
"loh Sania sini kamu kenapa " ucap kak Nicko
sesampainya aku di kamar aku langsung menutup pintu... dan menangis
"abi nia sudah tidak kuat dengan semua ini.. mereka hanya mempermainkan nia.. ucap ku menangis
setelah menangis aku langsung tertidur...
*****
setelah aku melaksanakan sholat subuh aku langsung turun kebawah dan sudah ada kak destry yang sedang menyiapkan sarapan..
kak destry yang melihat wajah ku murung.. langsung bertanya
" lah Sania kamu kenapa??? tanya kak destry
"tidak apa kak hanya saja aku sedikit takut karna kak gibran siang ini akan sampai " ucap ku mengelak
"Sania kamu tidak perlu takut ada kaka dan kak Nicko yang selalu menjaga mu.. tutur kak destry
" oh ya kk dengar dari kak Nicko kamu malam pergi menemui kak Rafael dan setelah pulang kamu menangis kenapa??? tanya kak destry
"oh itu kak.. aku hanya sedang teringat dengan abi dan umi " ucap ku
"yakinn?? tanya kak destry
" iya kak "ucap ku
setelah itu kami sarapan.....
aku langsung siap siap ingin kekantor...
" kak aku minjam baju kk ya???? tanya ku
__ADS_1
"iya nia kamu pakai saja " ucap kak destry
setelah itu aku kekantor menggunakan mobil kak destry karna kak destry yang menyuruh nya...
setelah aku sampai kantor ternyata aku berpapasan dengan Rafa yang baru saja datang...
setelah akuk keluar dari mobil aku langsung menyapa nya...
"selamat pagi tuan Rafael " ucap ku terseyum ramah
"hm " ucap kak Rafael dengan ketus nya
setelah sampai ruangan kan Rafael langsung melempar undangan...
"tuh kamu pilih undangan untuk pernikahan... ucap tuan Rafa ketus
aku langsung mengambil nya tak terasa buliran bening jatuh membasahi pipi ku..
"tidak tuan aku tidak pernah marah kepada Anda " ucap ku menahan tangis
"iya akan saya pilih " ucap ku langsung melangkah pergi
setelah sampai pantry Aku langsung menagis sejadi jadi nya...
"ya Allah apa kau sedang menguji ku.. ucap ku
saat aku sedang menangis tiba tiba Elina datang...
Sania kamu menagis??? ucap Elina
" tidak ucap ku langsung menghapus air mata "
San aku tau kau sedang bersedih.. seengganya kamu membagi kesedihan mu dengan ku.. karna aku ini teman mu San.. walupun kita kenal belum lama tapi aku sudah menganggap mu sebagai saudara ku sendiri
__ADS_1
setelah mendengar kata itu aku langsung memeluk Elina..
"el aku tidak kuat dengan semua ini " ucap ku
"memang ada apa sih San sini aku cerita dengan ku... " ucap Elina
setelah itu aku menceritakan nya secara detail...
"astaga kamu yang sabar ya San aku mengerti posisi mu " ucap Elina sambil memeluk ku...
"tapi aku sudah tidak kuat El dengan perlakuan nya " ucap ku
"sabar lah San.. setelah kau mendapat kesedihan pasti kau akan meratapi kebahagian percya pada ku San " ucap Elina..
saat kami sedang berpelukan tiba tiba datang Rafa dengan menggebrak meja..
"hey kalian kalian pikir ini kantor bapak moyang kalian yang seenak nya " ucap Rafa
"hey kau Sania jangan mentang mentang " ucap Rafa yang langsung di potong dengan ku
"jangan mentang mentang kamu adik nya kak destry istri nya kak nicko.. " ucap ku yang mulai kesal
"hey berani kau melawan bos mu " ucap Rafa
"aku tidak pernah melawan diri mu...kau kenapa terus membwa kak destry dalam hal ini.. aku tidak pernah membawa bawa nama besar kak destry apalagi kak Nicko... jadi ingat kau boleh menghina ku sepuas hati mu... tapi tolong kau kenapa terus membenci ku...
apa kau tahu aku juga tidak ingin berjodoh dengan mu.. karna mama mu yang minta untuk aku menjadi istri mu.. ucap ku
" karna kau miskin dan kau butuh duit "ucap Rafa dengan santainya
" aku akan mengembalikan uang mu yang sudah ku pinjam... dan aku akan bilang kepada ibu mu kalau aku akan membatalkan perjodohan ini "ucap ku
" kalau sampai kau berani membatalkan perjodohan ini ku pastikan kau akan menderita Sania Rahma... ucap Rafa
__ADS_1