Menikah Dulu Jatuh Cinta Kemudian

Menikah Dulu Jatuh Cinta Kemudian
MDJCK #Bab 25


__ADS_3

Lanjutan Flashback...


Arata mengikuti Arya dari belakangnya dan masuk ke dalam apartemen Arya.


"Jika kamu sampai berbuat macam-macam, aku akan langsung memanggil polisi!" ucap Arata mengancam Arya.


"Harusnya aku berkata, jika sampai ada barang-barang ku yang hilang, aku akan langsung memanggil polisi!" ucap Arya sinis.


Arata tidak peduli apa yang di katakan oleh Arya. Dia langsung masuk dan membelalakkan matanya ketika melihat apartemen Arya yang sangat berantakan.


"Ya tuhan! Mengapa kamu bisa tinggal di tempat yang sangat berantakan seperti ini!" tukas Arata yang langsung mencoba untuk membersihkan tempat itu. Karena Arata tidak akan mungkin betah walaupun hanya untuk duduk satu menit di sana.


"Hey! Apa yang kamu lakukan!? Jangan sentuh barang-barangku!" teriak Arya.


"Cih, apa kamu pikir aku akan diam sambil menikmati pemandangan yang sangat menjijikkan ini!? Aku akan membereskan ini, dan kamu tolong buatkan aku mie instan karena aku sangat lapar!" ucap Arata.


Melihat jika Arata berniat baik akhirnya Arya pun mengijinkan untuk menyentuh barang-barangnya.


Sampai beberapa menit, akhirnya ruangan itu terlihat bersih dan wangi.


Bersamaan dengan itu, mie instan buatan Arya pun jadi. Tidak hanya mie instan, Arya juga membuat popcorn untuk mereka.


Satu panci kecil penuh dengan 4 mie instan yang Arya masak. Kali ini Arya memasak mie instan kuah. Semua telah siap di atas meja makan minimalis. Mereka duduk bersemedi dan bersiap untuk menyantap mie itu.


Terlihat Arata yang sangat rakus walau hanya memakan mie instan.


Ketika dia ingin mengambil mie lagi menggunakan sumpitnya, Arya langsung menyepak sumpit Arata.


"Hay! Apa kamu tidak bisa gantian!? Tidak hanya kamu yang lapar, aku juga sangat lapar!" tukas Arya kesal.


"Bukankah mienya masih banyak! Kenapa kamu marah-marah tidak jelas!" umpat Arata yang juga kesal.


"Bagaimana aku bisa mengambil mienya jika baru aku mau ambil kamu sudah memasukan sumpit lagi ke panci!" teriak Arya.


"Iiiiiisssssh... Dasar pelit!" umpat Arata. Akhirnya, Arata langsung mengambil mie yang banyak dari panci di masukannya ke dalam mangkuknya.


Arya tercengang dengan sikap Arata, dan dia tambah tidak percaya jika Arata hanya menyisakan sedikit mie untuknya.


"Oh ya tuhan! Aku tidak salah menilai jika kamu adalah wanita siluman. Terlihat kalem tetapi sangat rakus!" sindir Arya.


"Diamlah atau aku akan langsung mematahkan tulang-tulangmu!" ancam Arata.


Arya yang bisa pasrah dan menghabiskan mie yang hanya sedikit itu.


Setelah beberapa menit akhirnya Arata dapat mengelus perutnya yang sangat kekenyangan.


"Eeegggrrhh!" Arata bersendawa.


"Huft, aku hampir mati tidak makan seharian. Karena, seharian aku terus memikirkan siapa pria yang di jodohkan oleh kakek, dan sekarang, aku benar-benar telah mati. Mengapa kakek bisa-bisanya menjodohkan kita. Ah! Sangat menyebalkan!" umpat Arata.


"Minumlah!" Arya memberikan minuman beralkohol untuk sekedar menenangkan pikiran mereka yang kacau.


Malam itu, sambil meminum alkohol, mereka juga menikmati popcorn yang dia buat oleh Arya.


Sambil termabuk-mabuk, mereka mencoba untuk mengobrol.


"Hay wanita siluman. Jika kita sampai menikah, bagaimana jika kakek meminta cicit kepada kita?" tanya Arya yang sudah mabuk.


