Menikahi Pria Gangguan Jiwa

Menikahi Pria Gangguan Jiwa
Malam Pertama


__ADS_3

"Mommy meninggal," jawab Edward dengan nada lirih dan tubuhnya gemetar.


Grep


Alona langsung memeluk tubuh suaminya agar suaminya tenang dan Edward pun membalas pelukan istrinya sedangkan Eden dan Dela hanya menutup mulutnya dengan ke dua tangannya seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Mommy meninggal di ruang operasi dan sekarang dokter menunggu kedatangan kita secepat mungkin.


"Memangnya ada apa?" tanya Delon penasaran.


"Tidak tahu Dad, katanya kita harus secepatnya ke rumah sakit dan dokter menunggu kita di ruang operasi," jawab Edward sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Alona.


"Kalau begitu kita ke rumah sakit sekarang," ucap Delon.


"Baik Dad / Opa," jawab Edward, Alona, Eden dan Dela bersamaan.


Ke lima orang tersebut masuk ke dalam mobil , karena Edward sangat sedih membuat Delon mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit.


Delon menghubungi Daddy Nathan untuk memberitahu kan kalau Delisa sudah meninggal di rumah sakit.


'Semoga kamu tenang di sana walau aku tidak yakin karena dosa mu sudah terlalu banyak terlebih apa yang telah kamu lakukan pada Alona,' ucap Delon dalam hati.

__ADS_1


Delon tidak mungkin mengatakan di depan ke dua anak kembarnya yang sedang bersedih begitu pula dengan cucunya yang bernama Dela.


Dua belas menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit dan mereka berjalan ke arah ruang operasi. Ternyata dokter mengatakan kalau Delisa menulis surat wasiat untuk mengambil ke dua bola matanya untuk Dela


Mereka sangat terkejut terlebih Dela membuat Dela merasa bersalah dengan Delisa karena sempat membenci Delisa.


skip


Kini mereka menunggu Dela yang berada di ruang operasi dengan perasaan campur aduk dan berharap operasi berjalan dengan lancar sedangkan di tempat yang berbeda tepatnya di kamar pengantin Angel dan Arsene.


"Sayang, sini aku bantu melepaskan aksesoris yang menempel di atas kepalamu," ucap Arsene menawarkan dirinya.


Angel hanya menganggukkan kepalanya kemudian Angel duduk di kursi meja rias sambil melepaskan satu persatu aksesoris yang menempel di kepalanya dengan di bantu oleh Arsene.


Glek


Arsene menelan saliva nya dengan kasar ketika melihat punggung mulus istrinya sedangkan Angel menahan gaun pengantin agar tidak jatuh ke lantai.


"Aku ingin mandi dulu kak," ucap Angel sambil berjalan ke arah kamar mandi.


"Bagaimana kalau mandinya nanti saja karena kakak ingin melakukan hubungan suami istri sekarang," ucap Arsene dengan suara mulai berat

__ADS_1


"Tubuhku sangat lengket Kak, jadi nanti saja ya," ucap Angel sambil membuka pintu kamar mandi.


"Baiklah Kakak tunggu," jawab Arsene.


Angel menganggukkan kepalanya kemudian masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Arsene melepaskan satu persatu pakaiannya hingga menyisakan celana boxer miliknya.


Ceklek


Lima belas menit kemudian Angel membuka pintu kamar mandi dengan memakai jubah handuk kemudian Angel melihat suaminya sedang duduk di sisi ranjang sambil menatap Angel membuat Angel membulatkan matanya dengan sempurna ketika melihat suaminya hanya memakai celana boxer.


"Kak Arsene kenapa memakai celana boxer?" tanya Angel dengan nada setengah protes sambil memalingkan wajahnya ke arah samping.


"Memang kenapa? Bukankah kita sudah menikah jadi kenapa mesti malu?" tanya Arsene sambil turun dari ranjang.


"Memang benar kita sudah menikah, tapi tetap saja aku malu," jawab Angel.


Arsene hanya tersenyum kemudian berjalan ke arah kamar mandi namun ketika sampai di depan pintu kamar mandi Arsene menghentikan langkahnya.


"Kakak ingin merasakan malam pertama dengan istriku jadi Kakak harap kamu tidak tidur," ucap Arsene.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2