya.
Tidak lama karena mendengar keributan, Shani dan Yhosi pun datang untuk melihat.
"Ada apa ini Arya, Arata?" tanya Shani.
"Shani, mengapa air minum di sini rasanya aneh semua!?" tanya Arata.
"Owh, jadi begini. Minuman pahit ada campuran dari teh jahe dan juga lempuyang. Rasanya memang sedikit pahit. Minum ini sangat cocok untuk melakukan program hamil. Lalu, minuman yang sedikit pengar itu adalah rebusan ketumbar dan beberapa tanam lain, untuk Meningkatkan libido .Berdasarkan penelitian, khasiat ketumbar untuk pria yang mengonsumsinya adalah mampu meningkatkan libido atau gairah seksual," jelas Yhosi.
"Maaf jika rasanya memang sedikit menganggu lidah kalian. Tetapi ini baik untuk kalian," lanjut Shani.
Arata langsung memijit kepalanya yang terasa sangat pusing. Wajahnya pun terlihat sangat pucat.
Semua orang yang melihat Arata langsung khawatir.
"Sayang, kamu kenapa? Wajahmu terlihat sangat pucat. Kalian! Apa yang telah kalian berikan kepada kami!? Kenapa dia seperti ini setelah meminum jamu dari kalian! Jika sampai terjadi apa-apa dengan isteri saya, kalian akan tahu akibatnya!" hardik Arya yang terlihat sangat khawatir.
__ADS_1
"Tidak Arya, minuman itu tidak mengandung apapun yang berbahaya bagi tubuh. Kamu tenang saja, aku akan coba memeriksanya.
Arata terlihat semakin lemah dan memucat. Bahkan dia langsung pingsan ketika Yhosi akan memeriksanya.
"Sayang! Bagun sayang, ada apa denganmu!?" Arya terlihat sangat cemas dan khawatir.
"Arya, kita bawa dia ke kamar," ujar Yhosi menyarankan. Sambil tangannya ingin membantu membopong Arata tetapi di tegur oleh Arya.
"Apa yang kamu lakukan!? Aku mampu membawa istriku sendiri!" ucap Arya sinis.
Yhosi pun langsung mundur dan menundukkan kepalanya tanda meminta maaf atas kelancangannya.
Di dalam kamar, Yhosi langsung memeriksa Arata melalui denyut nadinya. Yhosi sudah mempelajari teknik tabib sejak dia kecil. Jadi Yhosi akan sangat paham tentang ini.
Setelah beberapa kali memastikan, Yhosi pun bangkit dan tersenyum.
Arya yang melihat Yhosi tersenyum pun langsung merasa terhina.
"Kenapa kamu tersenyum. Apakah menurut mu sakit istriku ada lelucon!" teriak Arya kesal.
"Tenang Arya, istrimu tidak papa," ucap Yhosi.
"Tidak apa-apa bagaimana!? Apakah kamu tidak lihat jika dia pingsan! Wajahnya saja sangat pucat! Jika tidak becus jadi dokter, sebaiknya tidak perlu jadi dokter!" hentak Arya lagi.
"Arya, tenangkan dirimu. Aku memang bukan dokter hebat. Aku hanya seorang spesialis ahli gizi saja. Tapi aku juga telah memperlajari bagaimana menangani orang sakit. Istrimu sedang hamil, selamat," ujar Yhosi memberi pernyataan.
"Usia kandungannya sekitar baru dua Minggu. Ini sangat rentan. Sebaiknya Arata langsung di berikan tempat yang nyaman untuk beristirahat," jelas Yhosi.
"Aku akan langsung menghubungi kakek. Dia pasti akan sangat senang sekali. Ternyata Arata sudah hamil sebelum dia datang ke sini," ujar Shani yang sangat antusias dan langsung pergi keluar untuk menghubungi kakek.
Yhosi pun yang tidak ingin menganggu Arata dan Arya memutuskan untuk keluar.
"Baiklah, aku akan keluar dulu. Sebaiknya temani dia beristirahat. Dia pasti akan merasa lebih nyaman," ujar Yhosi lalu pergi keluar.
Arya, dia masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Baru 2 Minggu mereka menikah tetapi Arata sudah hamil dengan usia kandungan 2 Minggu. Bahkan, yang lebih membengongkan adalah, Arya merasa jika dirinya sama sekali belum pernah menyentuh Arata dan memasukan pasukan maninya ke dalam rahim Arata.
Arya mengepalkan kedua tangannya dan meninju dinding sangat kuat. Rasa sakit, rasa kecewa, rasa terkhianati pun menjalar pada tubuhnya. Arya menangis dalam diam, terlihat dari matanya yang memerah dan juga nafas yang memburu.
"Arata... Kamu...!" pekik Arya menahan suaranya. Sungguh, jika dia tahu siapa pria yang telah menghamili isterinya saat ini juga dia pasti akan menemukan pria itu dan menghabisinya.
Arya menahan kekecewaan itu dan menatap wajah Arata yang sedang terlelap. Dia sungguh ingin sekali mencekik Arata sampai mati, tapi dia tidak bisa. Ini sungguh sangat menyakitkan baginya.
