
Edward mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit dengan diikuti oleh keluarga besar Alexander.
"Selama ini kalian tinggal di mana?" tanya Edward.
"Tinggal di mansion Dad, tidak jauh dari kota ini," jawab Edmund.
"Mommy bilang apa saja tentang Daddy?" tanya Edward penasaran.
"Mommy bilang kalau Daddy pergi jauh untuk mengurus perusahaan karena itulah tidak sempat datang menemui kami," jawab Edmund.
"Mommy juga bilang, kalau Daddy sangat menyayangi kami karena itulah Daddy pergi berkerja dengan sangat lama agar bisa membahagiakan kami," sambung Adara.
Edward hanya diam namun dalam hatinya semakin bertambah bersalah karena telah menyia-nyiakan wanita sebaik Alona.
("Aku akan bertanya sama Alona kenapa Alona menyembunyikan diri dan mengatakan kalau dirinya meninggal karena pesawat yang ditumpanginya meledak dan jatuh di laut," ucap Edward dalam hati).
"Arsene, apakah kamu tahu kalau Alona masih hidup?" tanya Edward setelah beberapa saat terdiam.
"Aku tidak tahu karena aku belum pernah bertemu dengan Alona," jawab Arsene apa adanya.
"Aku pikir kamu tahu," jawab Edward.
"Aku tidak tahu kecuali Angel calon istriku kenal dengan Alona, ucap Arsene.
"Calon istri?" tanya Edward mengulangi perkataan Arsene.
"Iya, calon istriku sebentar lagi kami akan menikah," jawab Arsene sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Selamat, oh ya Angel kenal istriku di mana?" tanya Edward penasaran.
"Di panti asuhan, waktu itu aku tidak sadarkan diri dan bangun - bangun sudah ada di panti asuhan," jawab Angel.
"Berarti selama ini Alona tinggal di panti asuhan?" tanya Edward.
"Sebenarnya tidak, Mommy Alona berkerja untuk mengurus anak-anak panti asuhan tanpa menerima bayaran sepeserpun bahkan Mommy Alona sebagai donatur tetap di panti asuhan,'' jawab Angel.
"Mommy Alona?" tanya Edward mengulangi perkataannya.
"Anak - anak panti asuhan memanggilnya dengan sebutan Mommy Alona begitu pula dengan ku yang tinggal di panti asuhan," jawab Angel.
"Apakah Alona pernah menyebut namaku atau cerita tentang diriku?" tanya Edward penasaran.
"Mommy Alona sering menceritakan tentang suaminya yang bernama Daddy Edward sebagai suami yang baik dan sayang sama istrinya. Mommy Alona juga cerita diam - diam meretas cctv untuk melihat apa yang dilakukan oleh Daddy Edward untuk mengobati kerinduan," jawab Angel.
"Kalau hal itu Mommy Alona tidak pernah cerita kenapa tidak menemui Daddy Edward. Maaf kalau aku memanggil tuan dengan sebutan Daddy Edward," ucap Angel yang baru sadar melakukan kesalahan.
"Tidak apa-apa santai saja," jawab Edward.
Dua puluh dua menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit bersamaan jantung Edward berdetak kencang karena dirinya sebentar lagi akan bertemu dengan istri yang selama ini sangat dirindukannya.
Deg
Deg
Jantung Edward berdetak kencang ketika melihat Alona sedang menatap ke arah pintu operasi tanpa memperdulikan suara langkah kaki menuju ke arah dirinya.
__ADS_1
"Alona," panggil Edward.
Deg
Deg
Jantung Alona berdetak kencang mendengar suara yang sangat familiar di telinganya membuat Alona memalingkan wajahnya ke arah Edward.
"Kak Edward," panggil Alona sambil turun dari kursi.
Grep
"Alona, kamu masih hidup?" tanya Edward sambil memeluk tubuh istrinya dengan erat.
"Kak Edward aku tidak bisa bernafas," ucap Alona.
"Maaf, kakak sangat senang kamu ternyata masih hidup," jawab Edward sambil mengurangi pelukannya.
ceklek
Ketika Alona ingin berbicara bersamaan pintu operasi terbuka membuat mereka berjalan ke arah pintu tersebut.
"Bagaimana keadaan putraku Dok?" tanya Alona dengan wajah kuatir.
"Kok putramu? Putra kami dok," ucap Edward meralat perkataan Alona.
Alex, Asher dan Axel Eden Delia Alexander
__ADS_1
Edwind, Edmund dan Adara