
saat Sania terus menunggu ternyata terdengar suara mobil masuk ...
"itu pasti papah " ucap Sania senang
ternyata benar Sanjaya langsung datang dan merentangkan tangan nya dengan tersenyum dan di susul oleh Ervan yang membawa tas ...
"papah " ucap Sania yang langsung memeluk mertua nya itu ...
"Iyah sayang ini papah " ucap Sanjaya mengelus puncak kepala menantunya itu ...
Margaret dan Rafa langsung menghampiri sanjaya ...
"ini nih pi anak manja yang nungguin papi dari tadi malam" ucap Rafa
Margaret pun langsung mencubit lengan anak nya itu ...
"iya maaf mi " ucap Rafa tersenyum
"katanya cucu papah ini kalo papah yang masak baru mau makan ya "ucap Sanjaya tersenyum
Sania hanya senyum senyum saja mendengar perkataan mertua nya itu ....
"Ervan bagaimana keadaan mu ??? tanya Rafa
"baik tuan " ucap Ervan
"sayang ini siapa??? tanya Sania
"itu Ervan tunangan nya Madara " ucap Rafa
"oh ini Ervan ya ,salam kenal saya Sania istri nya Rafa " ucap Sania
"saya Ervan nyonya , asisten nya tuan Sanjaya" ucap Ervan menunduk
__ADS_1
akhirnya mereka semua pun masuk .....
"Sania kamu mau papah masakin apa ??? tanya Sanjaya tersenyum
"aku mau telur ceplok " ucap Sania tersenyum
"hanya telur ceplok kamu menyuruh papah untuk pulang sayang ??? ini dari Amerika loh sayang " ucap Rafa tidak percaya
Sanjaya dan Margaret langsung menatap tajam kearah Rafa
"jadi kalau telur ceplok tidak boleh hah ??? tanya Sania yang mulai berkaca kaca
"tidak sayang maksud aku kamu cuma minta telur ceplok saja tidak mau yang lain nya gitu" ucap Rafa tersenyum
"tidak aku hanya ingin telur ceplok " ucap Sania tersenyum
Sanjaya pun langsung meletakkan tas nya, mencuci tangan terlebih dahulu dan memasak....
"ehmm ini sangat enak " ucap Sania yang langsung melahap nya
"mah , pah , mas kalian mau ??? tanya Sania
mereka semua pun menggelengkan kepala ...
______________________________________________
"sayang kamu tidak usah ikut kekantor ya ,aku takut kamu kelelahan ,kata dokter kan kamu bedtres " ucap Rafa
"iya sayang ,tapi aku minta izin ya ,aku ingin keluar membeli bubur ayam " ucap Sania
"yasudah nanti kamu minta temani dengan mami saja " ucap Rafa
"Hem tidak usah mas , orang Deket kok di depan " ucap sania yang melilit kan dasi di leher nya
__ADS_1
setelah semua siap mereka pun langsung turun , begitupun Sania dia langsung mengambil tas ......
di sana Sania langsung menyiapkan sarapan untuk suami nya , seperti biasa dia mengambil sandwich dan mengoleskan selai kacang kesukaan suami nya itu dan menuangkan susu plain pada gelas ...
"Ervan mau sekalian atau tidak ??? tanya Sania yang ingin menuangkan susu di gelas Ervan
"tidak usah nyonya nanti saya tuang saja sendiri " ucap Ervan
"baiklah "
mereka semua pun sarapan , dan selesai sarapan semua langsung berangkat kerja ...
"aku harus cepat keluar " ucap Sania yang langsung memaikai sepatu nya
"san kamu ingin pergi kemana??? tanya Margaret
"oh aku mah aku ingin pergi ke rumah umi " ucap Sania
"diantarkan oleh pak Andi saja ya ,mamah takut kamu kenapa Napa "
"tidak usah mah "
"hey sudah di antarkan saja ,mamah tidak mau kamu kenapa Napa "
Sania hanya bisa mengangguk .....
mobil pun berjalan menyusuri kota ,dan sampailah ke kantor polisi ..
"nyonya maaf kita mau apa kesini ???
"saya ingin menengok teman saya ,bapak tunggu sini saja ya " ucap Sania tersenyum
pak Andi pun mengangguk ...
__ADS_1