Menikahi Perawan

Menikahi Perawan
Inilah Kehidupan


__ADS_3

Annette tersenyum bahagia bisa menikmati kebahagian yang selama ini tidak pernah ia dapatkan.


Balik semua masalah yang pernah ia alami berbalik sekarang saat ini. Tambah lagi anggota baru akan segera tiba beberapa bulan ke depan.


"Hari ini kita ke dokter cek kandungan kamu ya menantu?" tanya Susan Penny.


"Ya Ma," jawab ya.


"Edwin ikut!" ucapnya.


"Pria tidak boleh ikut," ledek Susan Penny.


"Kog tidak boleh Mah?" tanya Edwin heran.


"Biasanya pria bersih-bersih di rumah ketika istrinya melakukan cek up," tambah Susan Penny.


"Benar seperti itu sayang?" tanya Edwin.


Susan Penny main mata agar ia berbohong biar Edwin kena kerjain sekali ini saja.


"Biasanya sih seperti itu Mas," ucapnya.


"Baiklah, Edwin siap melakukannya." Edwin begitu bersemangat hingga dia melupakan kalau Annette dan Susan Penny tadi hanya bercanda.

__ADS_1


"Ya Tuhan, aku berdosa sekali telah membohongi mas Edwin?" batin Annette.


Beda dengan Susan Penny beliau ingin tertawa terbahak-bahak melihat kepolosan putra ya itu.


"Edwin persis seperti ayah ya dulu, kalau sudah menyangkut cinta tidak peduli lagi yang lain," kekeh ya.


"Tapi Mah, mas Edwin kan tidak pernah bersih-bersih?" tanya Annette khawatir.


"Pernah, dulu mamah hukum karena telat pulang sekolah dari situ dia nurut sampai sekarang. Tapi semua miring semenjak wanita aneh itu hadir dalam hidup Edwin, makanya kami selaku orang tua kecewa saat itu. Untung ada kamu sayang bisa menyelamatkan Edwin. Mamah masih ingat kamu dulu diperlakukan tidak adil," lirihnya.


"Annette hanya wanita biasa


Mah, selebihnya campur tangan Allah," balas Annette.


"Kamu itu spesial sayang, tidak ada wanita yang bisa tahan di sisi Edwin kecuali kamu." Annette hanya bisa mengangguk ia hanya bisa bersyukur.


"Aku harap Mas Edwin bisa kerja dengan baik," batinnya.


"Aduh pinggangg ku sakit sekali," jerit Edwin.


"Tuan biarkan kami yang melakukannya," pinta maid.


"Aku tidak mau karena kata mamah ini sudah kewajiban suami kalau istri sedang cek up." Maid ingin tertawa mendengar ucapan majikannya ini.

__ADS_1


Sela Edwin membersihkan rumah seorang wanita muda berdiri tepat di depan pintu. Wajah Edwin langsung berubah dingin. Dia ingin sekali hilangkan wanita itu dari hadapannya.


"Mau apa kau ke sini? Satpam mana kalian? Beraninya memasukkan wanita ini ke rumah ku?!" teriak Edwin.


"Aku yang memasukkan dia ke sini Mas," potong Annette.


"Kenapa? Sayang kau tahu kan wanita ini berbahaya?" tanya Edwin lalu jauhkan Annette dari Rachel.


"Ada yang hendak dia katakan Mas, tolong dengarkan dulu! Tadi kami menemukannya di depan pintu habis pulang dari rumah sakit," pinta Annette.


"Baiklah! Karena istriku yang mengatakannya." Rachel terharu dia benar-benar berterima kasih kepada Annette masih mau memaafkan dia.


"Edwin, aku minta maaf sudah berbuat salah kepadamu terlebih lagi Annette, kamu paling menderita selama ini. Aku wanita bodoh tidak memahami arti kata cinta dan kasih sayang yang selama ini aku terima. Aku kurang bersyukur seharusnya Tuhan memberikan teguran paling dalam," tangis ya.


"Mami, Edwin, Annette ada sesuatu ingin aku sampaikan waktuku tidak banyak lagi kalian bahagia ya. Jangan pernah sia-siakan kebahagiaan yang sudah kalian dapatkan saat ini." Mereka kaget Rachel sudah tidak bernyawa lagi.


"Inilah kehidupan, kita tidak tahu kedepannya. Rachel yang dulu baik berubah tapi Tuhan masih berikan kesempatan kepadanya untuk bertobat," ucap Edwin sambil menitikkan air matanya.


Tamat


***


HAI KAK, Annette SAMPAI DI SINI UPDATE MAKASIH SUDAH DUKUNG DAN BERI SEMANGAT 😘😘😘

__ADS_1


AUTHOR BULAN DEPAN AKAN RILIS CERITA BARU STAY SELALU YA KAK. OH, YA AUTHOR ADA GRUP KITA BISA SHARING DI SANA ATAU LEBIH DEKAT YUK KLIK SAJA GRUP KU😍😍


SALAM HANGAT DARI AUTHOR PERAΒ 


__ADS_2