
setelah kami sampai Stasiun.. ternyata umi sudah menunggu di depan...
"kk itu umi ayo kita samperin" ucap ku..
setelah itu kami berlarian...
"umii ucap ku langsung memeluk umi...
" eh Sania anak umi... tambah cantik kamu ndok "ucap umi...
" assalamulaikum bi... ucap kak gibran
"Walaikumsalam gibran gimana kabar mu, selamat ya nak kamu telah menyelesaikan study mu di Kairo " ucap abi..
"iya bi gibran juga senang karna gibran lulus dengan nilai terbaik
" kamu harus selalu rendah hati dan menolong sesama ya nak "ucap umi pada kak gibran
" iya umi gibran pasti akan selalu ingat ucapan umi "ucap kak gibran
" umi ayo balik.. umi harus lihat sekarang kak destry sudah mengandung mi "ucap ku
" apa iyah ndok"tanya umi
"iya umi ayo kita cepat pulang" ucap ku
setelah itu kami semua langsung pulang ke rumah kak Nicko..
*****
"Rafael ingat ya hari ini orangtua Sania datang jadi setelah ini kita akan kerumah nya " seru om sanjaya
"iya pi Rafa ingat " ucap Rafa ketus...
"yasudah sekarang kamu mandi dan rapi rapi sekarang papi ingin melihat mami mu yang sedang bersiap " ucap om sanjaya
*****
setelah kami sampai mansion abiyasa...
"wuluh wuluh ndok.. rumahnya bagus sekali " ucap umi dan abi
__ADS_1
"iya umi, abi ini rumah kak Nicko suami nya kak destry....
setelah sampai kami langsung turun dan sudah ada pelayan di depan yang menyambut kami...
" selamat sore tuan, nyonya, nona, tuan muda "ucap pelayan dan mang ujang...
" sore Pak.... "ucap ku dan kak gibran
setelah sampai di dalam langsung kak destry berlarian memanggil nama umi...
" umiiiii destry kangen umi "ucap kak destry yang langsung berhamburan kepelukan umi...
" eh destry... uluh uluh tambah cantik saja anak umi ini "ucap umi
" abi destry kangen abi "ucap kak destry memeluk abi
" abi juga kangen kamu des ".. ucap abi
setelah itu kami semua masuk... kedalam...
dan tak lama sehabis maghrib kak Nicko pulang dengan membawa umi imah...
" assalamualaikum umi, abi"ucap kak Nicko
"Waalaikumsalam... eh ini yang namanya nak Nicko ya " ucap umi sambil mengelus puncak kepala kak Nicko
"iya umi, abi ini suami nya destry" ucap kak destry...
setelah perkenalan... semua keluarga ngumpul di ruang keluarga...
"jadi bagaimna nia.. apakah kamu sudah serius dengan Rafael" ucap tante dita
"iya tan aku serius" ucap ku...
"alhamdulillah sebentar lagu juga...keluarga Rafa akan datang kesini untuk membicarakan pernikahan kalian" ucap om miko
"iya om... " ucap ku
setelah maghrib keluarga Rafa datang... menggunakan mobil.... akupun menyambutnya di depan pintu...
"assalamu'alaikum om, tante, Rafa" ucap ku tersenyum
__ADS_1
"Walaikumsalam eh ada calon menantu tante.. cantiknya kamu nak" ucap tante margareth
"ah tante bisa ajah, ayo tan silahkan masuk " ucap ku
sesampainya di dalam.. semua orang menyambut nya dengan hangat....
"oh ini dia ya keluarga nya Sania " ucap tante
"iya tan ini keluarga ku " ucap ku tersenyum
"MasyaAllah umi nya ajah cantik..pantes ajah anak nya cantik" ucap tante...
singkat cerita kami semua.. langsung membicarakan tentang pernikahan....
"berarti insyallah pernikahan ini akan di laksanakan pada ari ahad... " ucap abi
"iya... kita juga sudah menyiapkan semua keperluan nya " ucap om dan tante
"kamu mau mahar berapa gram Sania?? tanya tante....
" aku tidak mau Mahar apapun tan.. aku hanya ingin mahar Surat Ar-Rahman... karna prinsip ku adalah menikah untuk seumur hidup... dan aku ingin.. pernikahan ini menjadi pernikahan terbaik dalam hidup ku "ucap ku
" subhanallah sayang... "ucap om dan tante..
" ok berarti pernikahan ini di laksanakan pada hari ahad... dan di laksanakan di hotel Abyasa.... ucap tante dita
akhirnya kami semua pun menyetujuinya....
"mi sebentar aku dan Sania ingin bicara terlebih dahulu " ucap Rafa
dan diangguki oleh semua orang...
saat kami sudah sampai taman... akhirnya aku pun duduk
"maaf ada apa anda memanggil saya kesini" ucap ku
"hey perempuan sok alim, sok suci.. kamu mau di kasih mahar harta ajah nolak sok banget sih " ucap Rafa sinis
"maaf bukanya saya nolak... biarpun nanti pernikahan kita berujung perceraian.. aku ingin pernikahan ini pertama dan terakhir kali di hidup ku " ucap ku
"udahlah emang susah... ngmong sama wanita tidak jelas seperti kamu... " ucap Rafa berlalu pergi
__ADS_1