"Heh, aku tidak yakin jika kamu dapat melakukannya. Kamu adalah pria lemah, siput!" balas Arata yang juga sudah mabuk.

__ADS_1


Mendengar jika dirinya di hina lemah, Arya pun langsung mendorong Arata sampai Arata terjatuh terlentang.


Wajah mereka sangat dekat, dan Arya berkata.


"Apa yang kamu katakan.!? Apakah kamu ingin menguji keperkasaan ku?"


"Aaah... Minggir! Kamu menyakiti ku!" ucap Arata yang merasakan pergelangan tangannya sakit karena di cengkraman oleh tangan Arya.


"Tidak!" jawab Arya.


"Oh, jadi tidak mau minggir ya. Jika begitu, silahkan kamu tujukan perkasaan mu kepadaku. Jika kamu memang sangat perkasa, maka aku siap menikah dengan mu," ucap Arata melantur.


Merasa tertantang, akhirnya Arata dan Arya pun langsung melakukan aksi mereka.


Arya mencium leher Arata dengan sedikit kasar membuat Arata mendesah tidak karuan.


"Sshhheet, Ah!" desah Arata.


Entah bagaimana caranya, kini mereka telah berada di atas ranjang. Arya sebagai lelaki jantan tidak membiarkan Arata untuk memimpin permainan.


Malam panas itu benar-benar Arya lakukan tanpa sadar. Sampai akhirnya mereka berdua benar-benar terkulai lemas.


Pukul 01:00 malam, Arata terbangun dan mendapati dirinya tidak menggunakan sehelai benang pun.


Arata tambah semaput ketika dia melihat Arya yang ada di sebelahnya juga tidak menggunakan apapun.


Arata yang tidak ingin hal memalukan ini diketahui oleh siapapun, apalagi Arya, akhirnya dia memutuskan untuk memanggil wanita malam untuk menggantikan posisinya.


Setelah wanita panggilan itu datang, akhirnya Arata langsung bergegas untuk pergi.


"Ini uang untuk mu. Ini pasti sangat cukup. Setelah dia bangun, kamu bisa meminta uang lagi kepadanya. Ingat, jangan sentuh dia dan cukup tidur saja di sampingnya. Biarkan ketika dia bangun, seolah-olah kamulah yang telah menghabiskan malam dengan dia," jelas Arata dengan terburu-buru.


"Baiklah, serahkan semuanya kepadaku," jawab wanita itu. " Oya, ini kunci mobilnya," lanjutnya sambil memberikan kunci mobil kepada Arata.


Dan cerita pun berkahir......


COMEBACK..


Arata dengan ragu menyusul Arya ke dalam mobil.


"Apakah aku harus mengatakan yang sebenarnya kepadanya tentang kejadian malam itu?" batin Arata gundah.


Ketika Arata masuk mobil, dia masih belum dapat jawaban dari pemikirannya sendiri.


BUGH!"


Ketika Arata masuk mobil, Arya langsung mendorong Arata ke sisi mobil dengan sangat kuat.


"AAHK!" pekik Arata.


"Siapa pria itu! Siapa pria yang telah melakukan itu! Katakan!?" ucap Arya yang langsung menuduh Arata yang tidak-tidak tanpa mau mengingat-ingat apa sebenarnya yang pernah terjadi di antara mereka seminggu sebelum menikah.


Arata akhirnya kini dia mendapatkan jawabannya.


"Kamu tidak perlu tahu siapa dia," ucap Arata dengan sangat sulit. Sungguh ini juga sangat menyakitkan untuknya.


`Dia bahkan langsung menuduhku tanpa mau mengingat-ingat malam itu, batin Arata yang akhirnya sangat yakin dengan keputusannya yang harus menyembunyikan segalanya.


Arya menatap Arata dengan mata yang memerah dan rahang yang mulai mengeras. Andai pak supir tidak segera masuk, tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Arata dan Arya.

__ADS_1


"Maaf atas keterlambatan saya, Tuan. Perut saya tidak dapat di ajak kompromi," ujar supir itu.


"Lanjut!" perintah Arya.


Supir langsung melajukan mobil dengan kekuatan penuh sesuai dengan perintah Arya. Satu mobil dengan Arata, membuat Arya semakin tidak tahan dan terasa hawa semakin panas.


