Menikahi Pria Gangguan Jiwa

Menikahi Pria Gangguan Jiwa
Arsene dan Angel


__ADS_3

"Istriku sudah meninggal jadi untuk apa kamu bertanya seperti itu?" tanya Arsene sambil membalas tatapan Angel.


"Aku kan hanya bertanya jika seandainya saja istri kak Arsene masih hidup siapa yang Kak Arsene pilih?" tanya Angel mengulangi perkataannya.


"Tentu saja kamu," jawab Arsene tanpa banyak berpikir.


"Kenapa?" tanya Angel penasaran.


"Karena kakak sangat mencintaimu dan hanya kamu yang ada di hatiku," jawab Arsene sambil menatap wajah cantik Angel.


"Memangnya dulu sama kak Delia, Kak Arsene tidak mencintai nya?" tanya Angel.


"Jujur tidak ada," jawab Arsene.


"Kok aneh, bisa cerita kan masa lalu kak Arsene dengan Kak Delia," pinta Angel.


"Beberapa tahun yang lalu Delia menyukai Kakak tapi Kakak tidak menyukainya itu disebabkan karena Delia dan Ibunya ikut campur urusan rumah tangga putranya hal itu membuat menantunya kabur dan berakhir meninggal dunia," ucap Arsene menceritakan awal kenapa dirinya tidak mencintai Delia atau di kenal dengan Eden.


"Lalu selanjutnya apa yang terjadi?" tanya Angel.


"Bacalah novel karangan Yayuk Triatmaja dengan judul : Salah Ranjang Balas Dendam Sang Mafia, babnya belum keluar jadi tunggu saja karena sebentar lagi akan keluar termasuk penderitaan Edward kakaknya Delia," ucap Arsene.


"Baiklah nanti aku baca," jawab Angel.


Arsene tersenyum kemudian menatap bibir mungil Angel membuat Arsene ingin mengecupnya.


"Angel," panggil Arsene.


"Ya," jawab Angel singkat.

__ADS_1


"Bolehkah aku mencium bibirmu?" tanya Arsene penuh harap.


"Tapi ..." ucapan Angel terpotong oleh Arsene.


"Janji kita akan melakukan hubungan suami istri setelah kita resmi menikah," ucap Arsene.


Angel menganggukkan kepalanya membuat Arsene tersenyum bahagia. Arsene mengecup bibir Angel secara singkat namun Arsene menginginkan ciuman kembali membuat Arsene me x lu x mat bibir Angel sambil menaiki tubuh Angel.


Tangan nakal Arsene menarik jubah handuk hingga terlihat tubuh polos Angel. Arsene mencium leher Angel membuat Angel mengeluarkan suara merdunya membuat Arsene tersenyum bahagia.


Arsene menarik tali jubahnya dan membuangnya secara asal kemudian Arsene memasukkan mulutnya ke salah satu gunung kembar milik Angel membuat Angel kembali mengeluarkan suara merdunya.


Arsene memasukkan satu jarinya ke dalam goa yang masih sempit milik Angel kemudian memasukkan satu jari lagi membuat Angel seperti tersetrum dan langsung mengangkat tubuhnya ke atas tanda dirinya mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya.


Arsene menarik ke dua jarinya kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya membuat Angel menatap Arsene dengan wajah bingung.


"Kenapa dimasukkan ke dalam mulut?" tanya Angel.


Arsene kembali melakukan pemanasan membuat Angel kembali mengeluarkan suara merdunya.


"Kak Arsene," panggil Angel sambil menatap wajah tampan Arsene.


"Ya," jawab Arsene.


"Aku ingin merasakan itu," ucap Angel.


"Itu apa?" tanya Arsene pura-pura tidak tahu.


"Merasakan hubungan suami istri," jawab Angel dengan wajah memerah.

__ADS_1


"Apa kamu yakin?" tanya Arsene.


"Yakin, aku akan berikan harta berhargaku untuk Kak Arsene," ucap Angel.


Arsene hanya tersenyum kemudian Arsene kembali memasukkan ke dua jarinya ke dalam goa yang masih sempit sambil memberikan pemanasan hingga tidak berapa lama Angel kembali seperti tersetrum dan langsung mengangkat tubuhnya ke atas tanda dirinya mendapatkan pelepasan untuk ke dua kalinya.


Lagi-lagi Arsene memasukkan ke dua jarinya ke dalam mulutnya.


"Kita akan melakukan hubungan suami istri jika kita sudah resmi menikah," ucap Arsene setelah selesai memasukkan ke dua ibu jarinya.


Grep


"Aku sangat mencintaimu Kak Arsene, aku mohon jangan tinggalkan aku," mohon Angel sambil memeluk tubuh polos Arsene.


"Kakak juga sangat mencintaimu dan tidak mungkin meninggalkan dirimu," jawab Arsene sambil membalas pelukan Angel.


"Angel tersenyum bahagia karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


"Aku sangat mengantuk Kak," ucap Angel sambil menguap dan memejamkan matanya.


"Tidurlah, karena besok kita pergi ke villa," ucap Arsene


Angel hanya menganggukkan kepalanya dan tidak membutuhkan waktu lama Angel tidur dengan pulas sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Arsene sambil memeluk tubuh kekarnya.


Cup


"Walau jujur Kakak ingin sekali melakukannya tapi Kakak berusaha menahan diri karena Kakak ingin kita melakukan itu ketika kita resmi menikah," ucap Arsene dengan suara pelan agar tidak menggangu tidur Angel.


Arsene menarik selimutnya kemudian menyelimuti tubuh polosnya dan juga tubuh polos Angel.

__ADS_1


"Semoga mimpi indah," ucap Arsene sambil memejamkan matanya.


Tidak membutuhkan waktu lama Arsene tidur dengan pulas sambil memeluk tubuh polos Angel. Mereka tidur sambil berpelukan dan memberikan kehangatan masing-masing sambil berharap mereka selalu bahagia.


__ADS_2