
"kaka sayang kepada mu San " ucap kak gibran sambil mengelus puncak kepala ku
akhirnya kak gibran pun tertidur....
saat jam 5 pagi aku mendengar suara ribut ribut di depan.. saat aku melihat sebelah ku ternyata kak gibran tidak ada
saat aku melihat nya, aku melihat mas rafa yang sedang di pukuli kak gibran dalam keadaan mabuk
"kak stop kak sudah " ucap ku menghampiri mas rafa dan memeluk nya
"sania sayang maafkan aku "ucap rafa mulai ngaco
" jangan sentuh adik saya dengan tangan kotor mu itu "ucap kak gibran menarik tangan ku
" kamu ingat ya adik saya tidak akan bersama mu lagi "ucap kak gibran
" kak sudah jangan pukul lagi "ucap ku menangis
" Sania kk bilang masuk "ucap kak gibran teriak
" kak jangan pukul mas rafa lagi "ucap ku menagis
" ayo San kita pulang "ucap kak gibran lamgsung kedalam untuk mengambil koper...
dan akupun langsung menghampiri mas rafa yang tersungkur di lantai karna mulut dan hidung berlumuran darah..
" ya Allah mas "ucap ku memeluk mas rafa
" Sania sayang ku, aku minta maaf aku ingin kembali kepadamu "racau rafa yang terus memeluk ku
saat kak gibran datang dan melihat ku yang di peluk oleh rafa langsung menarik ku
" Sania ayu kita pulang "ucap kak gibran emosi
__ADS_1
setelah itu aku dan kak gibran langsung pergi meninggalkan rafa yang tergeletak di situ
sesampainya Aku di rumah kak destry aku langsung memencet bel....
dan ternyata yang membuka adalah kak destry sendiri...
" assalamu'alaikum kak "ucap ku tersenyum
" eh ada kak gibran "ucap kak destry langsung memeluk kak gibran
" eh destry gimana keadaan baby boy uncle ini "ucap kak gibran mengelus perut ku
baik dong uncle " ucap kak destry
"kakak beneran mau balik " tanya kak destry sedih
"iyah sayang soalnya abi suruh Sania balik " ucap kak gibran
saat kita sedang mengobrol di luar tiba tiba ada kak nicko
"assalamulaikum mas " ucap kak Nicko
"Walaikumsalam wr. wb ucap kak gibran
" sayang kok kk nya gak di suruh masuk "ucap mas Nicko
setelah itu kita pun akhirnya masuk... dan berbincang bincang bersama
selesai sarapan kak destry langsung bicara dengan kak gibran...
" kak apa kk mau mengirim Sania ke Kairo untuk melanjutkan studinya di sana??? tanya kak destry
"rencana nya sih gitu des, tapi Sania menolaknya karna tidak ingin membebani pikiran mu dan umi...
__ADS_1
" rencananya aku akan mengirim Sania ke pesantren milik orang tua teman ku yang bernama istina "ucap kak gibran
" kak mendingan kk suruh Sania tinggal di tempat nenek saja yang berada di Mesir "ucap kak destry
" aku sih mau nya gitu des cuma kan sama aja Mesir sama Kairo cuma bedanya Kairo itu Ibukota nya... "ucap kak gibran
" yah saran aku sih mending di bawa ke Mesir ajah "ucap kak destry
" yasudah kita bawa ke Mesir saja "ucap kak gibran...
saat kak destry hendak memanggil ku tiba tiba aku sudah ada di belakang kak destry ...
" kakak "ucap ku
" astagfirullah San kamu menganggetkan kaka saja "ucap kak destry
" eh ayo kak gibran ingin bicara dengan mu "ucap kak destry
setelah itu aku dan kak destry langsung kekamar
setelah sampai kamar aku langsung di suruh duduk di sebelah kak destry...
" ada apa kak??? tanya ku
"San kamu harus berangkat kerumah nenek " ucap kak destry
"tapi kan rumah nenek di Mesir kak " ucap ku
"San tolong kali ini turuti kemauan kakak " ucap kak destry
"tapi kak " ucap ku yang di potong langsung oleh kak gibran
"pokoknya kamu harus pergi ke Mesir " ucap kak gibran...
__ADS_1
kira kira Sania mau gak ya??? tunggu di part selanjutnya:)