
mendengar itu Rafa langsung menggebrak meja ,dia tidak menyangka ada yang berani menculik istri nya ...
"fang cepat apa kamu budek ah " teriak Rafa seraya menonjok tembok dengan sangat kencang
fang terlihat kalang kabut dia langsung menghubungi polisi dan orang terbaik nya ,Rafa tidak hanya mempunyai perusahaan yang sangat besar ,ia juga mempunyai komplotan mafia yang sangat kejam
untuk berjaga jika suatu hari perusahaan nya akan di serang oleh musuh
Rafa juga menghubungkan keluarga Sania dan keluarga nya ....
di tempat lain ...
Sania menyerpitkan mata nya ....
"ahh aku di mana ini " ucap Sania yang memegang kepala nya
kedua tangan dan kaki Sania di ikat ...
"tolong '! seru Sania menangis
tiba tiba ada sosok perempuan yang masuk dengan baju yang sangat feminim ,dia tersenyum kearah Sania dengan memegang pistol ...
"Ema '!!!! teriak Sania
Ema tertawa dengan sangat kencang ...
__ADS_1
"buahahaha Sania sania ,kamu kira aku tidak akan menggangu mu lagi ,ingat Sania aku belum mendapatkan suami mu ,aku akan terus mengganggu mu sampai suami mu jatuh kepelukan ku " ucap Ema sinis
"kamu gila ,kamu perempuan tidak tau diri ,kamu perempuan murahan " teriak Sania di depan wajah Ema
mendengar itu Ema naik pitam ,dia langsung menampar Sania dengan sangat kencang
plak ...
satu tamparan mendarat di pipi mulus Sania ....
"kamu bilang aku murahan ??? kamu yang murahan kamu mengemis cinta presedir agar kamu bisa melunasi hutang keluarga mu kan" teriak Ema seraya menjabak kerudung yang Sania pakai
Ema terus menampar Sania hingga bibir Sania mengeluarkan darah ...
"sudah cukup kau wanita gila " teriak Sania menangis
tampak lah rambut Sania terurai ...
"kamu jangan gila Ema ,ambilkan kerudung ku Ema tolong ,kau boleh menyiksa ku tapi kamu jangan melepaskan kerudung ku em aku mohon " ucap Sania menangis
____________________
semua keluarga sudah panik termasuk Sanjaya dia sudah menelfon orang terbaik nya ...
"papi lihat GPS Sania mengarah ke gedung tua " teriak Rafa
__ADS_1
semua bodyguard dan polisi langsung mengarahkan mobil nya ke gedung yang di tunjukan GPS
sesampainya Rafa di gedung ia mengatur rencana agar semua orang bisa ke tempat yang sudah di atur ...
di dalam Sania masih menangis ,ia tidak masalah jika ia di pukuli sampai mati pun ,ia menangis karena kerudung yang ia pakai di lepas di depan yang bukan muhrimnya ...
"aku mohon Ema ,ambilkan kerudung ku ,kau boleh memukuli ku asalkan kau kembalikan kerudung ku " teriak Sania dengan menangis
saat Sania terus menangis tiba tiba polisi dan bodyguard yang lain masuk dengan mengacungkan senjata api di depan Ema
"Sania ,!!! teriak Rafa yang melihat Sania sudah acak acakan dengan rambut yang terurai dan lebam di daerah muka dan bibir
"m..as tolong aku ,aku tidak memakai kerudung " ucap Sania
Rafa yang emosi pun langsung mengancam Ema ...
"Ema lepaskan istri ku ,atau kau mati di tangan ku "
mendengar itu Ema langsung tertawa terbahak bahak ...
"kamu kesini ingin menyaksikan istri mu mati kan ??? tanya ema seraya mendekatkan pistol nya di kepala Sania
"Ema aku mohon jangan sakiti Sania dan anak ku ,mereka tidak salah "
"kamu bilang dia tidak salah ,dia tidak mau menyerahkan mu kepada ku ,aku sangat mencintaimu Rafael ,aku ingin menjadi istri mu " teriak Ema sambil menangis
__ADS_1
"kamu jangan gila Ema ,aku sudah memiliki Sania walupun aku belum memiliki Sania juga aku tidak akan mau dengan mu " teriak Rafa yang sudah tidak tahan
sty di part selanjutnya:)