Menikah Kontrak Dengan Sang Ceo ......

Menikah Kontrak Dengan Sang Ceo ......
season 2: perjalanan


__ADS_3

3 hari setelah perbincangan...


hari ini alsheen akan berangkat menuju Eropa bersam syahila ,untuk menjalani pengobatan di sana ...


alsheen tidak ingin di temani siapapun selain syahila ....


"alsheen izinkan bunda dan papah untuk merawat mu di sana " mohon Sania


"tidak ' aku tidak mau di temani siapapun selain syahila ,aku mau hanya syahila " ucap alsheen singkat


Sania dan Rafa tidak bisak menentang ucapan alsheen yang sangat keras begitupun yang lain nya ...


"kak cepatlah sembuh dan kembali , kita bisa bermain lagi " ucap Kiyara tersenyum


"iya Kiya kamu tidak usah khawatir kakak tidak baik baik saja " balas alsheen memeluk adik nya itu


sebenci dan sekesal apapun alsheen kepada Kiyara dia tidak tega kalau harus mendiamkan Kiyara yang sama sekali tidak bersalah...


"alsheen izinkan umi memeluk mu , umi sangat sayang sekali dengan mu " ucap Destry memohon


"ayolah umi , aku juga sayang sekali dengan umi dan Abi " balas alsheen yang memeluk Tante dan om nya itu


Sania melihat itu hanya diam ,ada rasa cemburu di relung hati Sania ,tapi tidak seharusnya dia cemburu dengan sang kakak


"bolehkah umi menyusul mu kesana , umi juga akan membawa Fatimah ,dia akan umi pindahkan ke Jakarta " tanya Destry berharap alsheen akan mengizinkan nya


"jika umi tidak sibuk , itu sangat boleh " balas alsheen tersenyum


Rafa dan Sania bak di sambar petir di siang bolong ,dia tidak menyangka akan sebenci itu alsheen kepada nya ...

__ADS_1


"ayo sil kita berangkat pesawat nya sudah mau landing " ajak alsheen tersenyum


syahila pun pamit kepada ayah nya ...


"yah syahila pergi dulu ya , ayah di rumah jangan terlalu lelah, ok ? " ucap syahila


"siap sil " balas pak Herman tersenyum


"nyonya tuan saya pamit dulu ya "


"jaga alsheen baik baik ya sil kami percaya kepada mu " tutur Sania tersenyum


"alsheen apa kami boleh memeluk mu sebentar ??? tanya Sania dan Rafa


"aku rasa tidak perlu , aku tidak akan lama di sana , setelah aku sembuh ,aku akan pulang dan aku akan mengadakan pernikahan bersama syahila " hardik aslheen


syahila pun langsung mendorong kursi roda alsheen menuju pesawat pribadi nya ...


*******


di perjalanan Sania terus menerus merenungi kesalahan nya ,ia tak menyangka aslheen akan sebenci itu kepada nya dan Rafa ....


"Bun , sudah tidak usah di pikirkan ,mungkin alsheen ingin menyendiri terlebih dahulu ...


"menyendiri kamu bilang mas ?? ini semua itu gara gara kamu ,kamu lihat alsheen dia lebih memilih kak Nicko dan kak Destry daripada kita orang tua nya " ucap Sania menangis


"bunda ,papah sudah jangan bertengkar lagi , aku akan membujuk kak alsheen agar dia mau memaafkan bunda dan papah " tutur Kiyara


"iya Bun ,aku juga akan membantu nya " sambung Kenan

__ADS_1


******


di dalam pesawat alsheen terus menggenggam tangan syahila ,dia tidak mau syahila pergi meninggalkan nya ...


"tuan ,tuan makan ya ??? ucap syahila


"aku mau makan tapi kamu harus menyuapi ku " balas alsheen dingin


"tuan kan punya tangan mengapa harus aku yang harus menyuapi nya " keluh syahila


alsheen pun langsung menghempas tangan syahila ....


"yasudah , tapi ingat aku akan memberitahu bunda ku kalau kamu tidak merawat ku dengan baik " ancam alsheen


"ok tuan alsheen yang sangat ganteng aku akan menyuapi mu " balas syahila dengan senyum di paksakan


"mba aku mau bubur untuk tuan alsheen " linta syahila kepada pramugari


dengan sigap pramugari tersebut langsung mengambil nya dan memberikan nya pada syahila ...


setelah itu ia langsung berjalan menuju kamar di mana alsheen berada ...


"kamu itu di tugaskan bunda dan papah ku untuk merawat ku , bukan menjadi pembantu di pesawat ini " ketus alsheen


"untuk apa aku memperkerjakan pramugari ,kalau calon istri ku yang harus mengambil nya ,lain kali bila ingin sesuatu ,pencet lah tombol ini "


dasar tuan keras kepala , kenapa kamu tidak bicara dari tadi " batin syahila kesal


alsheen yang melihat syahila sedikit kesal , langsung tersenyum...

__ADS_1


__ADS_2