Menikah Dulu Jatuh Cinta Kemudian

Menikah Dulu Jatuh Cinta Kemudian
MDJCK # Bab 19


__ADS_3

Di dalam kamar, Shani menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan Arata dan Arya.


"Mereka harus segera memiliki anak. Kakek menyerahkan tanggung jawab itu kepada kita," ujar Shani.


"Apa!? Hem, apakah ada yang bermasalah dari mereka? Apakah salah satu dari mereka ada yang mandul?" tanya Yhosi.


"Aku juga tidak tahu, suamiku. Mengapa kakek mengirim mereka datang ke sini. Apa mungkin salah satu dari mereka ada yang mandul ya?" ujar Shani yang juga bertanya-tanya.


"Apakah kita tanyakan saja?" saran Yhosi.


"Itu pasti akan menyingung perasaan mereka. Bagaimana jika kita buatkan saja ramuan penyubur untuk mereka. Dua-duanya harus minum, jadi siapapun yang mandul akan terobati," ujar Shani.


"Itu ide bagus, sayang. Aku besok akan mencoba membuat resepnya," ujar Yhosi.


"Bagaimana dengan anak-anak?" tanya Shani.


"Mereka sangat senang tinggal di rumah neneknya. Di sana serba ada, tidak seperti di sini," ujar Yhosi.


"Tapi, aku tidak enak dengan ibumu. Dia pasti akan merasa repot dengan datangan anak-anak," ujar Shani.


"Tidak papa. Ibu malah senang bisa bermain dengan cucunya. Hem, aku ingin beristirahat dulu, perjalanan jauh sungguh sangat melelahkan," ujar Yhosi.


"Berbaringlah, aku akan memijat kakimu," ujar Shani.


"Tidak perlu sayang. Berbaringlah dengan ku, aku tahu kamu juga pasti lelah hari ini."


"Em, tidak juga suamiku. Sudah berbaringlah, aku akan mulai memijat," ujar Shani sedikit memaksa.


"Baiklah jika kamu memaksa," ucap Yhosi yang merasa senang dengan sikap manis istrinya.


....


Di sisi lain, Arata dan Arya yang tidur di satu kamar langsung terkepar karena kelelahan.


"You! Tidur di sana dan I tidur di sini. Ini adalah garis besar, jangan berani-beraninya You melewati garis ini," ucap Arata memperingati Arya.


"Heh, siapa juga yang mau tidur dengan kaki badak sepertimu. Bukannya mimpi ketimban rezeki yang ada malah ketimban maut dari kaki mu yang tidak ada akhlak!" sahut Arya.


"Hem.. baguslah. Aku juga tidak bisa menjamin jika kakiku ini bisa diam ketika aku tertidur. Huaaaaam... Aku mengantuk sekali," ujar Arata yang langsung merebahkan tubuh di kasur lantai.


Arya yang melihat Arata langsung tertidur nyenyak pun langsung ikut merebahkan tubuhnya.


"Huft ... Beberapa hari ini bener-bener sangat melelahkan," gumam Arya mengkretekkan tulangnya lalu mengambil posisi paling nyaman.


Ketika Arya memiringkan tubuhnya ke kanan, Arata juga kebetulan memiringkan tubuhnya ke kiri.


Arya melihat wajah cantik itu dengan seksama. Senyum tiba-tiba mengambang di wajahnya.


"Selamat malam kangguruku," bisik Arya dengan lembut sebelum akhirnya dia pun terlelap dalam mimpi buruknya.


.....


Pagi hari, ketukan pintu membuat Arata dan Arya terganggu.


Tok...


Tok...


Tok...


"Arata.. Arya, ayo bangun. Kalian harus segera mandi dan sarapan. Setelah itu kalian harus bersemedi lagi," suara Shani membangunkan Arata dan Arya.


Arata dan Arya pun menggeliat dan membuka mata mereka.


Seketika, mata keduanya terbelalak ketika melihat tubuh mereka yang saling berpelukan.


