
"Apakah kita di dalam mobil atau melawan mereka?" tanya Angel.
" Tentu saja melawan mereka, jawab Arsene sambil bersiap membuka pintu mobil.
"Tunggu sebentar," ucap Angel sambil membuka tasnya kemudian Angel mengambil besi ukuran kecil lebih kecil dari telapak tangannya. Angel menarik perlahan tuas tersebut hingga akhirnya berubah tongkat panjang.
"Pakai tongkat ini Kak," ucap Angel sambil memberikan tongkat ke Arsene.
"Terima kasih," jawab Arsene sambil menerima tongkat tersebut.
"Sama - sama Kak, oh ya Paman - paman mau pakai tongkat juga?" tanya Angel sambil mengambil lagi besi kecil.
"Kalau ada Nona," jawab ke dua bodyguard tersebut secara bersamaan.
Angel menarik tuas hingga membentuk tongkat kemudian diberikan ke bodyguard yang merangkap sebagai sopir.
"Terima kasih Nona," jawab bodyguard tersebut sambil menerima tongkat panjang tersebut.
"Sama-sama Paman," jawab Angel sambil mengambil lagi besi kecil tersebut kemudian menariknya hingga membentuk tongkat dan diberikan ke bodyguard.
"Terima kasih Nona," jawab bodyguard tersebut sambil menerima tongkat panjang tersebut.
"Sama-sama Paman," jawab Angel.
__ADS_1
"Kamu duduklah di sini biar Kakak dan ke dua bodyguard Kakak melawan mereka," ucap Arsene yang tidak ingin Angel terluka sambil membuka pintu mobil begitu pula dengan ke dua bodyguard milik Tuan Albert Hall.
" Baik Kak," Jawab Angel.
Angel melihat Arsene dan ke dua bodyguard berkelahi dengan para musuhnya.
"Maaf kak Aku tidak bisa menuruti permintaan Kakak karena mereka terlalu banyak dan aku tidak ingin Kak Arsene terluka," ucap Angel sambil membuka tasnya kemudian mengambil besi ukuran kecil lebih kecil dari telapak tangannya.
Angel menarik perlahan tuas tersebut hingga akhirnya berubah tongkat panjang kemudian Angel membuka pintu mobil untuk membantu Arsene dan ke dua bodyguard milik Tuan Albert Hall.
Perkelahian yang tidak seimbang di mana empat orang melawan tiga puluh dua orang secara bergantian membuat Angel, Arsene dan ke dua bodyguard mulai terdesak tapi mereka berempat berusaha untuk bertahan sambil menunggu bantuan datang.
Tanpa sepengetahuan mereka kalau salah satu penembak jitu mengarahkan senjatanya ke salah satu anak kembar Alona dengan Edward.
Dor
"Akhhhhhhhh.." teriak anak pertama Alona dengan Edward.
"Edwind!!" panggil Alona dengan terkejut sambil berlari ke arah Edwind.
Grep
__ADS_1
Alona memeluk tubuh Edwind kemudian menggendongnya.
"Tante Katarina aku titip Edmund dan Adara," ucap Alona.
"Ok," jawab Katarina sambil pandangannya mencari keberadaan penembak jitu.
Jleb
"Akhhhhhhhh.." teriak penembak jitu ketika terkena kartu domino milik Katarina.
"Edmund dan Adara jaga Mommy kalian sampai masuk ke dalam mobil," pinta Katarina.
"Baik Oma," jawab Edmund dan Adara bersamaan.
Alona berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah mobil sedangkan Edmund dan Adara sesekali melempar kartu domino ketika ada orang yang ingin menyerang Alona hingga Alona masuk ke dalam mobil dan pergi menuju ke rumah sakit.
Selang satu menit datang Alex, Asher dan Axel mereka langsung membantu Arsene dan yang lainnya. Di susul datang keluarga besar Alexander di mana ikut membantu keluarga besar Hall.
"Lihat ke dua anak itu kenapa mirip dengan kak Edward?" tanya Jordan adik sepupunya Edward anak dari pasangan Jimmy dengan Jessica.
"Iya benar, Kak Edward," panggil Leo adik sepupunya anak dari pasangan Lemos dengan Soraya.
"Ada apa?" tanya Edward yang masih memukul dan menghindar begitu pula dengan adik - adik sepupunya.
__ADS_1
"Kok ke dua anak itu mirip dengan kak Edward," ucap Jordan dan Leo bersamaan yang kebetulan posisi mereka dekat dengan ke dua anak Alona dengan Edward.