
"Apa??" tanya Arsene dan Angel bersamaan sambil melepaskan pelukannya.
Arsene menatap dari arah spion mobil sedangkan Angel membalikkan badannya dan melihat mobil hitam berjalan mengikuti mobil mereka.
Arsene mengambil ponselnya untuk menghubungi Tuan Albert Hall dan sambungan pertama langsung di angkat.
('Ada apa Arsene?' tanya Tuan Albert Hall dengan nada kuatir karena entah kenapa perasaanya tidak enak).
('Dad, mobil kami diikuti,' jawab Arsene).
('Apa? Baik jangan matikan sambungan komunikasi nya,' ucap Tuan Albert Hall dengan nada kuatir sambil berjalan dengan langkah cepat menuju ke kamar Alex).
(Tok tok tok)
Arsene mendengar suara ketukan pintu namun pandangan matanya ke arah spion mobil untuk melihat mobil tersebut masih mengikuti dirinya.
('Ada apa Dad? Alex mau berangkat ke kantor,' ucap Alex)
('Adikmu Arsene mobilnya diikuti, kita bantu Arsene dan kamu ketuk pintu kamar Arsene dan Daddy ketuk pintu kamar Axel,' jawab Tuan Albert Hall).
('Apa? Baik Dad,' jawab Alex dengan wajah terkejut sambil melangkahkan kakinya ke arah kamar Asher).
__ADS_1
('Arsene, kamu ada di jalan apa?' tanya Tuan Albert Hall).
(' Jalan xxxx,' jawab Arsene).
('Suruh sopir mengendarai mobil ke arah jalan yang ramai jangan di tempat sepi agar mereka tidak melakukan penyerangan,' ucap Tuan Albert Hal sambil melangkahkan kakinya ke arah kamar putranya yang bernama Axel).
('Baik Dad,' jawab Arsene patuh).
('Dad ponselku mulai lowbat,' ucap Arsene).
('Minta Angel pasang GPS dan hubungi nomer Daddy agar Daddy bisa melacak kalian,' ucap Tuan Albert Hall).
('Baik Dad,' jawab Arsene).
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Tuan Albert Hall karena ponsel milik Arsene sudah lowbat.
"Apa yang mesti kita lakukan?" tanya Angel sambil berfikir.
"Paman, ambil jalan yang ramai," perintah Arsene tanpa menjawab pertanyaan Angel.
Arsene dan ke dua bodyguardnya bisa berkelahi namun mereka tidak tahu ada berapa jumlah orang yang berada di dalam mobil. Arsene yang tidak ingin Angel terluka terpaksa mengulur waktu agar mendapatkan bantuan dari keluarganya.
__ADS_1
Sedangkan tanpa sepengetahuan Arsene kalau Angel bisa berkelahi namun karena Angel tidak ingin Arsene terluka membuat Angel berpikir dan akhirnya dirinya menghubungi Alona Ibu pengasuhnya yang selama ini mengasuh dirinya sejak kecil.
"Angel, ponsel milikmu masih berapa persen?" tanya Arsene ketika melihat Angel mengambil ponselnya dari dalam tasnya.
"Masih banyak delapan puluh sembilan persen," jawab Angel sambil mencari nomer kontak Alona.
"Aku pinjam, aku mau hubungi Daddy karena ponselku lowbat," ucap Arsene.
"Sebentar aku mau hubungi Mommy angkatku dulu," ucap Angel sambil membuka tasnya kembali dengan menggunakan tangan kanannya karena tangan kirinya memegang ponsel untuk menekan tombol memanggil.
"Ok," jawab Arsene singkat.
"Aku bawa power bank, pakai ini saja Kak," ucap Angel sambil memberikan power bank ke Arsene.
"Terima kasih," jawab Arsene.
"Sama-sama," jawab Angel sambil menunggu panggilan keluar.
('Hallo Angel, maaf Mommy tadi habis mengobrol dengan Oma Katarina,' ucap Alona).
('Tidak apa-apa Mommy, Mommy waktu itu Mommy bilang kalau ada apa-apa hubungi Mommy dan Mommy juga bisa program IT,' ucap Angel).
__ADS_1
('Benar, memang ada apa?' tanya Alona dengan wajah bingung karena tidak seperti biasanya Alona seperti itu).
('Mobil kami diikuti, bisakah Mommy mengecek ada berapa orang di dalam mobil yang mengikuti Angel?' tanya Angel penuh harap).