
setelah itu fang keluar , sampai di luar ia langsung memeluk Sanjaya ...
"papi maafin fang , kalau saja fang tadi bisa menjaga kak Rafa , mungkin kak Rafa tidak ada di sini Pi " ucap fang menangis
"fang sudahlah nak ini semua bukan salah kamu ,ini semua salah perempuan murahan itu " sambung Sanjaya yang memeluk anak angkat nya itu
di tempat lain ...
Sania mulai tersadar ia menyerpitkan mata nya sedikit demi sedikit ...
"ah aku di mana ??? tanya Sania seraya memegang kepala nya
"Alhamdulillah nak kamu sudah sadar ,kamu di rumah sakit sayang ,kamu tadi pingsan " ucap Margaret
Sania mulai ingat ,kejadian di mana Rafa di tembak dan keadaan nya kritis ..
"mah aku mau lihat mas Rafa " ucap Sania yang langsung mencopot infus di tangan nya
"Sania keadaan kamu masi belum pulih sayang " tutur Margaret yang terus menghalangi Sania agar tidak pergi
Sania memberontak dan ia mendorong Margaret serta Salamah ...
"Gibran cegah adik mu ,dia ingin menemui Rafa " teriak salamah
Gibran yang mendengar teriakan umi nya itu langsung menghalangi Sania untuk keluar ...
__ADS_1
"Sania kamu gak boleh kemana mana ,kamu masih belum pulih " ucap Gibran yang langsung memeluk sania agar tidak pergi
"kakak awas ,jangan menghalangi ku ,aku ingin bertemu suami ku " ucap Sania menangis
dokter pun datang dan ia langsung menyuntikan cairan penenang kepada Sania ,Sania langsung jatuh lemas ...
"Gibran angkat adik mu kemari nak " sambung Salamah
" nyonya saya sarankan agar ibu Sania jangan terlalu banyak memikirkan hal yang berat berat , karena ini akan berpengaruh kepada anak yang di dalam kandungan ibu Sania " ucap dokternya tersebut yang memasang kembali selang infus yang sempat di copot Sania
"baik dok "
3 hari setelah kejadian ...
Sania pun sejak 3 hari itu ia hanya makan sedikit karena ia terus memikirkan Rafa yang tidak sadarkan diri ...
"mas alsheen akan lahir ,apa kamu tidak mau melihat alsheen lahir ??? tanya Sania terus menggenggam tangan suaminya itu sambil menangis
"sudah san , ikhlaskan Rafa " sambung Margaret menangis
"tidak mah ,mas Rafa pasti akan bangun ,iya kan mas kamu akan bangun ,kamu tidak akan meninggalkan aku kan ??? tanya Sania yang terus menangis
Karena hari sudah malam , Sania memutuskan untuk mengambil air wudhu dan sholat Maghrib di ruang rawat Rafa ...
"ya Allah ya Tuhanku ,aku percaya kau maha melihat ,kau maha mengetahui , tolong sadarkan suami hamba ,dan angkatlah penyakit nya ya Allah " ucap Sania di sela sela doa nya
__ADS_1
di tempat lain ...
"ya Allah maafkan hamba yang hanya datang jikalau ada masalah , hamba melupakan mu jikalau hamba merasa senang , tapi hamba mohon ya Allah angkat lah penyakit kakak hamba ,hamba mohon kepada mu ya Allah " ucap fang
*******
Sania setiap malam selalu menemani Rafa ,dan tak lupa ia selalu mengganti baju Rafa walau sang suami tak kunjung sadar dari koma ,tapi ia percaya bahwa Allah tidak tidur ....
setelah membersihkan tubuh Rafa ,ia berbaring di sebelah Rafa dan memeluk nya ....
"selamat tidur suami ku ,aku sangat menyayangimu " ucap Sania seraya mengecup bibir dan kening Rafa
jam 04.00
Rafa menyerpitkan mata nya sedikit demi sedikit ,ia melihat ke arah samping ,tampaklah Sania sedang tertidur pulas dengan balutan selimut di tubu nya ...
"sa..yang " ucap Rafa mengelus puncak kepala Sania
Sania yang merasa ada sentuhan langsung terbangun ....
"iya siapa ??? tanya Sania yang masih mengucak ngucak kedua mata nya
"a.kuu suami mu " ucap Rafa tersenyum
Sania mendengar itu langsung melihat kearah Rafa ,dan benar terlihat lah wajah Rafa yang sedang tersenyum ....
__ADS_1