"Aaaakkkhhh!" teriak Arata dan Arya bersamaan.


"Arata, ada apa!?" tanya Shani dari balik pintu.


"Oh! tidak Shani, tadi kecoak lewat. Kami akan siap beberapa menit lagi!" sahut Arata.

__ADS_1


"Oh, baiklah."


Setelah Shani pergi, Arata langsung beranjak dari tidurnya dan melototi Arya.


"Hay pria mesum! Apa kamu lakukan padaku!? Bukankah sudah ku katakan untuk tidak melewati batas!" ucap Arata dengan kesal.


"Apa kamu bilang!? Pria mesum? Kamu tidak sadar jika kamulah yang sudah melewati batas dan memeluk tubuhku ini. Cih, kamu yang bernafsu padaku tetapi malah kamu yang menuduh ku!" ujar Arya.


Arata yang baru sadar jika memang dirinya yang telah melewati batas yang dia buat sendiri pun langsung merasa canggung dan pipinya memerah karena malu.


"Eh, itu.. itu karena tempat terlalu kecil! Aku tidak biasa tidur di tempat seperti ini," ujar Arata yang masih tidak ingin kalah.


"Heh, apa kamu bilang! Tidak terbiasa tidur di tempat seperti ini tetapi kamu bisa tidur dengan nyenyak sampai tidak sadar kalo sudah melewati batas. Seharusnya, jika kamu memang menginginkan itu katakan saja," ucap Arya sambil melirik dan menatap menggoda ke arah Arata.


BUGH!


Arata pun langsung melemparkan bantal ke muka Arya.


"Cih, yang benar saja. Ingat ya, itu tidak akan pernah terjadi!" ujar Arata sambil pergi meninggalkan kamar.


"Hay! Jika tidak melakukan itu bagaimana bisa mendapatkan anak!?" teriak Arya yang langsung bergegas mengejar Arata.


"Ih...! Apaan sih kamu!? Gak usah pegang-pegang!" ucap Arata kesal.


"Hmm.. apakah kamu yakin tidak ingin melakukan itu nanti malam?" tanya Arya sambil mengedipkan matanya untuk mengejek Arata.


"Ya!" sahut Arata singkat.


"Baiklah jika itu mau mu. Aku tidak akan menyentuh mu sampai kamu sendiri yang meminta," ucap Arya merasa percaya diri.


"Sampai kapan pun itu tidak akan terjadi!" ucap Arata tegas dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Arata sudah merasa jengah dan tidak ingin lagi melanjutkan perdebatan dengan Arya.


"La..la..la...la... Air pagi sangat dingin sekaliiii... Ku sampai menggigil..." suara nyanyian Arya yang sangat fales mampu membuat kesal Arata yang juga sedang mandi di sebelah.


"Woy, suara fales! pelan kan suaramu!" teriak Arata kesal.


"Ho..ho..ho... Ada yang marah!, ingin cepat tua, muka sudah tak muda, sebentar lagi pasti akan ke syurga..!" Arya semakin memperkuat nyanyian nyanyiannya yang mengejek Arata.


Arata bercermin dan memastikan jika wajahnya masih terlihat sangat muda dan cantik. Hanya saja, " Hem.. memang ada sedikit kerutan di mata. Aaah, ini pasti karena aku tidak membawa skincare dan juga tidur dengan baik.! Pria itu, bagaimana dia bisa berkata sejahat itu kepada isterinya!" umpat Arata kesal sambil mengepalkan kedua tangannya.


Catatan. Masalah wanita. Sebaiknya jangan mengatakan hal buruk pada wajah dan tubuhnya secara terang-terangan.


Jangan mengatakan jika dia semakin gemuk, tapi katakanlah jika dia semakin subur dan semok.


Jangan katakan jika dia semakin kurus, tapi katakanlah jika dia semakin ramping dan seksi.


Jangan katakan jika wajahnya semakin kusam dan menua, tapi katakanlah jika perubahan wajahnya karena sang istri telah sibuk dan lelah mengurus rumah tangga. Solusinya adalah, belikan isteri skincare dan juga bawa dia ke salon dan shopping.


