
setelah Sania melaksanakan sholat Maghrib ,ia langsung turun dan tak lupa ia membawa alsheen turun ...
"pah apa tidak berlebihan kalau kamu membelikan mainan sebanyak itu untuk alsheen ,kan alsheen masih kecil pah " ucap Sania yang khawatir kalau anak nya besar nanti ,akan menjadi pria manja dan ketergantungan
"tidak lah Bun , insyaallah apa yang aku berikan kepada alsheen tidak kelebihan " balas Rafa tersenyum
setelah itu mereka langsung melanjutkan makan nya kembali ...
*******
malam berganti pagi , bulan berganti matahari ,pagi ini Rafa sudah bersiap siap untuk ke kantor , karena dia sudah libur selama 1 bulan ...
"anak bunda " ucap Sania pada alsheen
"Bun ,nanti apa tidak merepotkan jika kamu membawakan makanan kekantor???? tanya rafa seraya menggendong alsheen
"tidak lah pah , aku akan kesana nanti siang" ucap Sania tersenyum..
setelah itu Rafa langsung berangkat menuju kantor nya ...
di tempat lain fang sedang menjemput Nadira di apartemen nya ...
"kakak ku mengizinkan kita untuk tidak bekerja hari ini " ucap fang tersenyum
"terus kita kemana ??? tanya Nadira meraih tas nya
__ADS_1
"ke rumah mami dan papi " jawab fang tersenyum
Nadira pun mengangguk ,dan mereka langsung jalan menggunakan mobil ...
sampai di mansion Sanjaya fang membukakan pintu mobil untuk Nadira ...
********
setelah Rafa berangkat Sania , keluar sebentar untuk menjemur alsheen di temani oleh 2 baby sitter ....
"mba tolong , ambilkan baju alsheen ya " perintah Sania kepada mba Mira
mba Mira pun langsung bergegas ke ruang baby untuk mengambil nya ...
Mira dan kinar sengaja di pekerjakan oleh Rafa untuk menemani Sania dan alsheen , walaupun sudah banyak art di sana , Rafa tetap mempekerjakan kinar dan Mira ,agar Sania dan alsheen tidak terlalu kesepian ...
Mira dan kinar tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda ...
Sania yang melihat art nya duduk di dapur dengan tatapan kosong , langsung menghampiri nya ...
"assalamualaikum Bi " ucap Sania kepada wanita paruh baya itu
"eh nyonya maaf nyonya , waalaikumsalam " ucap bi Marni
"hayo bibi kenapa , cerita sama saya ,siapa tau saya bisa membantu nya "
__ADS_1
Marni hanya diam , dia bingung karena harus memasukkan anak nya ke universitas yang diimpikan sang anak ... biaya yang di butuhkan tidak sedikit , walaupun gaji di mansion snagat cukup untuk memenuhi kebutuhan nya ...
tetap saja bi Marni masih memikirkan anak nya itu ...
Sania yang melihat kertas yang di pegang oleh BI Marni langsung mengambil nya , awalnya bi Marni tidak mengizinkan ,tapi Sania tersenyum hingga meluluhkan hati bi marni ...
"ouh univ emang anak bibi laki laki atau perempuan ??? tanya sania
"perempuan nyonya , dia sama umur nya seperti nyonya ,dia memutuskan untuk kuliah di Kairo Karena ingin memperdalam ilmu agama nya " tutur bi marni menjelaskan
"syukur Alhamdulillah ya Allah , kalau begitu bibi tidak usah bingung , insyaallah saya dan tuan Rafa akan membantu anak bibi untuk masuk univ di Kairo " ucap Sania tersenyum
bi marni yang melihat ketulusan Sania langsung menangis haru dan memeluk Sania , selayaknya ibu dan anak ...
"terimakasih nyonya , nyonya sangat baik , insyaallah saya akan memberi tahu anak saya agar dia belajar lebih giat lagi " ucap bi Marni tersenyum senang
semua art dan koki melihat itu turut bahagia ....
"tidak hanya bi Marni ,kalau kalian mempunyai anak yang tidak kuliah atau sekolah ..karena krisis ekonomi insyaallah saya akan membantu nya " balas Sania tersenyum kepada semua art nya itu
di tempat lain ...
Ema saat ini di larikan ke rumah sakit kejiwaan Karena mengalami gangguan jiwa ,yang sangat akut ...
Ema terus berteriak dan tertawa tanpa sebab ,kadang ia sering menyebut nama Sania dan rafa ...
__ADS_1