Menikahi Perawan

Menikahi Perawan
Minta Maaf


__ADS_3

Kini mereka berdua berada dalam kamar tersebut suasana begitu dingin. Annette tetap pada pendiriannya tidak mau membuka suara terlebih dahulu.


Mungkin dahulu ia selalu membuka obrolan namun kali ini berbeda. Edwin terus menatap perut Annette tubuhnya bergetar tidak tahu kenapa ingin menyentuh perut tersebut.


"Apa aku bisa menyentuhnya sebentar?" Sontak Annette terkejut bukan kepalang mendengar keinginan Edwin.


"Maaf, tubuhku lelah tidak bisa terlalu lama duduk," alasan Annette.


"Aku mengerti Annette tapi ada sesuatu yang ingin ku bicara kan denganmu?" ucap Edwin lirih.


"Apa itu?" balas Annette berusaha untuk tetap tenang.


"Ibu sebentar lagi akan mengetahui hubungan kita renggang padahal kamu sedang mengandung," lirihnya.


"Annette tahu, tidak perlu khawatir soal itu." Edwin membuang napasnya kuay.


"Apa kamu belum bisa memaafkan ku, Annette?" tanya Edwin memohon.

__ADS_1


"Biar waktu yang menjawabnya, aku tidak mau terburu-buru dengan itu," jawabnya.


"Dan anak?" Annette seketika langsung lemah anak dalam kandungannya ini merupakan wujud syukur untuknya tapi kehadirannya tidak cocok untuk saat ini.


"Kamu menganggapnya anak?" sindir Annette.


Wajah Edwin pias dia sadar betul yang dikatakan Annette dahulu memang tidak menginginkan apapun darinya.


"Aku tidak menyangka karena mengatakan itu kepadamu Annette. Tapi, bisa tidak kamu melupakannya aku tahu itu akan sulit untukmu," tambah Edwin.


"Aku pria buruk Annette, selama ini aku sudah dikuasai oleh wanita itu." Annette tidak peduli dengan yang dikatakan Edwin karena pria ini sule untuk dipercaya.


"Sudah larut sebaiknya anda kembali," usir Annette halus.


"Biarkan aku tidur di sini ya. Ibu sedang pulang bagaimana nanti beliau melihat kita berdua pisah ranjang?" Annette baru menyadari itu ia tidak menjawab memilih menuju tempat tidur.


Edwin merasa tidak ada penolakan akhirnya menjatuhkan tubuhnya di atas sofa ukurannya tidak sebanding dengan tubuh kekarnya.

__ADS_1


"Hanya beberapa saat Edwin," hiburnya lalu mulai memejamkan bola mata namun sangat sulit karena wajah terbayang akan hal itu.


Beda dengan Annette sama sekali tidak bisa memejamkan kedua bola matanya. Pergerakan yang telah dirasakan Annette sama sekali ia juga tidak bisa tidur karena Edwin.


Annette memilih untuk bangun turun ke bawah untuk air minuman tenggorokannya tiba-tiba menjadi kering.


"Sayangnya aku tidak mau meninggalkanmu sendirian di sini Annette." Edwin langsung membawa Annette masuk ke dalam pelukannya karena begitu bahagia sekarang bisa bersama seutuhnya bersama dengan istri ya." Annette begitu terkejut tubuhnya bergetar hebat menerima pelukan itu.


"Aku mencintaimu Annette, pria buruk seperti ku memang sulit untuk dimaafkan tapi aku yakin kalau kamu adalah wanita yang baik," ucap Edwin lalu melepaskan pelukannya menatap wajah Annette yang tegang.


"Apa aku bisa mempercayai perkataanmu ini Mas?" tanya nnette pelan.


"Tentu sayang, kita buka lembaran baru ya bersama calon buah hati kita." Tidak perlu meminta izin Edwin sudah mengusap perut Annette.


Annette merasa geli Edwin mengatakan kata sayang, ia begitu bahagia malam itu bisa menghabiskan waktunya bersama dengan Edwin.


Hal ini yang ia inginkan dari pria itu tapi Tuhan berkehendak lain dan memilih jalan lain. Annette mengusap kepala Edwin untuk pertama kali dan pria itu menerima dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2