Arata hanya bisa terlihat sok angkuh dan tidak memperdulikan Arya. Dia memasang wajah arogannya dan tidak memperdulikan Arya yang terlihat akan meledak.


Sampai akhirnya setelah perjalanan panjang, mereka sampai ke kediaman mereka sendiri.


Seorang pelayan langsung membukakan pintu untuk Arya dan juga Arata.


Ketika akan berjalan masuk, Arata langsung menggandeng lengan Arya membuat Arya terkejut seketika.


"Lepas!" perintah Arya berbisik tanpa melirik ke arah Arata sedikit pun.


"Di dalam ada banyak orang. Semua ini demi kakek," bisik Arata.


Karena menyangkut nama kakek, akhirnya Arya pun membiarkan Arata menggandeng lengannya. Meski dia kini benar-benar merasa muak dengan Arata.


Ketika memasuki pintu utama, begitu terkejutnya Arata dan Arya karena di sana tidak hanya keluarga yang datang. Melainkan hampir seribu tamu ada di rumah mereka.


Arya dan Arata sama-sama terbengong-bengong dengan apa yang mereka lihat.


DHUOR!


DHUOR!


DHUOR!


Suara petasan kejutan menyambut kedatangan Arata dan Arya.


Nyonya Shian, Tuan Kim, Nyonya Yuan dan Tuan Fang berjalan sambil membawa kalung bunga untuk menyambut kedatangan anak mereka.


"Mamah! Papah!?" ucap Arata merasa terkejut karena kedua orang tuanya telah kembali.


"Selamat untukmu sayang. Kami sangat bahagia mendengar kabar baik yang kalian berikan. Selamat kamu sebentar lagi akan menjadi seorang ibu," ucap Nyonya Shian dengan penuh haru.


"Terima kasih banyah, mah!" Arata pun membalas pelukan ibunya dengan penuh haru.


"Ayah, ada dengan wajahmu?" tanya Arata ketika melihat wajah tuan Kim yang masih sedikit membengkak.


"Ah, ini tidak papa sayang. Papah hanya habis di sengat lebah," jawab Tuan Kim..


Di sisi lain, Arya terlihat sangat gundah ketika melihat ibu dan ayahnya. Ingin sekali dia memeluk manja Ibunya dan mengadukan semua apa yang sebenarnya terjadi.


"Sayang, selamat untukmu ya, nak! Mama ikut bahagia mendengar kabar ini. Selamat karena kamu sebentar lagi akan menjadi seorang ayah yang hebat," ucap Nyonya Yuan membuat hati Arya tambah terasa pilu.


"Terima kasih banyak, Mah , Pah. Arya juga senang akhirnya kalian telah kembali," ucap Arya memeluk singkat ibu dan ayahnya.


Arata dan Arya berjalan ke arah dua kakek yang telah menunggu kedatangan mereka dengan sangat tidak sabar.


"Hahaha... Selamat untuk kalian cucu-cucu ku. Sangat tidak diduga jika akan secepat ini kalian memberikan kami cicit. Ini, terimalah ini. Ini adalah saham yang telah kami wariskan kepada kalian. 99,9% dari Group MAMBIO untuk Arata, dan 99,9% dari Group DIAMOND untuk Arya. Kami telah menepati janji kami, jadilah penerus yang hebat mulai saat ini," ucap kakeknya Arya sambil memberikan sebuah dokumen penyerahan ke pemilikkan resmi dari dua perusahaan besar itu.


Arata dan Arya sama-sama menerima hadiah itu dengan senang hati. Saham perusahaan telah beralih atas nama Arata dan Arya. Meski mereka kini telah menjadi pemilik resmi, tetapi entah mengapa Arya merasa tidak bahagia sama sekali..


Arya ingin sekali mengungkapkan kebenaran kesemua orang tentang apa sebenarnya yang terjadi, tetapi entah mengapa dia merasa sangat berat dan sulit.


Ketika Arata akan menandatangani dokumen itu, Arya langsung menghentikannya.

__ADS_1


"Tunggu!" suara keras Arya mampu membuat jantung Arata ingin copot.


`Apakah dia ingin mengatakan kepada semua orang? batin Arata yang kini seluruh tubuhnya di banjiri dengan keringat dingin.


__ADS_2