
Arsene melepaskan pelukannya begitu pula dengan Angel kemudian Arsene membalikkan tubuh Angel agar menatap dirinya.
Grep
"Aku tidak akan meninggalkan dirimu karena aku sangat mencintaimu. Aku ingin secepatnya sembuh dan menghilangkan rasa traumaku serta berusaha menghilangkan rasa bersalahku karena tidak bisa melindungi mereka. Gara - gara rasa bersalah itulah membuat Kakak terpuruk dan sering menangis dan menyalahkan diri Kakak hingga Kakak mengalami gangguan jiwa," ucap Arsene sambil mengingat masa lalunya dan kembali memeluk Angel.
"Apakah Kak Arsene sudah mulai bisa mengingat masa lalu?" tanya Angel sambil membalas pelukan Arsene.
"Ya, Kakak bisa mengingat semuanya hanya trauma yang sulit kakak hilangkan," jawab Arsene sambil mendorong perlahan tubuh Angel.
"Tapi Kakak percaya dengan kehadiran dirimu sedikit demi sedikit rasa bersalah itu pasti akan hilang," jawab Arsene sambil menatap wajah cantik Angel.
"Aku ingin mendengar hatciih .... Hatciih .... " ucap Angel sambil bersin-bersin.
"Kita keringkan tubuh kita dan memakai pakaian kering karena Kakak tidak ingin kamu sakit setelah itu barulah nanti aku akan menjawab semua pertanyaan mu," ucap Arsene.
Angel hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berjalan ke arah lemari yang berada di dalam kamar mandi.
"Apa yang Kak Arsene lakukan?" tanya Angel ketika ke dua tangannya menyentuh pakaiannya.
"Menggantikan pakaianmu, memangnya kenapa?" tanya Arsene.
"Tidak usah Kak, biar aku saja," jawab Angel.
__ADS_1
"Kakak sudah melihat semuanya jadi kenapa kamu malu?" tanya Arsene.
"Kita belum menikah Kak, nanti di saat kita menikah apapun yang Kak Arsene minta aku tidak akan protes sedikitpun," ucap Angel memberikan alasan kenapa dirinya menolaknya.
"Kakak janji tidak akan melakukan itu," ucap Arsene yang ingin membantu Angel melepaskan pakaiannya.
"Tapi ..." ucapan Angel terpotong oleh Arsene.
"Kakak mohon padamu," mohon Arsene.
Angel menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat Arsene tersenyum bahagia.
Arsene melepaskan satu persatu pakaian milik Angel kemudian menggantikannya dengan jubah handuk. Arsene berulang kali menelan saliva nya dengan kasar tapi karena dirinya sudah berjanji Arsene menahannya.
('Sabar Arsene, tunggu kamu dan Angel menikah maka kamu bebas melakukan apapun. Aku tidak tahu kenapa dekat denganmu membuat pikiranku jadi mesum sedangkan dengan istriku yang sudah meninggal pikiran mesum ku sama sekali tidak ada,' ucap Arsene dalam hati)
"Mau kemana?" tanya Arsene sambil masih menggenggam tangan Angel.
"Mau menyisir rambut," jawab Angel tanpa membalikkan badannya.
"Nanti Kakak akan menyisiri rambutmu dan sekarang temani kakak mengganti pakaian," pinta Arsene.
"Maaf Kak, aku tidak bisa," jawab Angel dengan wajah memerah.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Arsene.
"Aku sangat malu," jawab Angel.
"Tapi waktu Kakak mengalami gangguan jiwa, kamu memandikan aku bahkan menyentuh adik kecilku," ucap Arsene vulgar.
Bugh
Angel membalikkan badannya kemudian memukul bahu Arsene dengan wajah yang memerah menahan malu.
"Waktu itu karena Kak Arsene marah-marah ketika dimandikan karena itulah aku memandikan Kak Arsene dan masalah menyentuh adik kecil Kak Arsene karena aku ingin seluruh tubuh Kak Arsene bersih dan bebas dari kuman," ucap Angel.
Saat itu Angel tidak ada pikiran mesum karena bagi Angel dirinya melakukan itu karena murni menolong orang-orang yang mengalami gangguan jiwa begitu pula dengan teman-teman nya.
"Apakah selain Kakak, kamu juga pernah memandikan pria lain?" tanya Arsene sambil menatap tajam ke arah Angel.
"Tentu saja dan bukan aku saja dokter wanita dan perawat juga melakukan nya," jawab Angel jujur.
"Kenapa kamu dan yang lainnya mau melakukannya?" tanya Arsene dengan nada cemburu.
"Kami melakukannya karena kami melihat kebanyakan para pria dan wanita yang tidak mandi selama berbulan-bulan dan ada yang tinggal di selokan bagian privasinya dan juga tubuhnya ada belatungnya karena itulah kami terpaksa memegangnya untuk membersihkan nya supaya tidak infeksi," jawab Angel menjelaskan.
"Kakak ingat saat itu ada segerombolan anak kecil melempari Kakak batu hingga Kakak merasakan kesakitan dan jatuh ke selokan yang sangat kotor dan menjijikkan tapi saat itu entah kenapa Kakak malah bermain dengan air kotor itu hingga beberapa hari kemudian Kakak keluar dari selokan itu dan berjalan tanpa tentu arah," ucap Arsene dengan tubuh menggigil.
__ADS_1
Grep
"Sstttt ... Sekarang Kak Arsene pakai pakaian nanti kita lanjutkan mengobrol nya," ucap Angel dengan nada lembut sambil memeluk Arsene dan membelai punggungnya yang masih terbungkus kemeja.