
Arsene hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian Angel melepaskan pelukannya dan menatap wajah tampan Arsene.
"Pakailah jubah handuk karena aku tidak ingin Kak Arsene sakit," ucap Angel dengan nada lembut sambil membalikkan badannya.
"Kenapa kamu keluar dari kamar mandi?" tanya Arsene yang tidak bisa jauh dari Angel.
"Jika kita berdua di ruangan ini yang ada aku tidak bisa menolak permintaan Kak Arsene," jawab Angel dengan jujur sambil melanjutkan langkahnya.
Arsene hanya diam tapi hatinya sangat bahagia mendengar ucapan Angel kemudian Arsene melanjutkan melepaskan kancing kemejanya satu persatu hingga akhirnya tubuh polos tanpa sehelai benangpun.
Arsene mengambil jubah handuk kemudian memakainya setelah selesai Arsene keluar dari kamar mandi dan melihat Angel sedang menyisir rambut.
"Kakak akan menyisir rambutmu yang panjang," ucap Arsene sambil berjalan ke arah Angel kemudian mengambil sisir.
Angel hanya menganggukkan kepalanya kemudian Arsene dengan penuh kesabaran menyisir rambut Angel yang keriting.
"Kalau kita nanti menikah, anak kita rambutnya mirip aku atau kamu ya?" tanya Arsene.
"Kalau aku berharap rambut anak kita mirip Kak Arsene," jawab Angel.
"Memangnya kenapa? Rambutmu bagus dan banyak wanita sampai pergi ke salon agar rambutnya keriting," ucap Arsene.
"Kalau menyisir rambut keriting tidak bisa cepat-cepat karena rambutnya kusut pasti sakit ketika di sisir," jawab Angel.
"Tapi Kak Arsene sangat suka kalau anak kita nantinya keriting seperti Mommynya," ucap Arsene yang masih menyisir rambut Angel.
Angel tersenyum bahagia mendengar ucapan Arsene, dirinya merasa seperti pasangan suami istri yang saling mencintai. Terlebih Arsene bicara tentang anak kita membuat Angel sangat berharap agar Arsene segera sembuh dan secepatnya menikah.
__ADS_1
"Sudah selesai, calon istriku sangat cantik," puji Arsene sambil meletakkan sisir di meja rias.
"Terima kasih Kak," jawab Angel sambil turun dari kursi rias.
"Sama-sama," jawab Arsene.
Angel berdiri kemudian membalikkan badannya menatap wajah tampan Arsene.
"Kak Arsene sangat tampan pasti banyak wanita yang tergila-gila dengan kak Arsene," ucap Angel sambil mengulurkan tangannya ke arah wajah Arsene.
Grep
"Kakak tahu tapi hanya satu yang Kak Arsene pilih," jawab Arsene sambil menggenggam tangan Angel.
"Siapa?" tanya Angel sambil menatap mata Arsene.
Angel melihat tidak ada kebohongan di matanya membuat Angel tersenyum bahagia. Angel menarik tangannya kemudian berjalan ke arah ranjang lalu duduk di sisi ranjang begitu pula dengan Arsene.
"Kita tidur bersama yuk," ajak Arsene sambil menarik dagu Angel agar menatap dirinya.
"Tapi ..." ucapan Angel terpotong oleh Arsene.
"Aku janji tidak akan melakukan apa-apa kecuali kamu yang meminta maka Kakak tidak akan pernah menolak permintaanmu," ucap Arsene.
Bugh
"Kak Arsene kenapa jadi sering mesum sih," omel Angel sambil memukul bahu Arsene.
__ADS_1
"Jujur hanya sama kamu saja Kakak mesumnya," jawab Arsene jujur.
"Memangnya dulu tidak?" tanya Angel sambil menatap tajam ke arah Arsene.
"Kalau ingin tahu, Kakak akan katakan semua yang ingin kamu tahu asalkan kita tidur bersama," jawab Arsene.
"Tapi janji Kak Arsene tidak macam-macam?" tanya Angel.
"Janji kecuali kamu yang minta Kakak akan lakukan," jawab Arsene.
Angel menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang begitu pula dengan Arsene.
Grep
Arsene memeluk tubuh mungil Angel membuat Angel membalas pelukan Arsene. Angel meletakkan kepalanya di bahu Arsene sambil menatap wajah tampan Arsene dari jarak dekat.
"Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Arsene sambil menatap wajah cantik Angel dari jarak dekat.
"Kata Kak Arsene barusan kalau di antara wanita cantik hanya aku yang Kakak cintai untuk selama-lamanya, benar bukan?" tanya Angel.
"Benar," jawab Arsene singkat.
"Maaf tapi Kak Arsene janji tidak marah jika aku bertanya," ucap Angel agak ragu.
"Janji, katakanlah," ucap Arsene.
"Jika seandainya istri Kakak ternyata masih hidup, mana yang kakak pilih? Aku atau Istri Kakak?" tanya Angel sambil menatap mata Arsene.
__ADS_1