Arya, akhirnya dia hanya bisa tersungkur di pojokan dan menangisi dirinya sendiri. Di khianati musuh ternyata lebih sakit dari pada di tinggal seorang dia cintai yang menghilang dengan tiba-tiba.
Arya tidak serapuh ini ketika wanita yang dia cintai menghilang dengan tiba-tiba dan meninggalkan dirinya, dia adalah Lian. Teman Arya tetapi Arya telah jatuh cinta padanya ketika mereka duduk di bangku SMA. Di saat kelulusan sekolah, Arya berniat ingin mengutarakan cintanya, tetapi Lian tiba-tiba menghilang begitu saja.
__ADS_1
Arya meringkuk di pojokan dan meratapi nasibnya yang telah di kecewakan dua kali oleh wanita. Bahkan dia telah di kecewakan sebelum dia mengungkapkan isi hatinya.
*******
Di sisi lain, kabar kehamilan Arata langsung menyebar dengan cepat karena kakek yang sudah mendapatkan kabar bahagia itu, dengan tidak sabar mengabari semua orang untuk datang di acara syukuran yang akan dia adakan.
Bahkan, Kakek dengan tidak sabar menyuruh seseorang untuk segera menjemput kedua pasangan suami yang isteri yang sedang dia asing kan ke pulau terpencil.
"Hahaha... Selamat untuk mu, kita sebentar lagi akan menjadi kakek buyut," ujar Kakeknya Arata.
"Selamat juga untuk mu. Aku tidak percaya akan secepat itu Arata hamil. Berdoa di depan makam biksu tong memang sangat mujarab dan ampuh. Tidak sia-sia kita melakukan semua ini kepada cucu kita," ujar Kakeknya Arya.
"Yah, kamu benar. Meski dia telah tiada, tetapi karomahnya masih dapat di rasakan oleh orang-orang. Aku akan memperbesar makamnya dan menyelimuti dengan emas," ujar Kakeknya Arata yang terlihat sangat bahagia.
Padahal, yang mereka tidak tahu adalah, Arata memang sudah hamil sebelum mereka berdoa di depan makan biksu Tong.
*******
Malam-malam, Nyonya Yuan, Tuan Fang, Nyonya Shian dan juga Tuan Kim di kaget kan dengan suara helikopter yang datang ke pulau mereka.
"Ada apa ini!?" ucap Nyonya Shian kepada Suaminya. Tuan Kim hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tidak bisa bicara lagi.
Nyonya Yuan pun langsung bergegas keluar rumah.
"Shian, ada apa ini!? Apakah mereka datang untuk menjemput kita!?" tanya Nyonya Yuan.
"Aku tidak tahu, kita lihat saja apa sebenarnya yang terjadi. Mengapa mereka datang ke sini!?" sahut Nyonya Shian.
"Ah, bisa jadi mereka datang membawa makanan untuk kita. Kebetulan, setok makanan di tempat aku juga sudah sangat menipis," ujar Nyonya Yuan.
"Sama, punya aku juga. Tapi ini belum ada sebulan. Apa, jangan-jangan mereka juga mengirim anak kita ke sini untuk di asing kan. Apakah anak-anak kita membuat kesalahan!?" ucap Nyonya Shian menduga-duga.
Suara helikopter masih terdengar di atas mereka. Helikopter belum mendarat dan masih berputar-putar di atas mereka. Entah mengapa pilotnya tidak kunjung melandaskan helikopternya.
"Yah! Ini pasti gara-gara putrimu! Pasti gara-gara dia anak ku harus mengalami masalah yang rumit!" teriak Nyonya Yuan yang langsung naik pitam.
"Hay! Jaga ucapan mu ya! Jika anak kamu bisa menjadi suami yang benar, tidak mungkin anak aku akan bertindak jauh. Kamu tahu, anak kamu sudah menyumpal kaos kaki ke mulut putriku!" teriak Nyonya Shian yang juga tersulut emosi.
Baru saja berbaikan, tetapi sepertinya kini mereka akan memulai peperangan.
"Jika saja putrimu bisa bersikap baik kepada suaminya, maka tidak mungkin anakku akan melakukan hal itu. Lagi pula, Arata memang pantas mendapatkan itu. Kamu ingat, gara-gara anak kamu, putraku sampai harus di bawa kerumah sakit karena mengalami luka terkilir dan hampir saja tangannya patah. ITU SEMUA KARENA ULAH PUTRIMU YANG GANAS ITU!" teriak Nyonya Yuan.
"HAHAHA.... Itu bukan salah putriku! Itu salah putramu, kenapa dia sangat lemah menjadi laki-laki!" sahut Nyonya Shian.
"Kamu! Kurang ajar sekali ya mengatakan jika anakku lemah, HAH! Sini kamu, akan aku perhitungan sama mulut busukmu itu!"
"Apa! Kamu berani sama aku, Hah! Sini, lawan aku jika kamu berani!"
__ADS_1
Kedua ibu-ibu telah bersiap menggulung lengan baju mereka dan bersiap untuk bergulat.