Menikahi Perawan

Menikahi Perawan
Misi Pertama Berhasil


__ADS_3

Susan Penny mengusap kepala Edwin bagaimanapun juga di adalah putranya.


''Kau mau kembali bersama dengan Annette kan, Edwin?" tanya Susan Penny lagi.


''Tapi Annette ingin bisa denganku Bu?" balasnya lemas.


''Ibu yang akan bicara dengannya.'' Edwin merasa bodoh di hadapan Susan Penny, masalah pribadinya bahkan tidak bisa diselesaikan dengan baik.


''Edwin tidak yakin kalau Annette mau kembali bersama kita Bu,'' lirih ya.


''Bangun Edwin, di mana dirimu yang tangguh?'' sentak Susan Penny.


''Annette tidak akan pernah mau kembali Bu jadi untuk apa memikirkannya lagi,'' balas Edwin tidak mau kalah mengeraskan suaranya.


''Kalau ibu berhasil meyakinkan Annette, bagaimana?" Edwin menatap Susan Penny di sana dia melihat keyakinan dengan ucapan yang baru saja dikatakan ibunya.


''Edwin minta maaf Bu, semua ini terjadi karena aku yang terlalu bodoh,'' ucapnya rapuh.


''Sudahlah semuanya sudah terjadi sekarang, pikirkan bagaimana untuk membawa Annette kembali ke rumah,'' tambah Susan Penny.


''Ya Bu,'' angguk ya.


Susan Penny meninggalkan Edwin di sana sendirian namun dia memerintahkan penjaga untuk mengawasi ya.

__ADS_1


Namun berbeda dengan Annette diam sendirian di bawah sinar bulan. Semenjak kepergian Edwin ia merasa kosongan tidak ada yang mengganggu ya lagi.


''Annette?" panggil ibu yayasan.


''Ya, ibu membutuhkan sesuatu?" tanya Annette cepat dan langsung berdiri.


''Tidak, ibu ingin bicara denganmu nak.'' Annette langsung menunduk karena dia sudah mengerti apa yang akan dikatakan ibu panti.


''Apa itu, Bu?" tanya ya berpura-pura tidak tahu.


''Sebentar lagi kita akan meninggalkan tempat ini nak, ibu tidak tahu membawa anak-anak kemana lagi?" keluh ya.


''Tempat ini memangnya mau diapakan Bu?" tanya Annette heran.


''Pria itu memang seenaknya melakukan sesuatu,'' batin ya.


''Satu Minggu lagi kita harus meninggalkan tempat ini Annette,'' tambah ya.


''Kenapa cepat sekali Bu?'' Annette terbelalak mendengar tenggat waktu yang diberikan kepada mereka.


''Ibu hanya menerima perintah nak, kita tidak memiliki kuasa atas yayasan ini.'' Annette merasa sakit sekali mendengar ucapan ibu yayasan.


''Apa Edwin yang melakukan ini karena aku menggugat cerai?" ucap Annette dalam hati.

__ADS_1


Annette semakin pusing memikirkan masalah yang terus datang bertubi-tubi. Hingga esok harinya, aktivitas di panti tetap berjalan normal hanya saja cuman Annette seorang sendirian duduk termenung di taman.


''Annette?" panggil seseorang.


''Ibu?!" pekik Annette melihat wajah Susan Penny tepat di hadapannya.


''Ternyata kamu di sini ya?" Susan Penny langsung membawa Annette masuk ke dalam pelukannya.


''Sedang apa ibu di sini?" tanya Annette gugup.


''Edwin sudah menceritakan semua yang terjadi kepada kalian sayang. Kamu mau kembali kan bersama dengan ibu?" tanya Susan Penny lembut.


''Maaf Bu, saya tidak bisa,'' tolak ya.


''Edwin saat ini berada di rumah sakit nak, kemarin malam dia meminum obat terlarang hingga membuat dirinya tidak sadarkan diri. Dokter mengatakan kepada ibu kalau Edwin dinyatakan tidak akan pernah kembali.'' Susan Penny menangis sementara Annette diam mematung.


''Kog bisa Mas Edwin meminum obat seperti itu?!" gumamnya pelan.


''Nak, kamu mau menemui Edwin kan?" pinta Susan Penny.


''Baik Bu, Annette ikut!" Susan Penny langsung memeluk Annette, akhirnya rencana yang disusun kemarin malam bersama Edwin berhasil.


''Misi pertama berhasil,'' kekeh Susan Penny.

__ADS_1


Edwin senang mendengar kabar Annette akan mengunjunginya. Dia bahkan melakukan akting seperti yang dikatakan Susan Penny.


__ADS_2