
selesai sholat dzuhur... aku langsung turun.. untuk makan siang.. di meja makan sudah ada tante maragaret dan om sanjaya
"assalamualaikum mah pah " ucap ku tersenyum
"Walaikumsalam nia silahkan duduk " ucap kedua nya..
"mas kamu ingin makan apa??? ucap ku sambil menyendokan nasi...
" aku ingin udang dan sayurnya ajah san "ucap Rafa tersenyum
setelah itu aku menyendokan sayur dan lauk untuk di makan Rafa...
setelah itu kami langsung makan bersama....
" mah rencananya Rafa akan tinggal di apartemen saja "ucap Rafa memulai pembicaraan
" loh kenapa sayang kamu tidak suka ya tinggal bersama mami "ucap tante margareth
" bukan kaya gitu mah. Rafa dan Sania ingin mandiri... "ucap Rafa sambil melihat kearah ku
" Iya mah "ucap ku tersenyum
" yasudahlah mi biar mereka hidup mandiri lagian kan Rafa sudah menikah "ucap om sanjaya
akhirnya tante margareth pun menyetujui nya... setelah selsai makan aku dan Rafa langsung naik ke atas untuk mengambil koper kita.....
" ingat ya.. aku baik sama kamu cuma ingin menujukan ke mami dan papi klo kita baik baik saja, jadi kamu tidak usah kepedean... aku akan tetap membenci mu "ucap Rafa berlalu turun....
akupun hanya bisa menangis...
setelah sampai luar kita langsung pamit kepada mami dan papi...
" mami papi...Rafa dan Sania pergi dulu ya "ucap Rafa
" iya tapi sering sering ksini ya mami kesepian tidak ada kalian "ucap tante margareth
__ADS_1
" mi sudahlah mereka bisa kesini kapan saja "ucap om Sanjaya...
setelah itu kami langsung jalan menuju apartemen...
sesampainya kami di dalam apartemen,aku langsung menarik koper ku...
" ingat ya ini kamar ku, kamar mu di sana aku tidak mau sekamar dengan kamu mengerti?? dan ingat kamu tidak boleh menyampuri urusan pribadi ku "ucap Rafa dingin
" akupun hanya mengangguk "
setelah itu aku langsung masuk kamar dan membereskan pakaian ku dan menaruh nya di lemari....
saat aku sedang membereskan pakaian tiba tiba aku melihat foto ibu yang ada di koper....
aku pun mengambil dan memandangnya...
"bu, ibu tau tidak saat ini Sania sedang mengalami ujian yang berat sekali " ucap ku menangis...
"Sania bingung bu harus cerita ke siapa... Sania hanya punya foto ini... untuk Sania curahkan isi hati Sania,"ucap ku mengusap foto ibu...
"Sania akan tetap menjadi istri yang baik untuk mas Rafa walupun mas Rafa tidak menerima Sania....
dan aku langsung mengirimkan berkas tersebut ke email Rafa....
*****
"ih ngapain wanita itu mengirimkan e-mail pada ku... ucap Rafa sinis
" lihat saja aku akan membuat nya menderita
dan nanti malam aku akan mengajak kris ke club untuk menemaniku... "ucap Rafa
******
setelah selesai memeriksa berkas... akupun lamgsung masuk kedalam kamar.. untuk menaruh leptop tersebut
__ADS_1
saat aku kedalam aku bertemu dengan Rafa...
" hey ini untuk mu dan kebutuhan di apartemen... ucap Rafa menyerahkan kartu ATM berwarna gold..
"terimakasih " ucap ku
"hey kau buatkan aku kopi " ucap Rafa
"iya sebentar, aku ingin menaruh laptop terlebih dahulu kekamar " ucap ku berjalan
"kalo aku bilang sekarang ya sekarang lakuin... jangan pakai nanti nanti memang ya kamu itu beda dengan kris.. kamu itu wanita kampung, dan di dalam rumah saja masih memakai kaus kaki... dasar wanita aneh ucap Rafa
" terserah kamu ingin mengatai aku apa ucap ku langsung menaruh leptop di sofa dan beralih kedapur
setelah itu aku langsung membuat kan kopi dan menaruh nya di meja....
saat Rafael mencoba nya.. diapun langsung menyemburkan kopi ke muka ku...
"apaan ini kopi panas kea gini " ucap Rafa emosi
"astagfirullah " ucap ku mengelap kopi yang berhamburan di wajah ku...
"kamu itu emang ya istri tidak bisa diandalkan... " ucap Rafa
"nih kamu rasakan sendiri panas kan?? ucap Rafa menyirami ku
akupun langsung segera mengelap nya karna memang panas sekali....
" astagfirullah "ucap ku
" kenapa kamu tidak bisa menghargai usahaku sedikit saja... aku tau kamu tidak ingin perjodohan ini...tapi seengaknya kamu bersikaplah seperti kak Nicko yang masih menghargai wanita... oh jangan jangan ibu mu tak pernah mengajarkan sopan santun ya "ucap ku berdiri
" jaga mulut kamu wanita sialan "
"plakkk " satu tamparan mendarat di pipi ku
__ADS_1
"kamu hanya menampar pipi ku sebelah saja kan ayo lagi cepat " ucap ku meneriaki Rafa... sambil menangis
"dasar kamu memang wanita tidak tahu diri.. sekarang ikut aku ke kekamar akan ku tunjukan bagaimana cara mengajar wanita seperti mu " ucap Rafa menarik lengan ku...