Dengan solusi yang tertera, maka anda akaj selamat wahai sang Adam.


Kembali ke TKP.


Usai selesai mandi, kini mereka telah duduk di meja makan untuk sarapan.


Arata dan Arya sedikit heran dengan ubi jalar (mantang) rebus yang ada di atas meja.


"Apakah kita akan sarapan ini saja?" tanya Arata.


"Benar, sebaiknya jangan katakan hanya ini saja karena, kandungan dalam ubi sangat bagus untuk program kehamilan. Ubi jalar mengandung banyak manfaatnya di dalamnya.


Inilah kandungan nutrisi dan gizi yang terkandung didalam 100 gram ubi jalar:


Air 61.9 gram


Energi 151 kalori


Protein 1.6 gram


Lemak 0.3 gram


Karbohidrat 35.4 gram

__ADS_1


Serat 0.7 gram


Kalsium 29 gram


Fosfor 74 gram


Zat besi 0.7 gram


Natrium 92 miligram (mg)


Kalium 565.6 mg


Tembaga 0.30 mg


Seng 0.5 mg


Asam askorbat (Vitamin C)11 mg


Karoten total 1.208 mikrogram (mcg)


Thiamin (Vitamin B1) 0.13 mg


Niasin 0.7 mg


Riboflavin (Vitamin B2) 0.08 mg


Juga ini adalah manfaat dari ubi jalar.


Pertama. Dapat melancarkan menstruasi.


Kedua. Dapat meningkatkan gairah seksual.


Ketiga. Dapat menyuburkan kandungan.


Keempat. Dapat mencegah penyakit kanker.


Kelima. Dapat juga dijadikan program bayi kembar, hanya saja dalam catatan tidak di dapat di jadikan patokan," jelas Yhosi dengan sangat detail.


Prok ...


Prok...


Prok...


Arata dan Arya saling bertepuk tangan untuk memuji Yhosi.


"Waw, anda ternyata sangat paham tentang makanan ini," ujar Arya kagum.


Suami tersenyum dan berkata.


"Dia adalah dokter ahli gizi," jelas Shani.


"Apa? Ya tuhan, pantas saja dia terlihat sangat hebat dan pintar," ujar Arata kagum. Arata tidak menyadari bagaimana wajah Arya yang seketika kesal setelah mendengarkan ucapannya.


"Ah, hahaa.. anda bisa saja Nona, eh maksud saya Arata. Saya masih belajar, belum tahu banyak soal gizi dan juga kesehatan," ujar Yhosi merendah.


"Sayang, bukankah kamu sudah mendapatkan penghargaan dari Hokkaido Bunkyo University sebagai mahasiswa terbaik dan juga mendapatkan penghargaan dari rumah sakit tempat kamu bekerja," ujar Shani mengungkapkan siapa sebenarnya suaminya.


"Sayang, jangan berkata seperti itu. Aku masih masih harus banyak belajar," ujar Yhosi yang masih merendah.


"Bekerja di rumah sakit mana?" tanya Arata antusias.


"Em, sebenarnya aku tidak tangan kontrak pekerjaan dengan rumah sakit manapun. Aku hanya magang dan memperdalam ilmu ku saja. Aku berniat ingin membuka klinik sendiri di desa," ujar Yhosi.


" Jika ada waktu senggang, kami ingin berkunjung ke tempat klinik kamu," ujar Arya.


"Em ..." Yhosi nampak ragu menjelaskan.


"Sebenarnya kami belum membangun klinik di sini. Hanya ada tempat kosong di desa dan kami meminjamnya," ujar Shani menjelaskan.


Arata dan Arya pun saling memandang. Sepertinya jiwa Sultan mereka keluar dan ingin segara mengurangi uang mereka untuk membangun klinik besar untuk Yhosi.

__ADS_1


Yhosi dan Shani terheran-heran ketika melihat raut wajah Arata dan Arya yang tersenyum penuh arti.


__ADS_2