
"mam kak gibran dan seluruh keluarga Sania sudah ada di hotel kan ??? tanya rafa
"sudah raf , mereka datang ke sini menggunakan pesawat yang telah kita pesan" ucap Margaret.
"ok ayo mam kita jalan "ucap Rafa
Margaret dan Rafa pun langsung jalan menuju hotel abiyasa ....
di tempat lain ...
"apa rumah tangga ku akan berakhir sampai sini saja ,terus bagaimana nasib anak ku " ucap Sania menangis
"aku bingung ya Allah " ucap Sania menangis
Bu Imah yang melihat ponakan nya menangis pun langsung menghampiri nya ...
"eh kok udah cantik malah nangis ,nanti make up nya jadi luntur loh "
"Nia takut mi , Nia takut kalau yang Nia lakukan ini berakibat fatal ,Nia gak mau rumah tangga Nia hancur mi " ucap Sania
"hey san tidak mungkin suami kamu seperti itu , apalagi di perut kamu sedang ada anaknya Rafa ,mana mungkin dia akan menceraikan mu" ucap bu Imah
"sudah sudah jangan menangis itu di depan sudah ada karyawan nya Rafa , sana kamu temuin umi mau pergi ke pengajian dulu ya " ucap Bu imah
Sania pun langsung bangkit dan menyalami Tante nya setelah itu ia langsung keluar menemui Sora
__ADS_1
"selamat malam nyonya muda " ucap Sora tersenyum
"malam Sora ,yu kita jalan " ucap Sania yang langsung masuk ke mobil
selama perjalanan hanya ada keheningan di dalam nya .. Sania terus menatap ke arah jalan dan menangis ...
akhirnya sampailah ke hotel abiyasa ...
"nyonya maaf sudah sampai " ucap Sora
Sania yang menyadari itu langsung menghapus air mata nya dan turun ...
"nyonya saya sedikit kebelat bolehkah saya izin kebelakang sebentar ??? tanya Sora bohong
"boleh Sora Silahkan "
saat Sania masuk tidak ada satu orang pun ,dan lampu hotel semua mati ...
"kok gelap ya , apa aku salah masuk ??? " batin Sania bingung
"ah tidak mungkin Sora yang mengantarkan ku kesini "
tiba tiba lampu menyala dan suara terompet memecah ruangan hotel ...
di sana terlihat lah sosok laki laki yang sangat di cintai Sania sedang memegang sebuket bunga dan kue ulang tahun ...
__ADS_1
"mas " ucap Sania terharu
"happy birthday my beloved wife " ucap Rafa tersenyum
Sania pun langsung berhambur kepelukan Rafa dan menangis ...
"hey kok nangis sih , jelek tau kalau kamu menangis seperti itu " ucap Rafa
"mas kamu jahat " ucap Sania yang terus memeluk Rafa
Rafa pun meletakkan bunga serta kue nya di atas meja dan langsung memeluk Sania ...
"maafkan mas sayang , mas mendiamkan mu bukan karna mas marah kepada mu ,mas hanya ingin memberikan kejutan untuk istri mas yang cantik ini " ucap Rafa yang mencium Sania
"mequish dong " teriak Margaret
Sania pun langsung melepaskan pelukan nya dan langsung meminta permohonan....
"ya Allah ya Tuhanku saat ini aku hanya minta kepada mu , tolong sehatkan keluarga ku , dan kuatkan lah rumah tangga ku sampai maut memisahkan amiin " batin Sania
setelah itu Sania langsung memotong kue ,dan suapan pertama untuk umi dan Abi nya ...
"selamat bertambah umur untuk anak Abi dan umi sudah besar jangan bersikap seperti anak kecil lagi ,malu ouh sebentar lagi sudah mau punya anak " ucap fahdan dan Salamah seraya mencium kening dan pipi Sania
Sania mendengar perkataan orang tua nya itu langsung tersenyum dan memeluk nya ....
__ADS_1
bonus foto