
Grep
Delon langsung memeluk tubuh gadis tersebut setelah berdiri dengan tegak Delon melepaskan pelukannya.
"Terima kasih," ucap gadis cantik tersebut sambil tersenyum manis.
Delon hanya diam saja tanpa mengeluarkan suara sedikitpun apalagi membalas senyuman gadis tersebut. Delon melanjutkan langkahnya meninggalkan gadis cantik tersebut.
"Haish ... Dasar somse," ucap gadis cantik tersebut
Delon yang mempunyai pendengaran yang tajam menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya menatap tajam ke arah gadis cantik tersebut.
"Coba ulangi sekali lagi," ucap Delon dengan nada dingin.
"Paman somse," ucap gadis tersebut.
Usia gadis tersebut seumuran dengan ke dua anak kembarnya Edward dan Eden yaitu dua puluh tahun sedangkan Delon berumur empat puluh tahun karena itulah gadis cantik tersebut memanggilnya dengan sebutan Paman.
"Apa itu somse?" tanya Delon penasaran.
"Pikir saja sendiri," jawab gadis tersebut dengan cuek.
Selesai mengatakan hal itu gadis cantik tersebut pergi meninggalkan Delon sedangkan Delon hanya tersenyum tipis kemudian membalikkan badannya dan melanjutkan langkahnya menuju ke arah toilet.
__ADS_1
xxxxxxxx
Di tempat yang sama hanya berbeda tepatnya di ruang perawatan Delisa berbaring di ranjang dengan tubuh dibalut perban.
Mommy Maya, Daddy Nathan, Jimmy, Jessica, Lemos, Soraya, Sela, Presdir Axel, Seli, Presdir Albert, Edward, Alona, Eden dan Dela menatap Delisa dengan perasaan iba.
Perlahan Delisa membuka matanya kemudian menatap sekelilingnya hingga matanya menatap ke arah Alona dengan tatapan kebencian.
Delisa yang ingin memaki Alona tidak bisa mengeluarkan suaranya sedangkan Alona yang mendapatkan tatapan terkejut kemudian berubah menjadi tatapan tajam dan penuh kebencian membuat Alona hanya bisa menundukkan wajahnya.
Mommy Maya, Daddy Nathan, Jimmy, Jessica, Lemos, Soraya, Sela, Presdir Axel, Seli, Presdir Albert dan Edward yang awalnya merasa kasihan dengan Delisa kini rasa kasihan berubah menjadi kecewa karena ternyata Delisa tidak berubah.
"Aku pikir Mommy akan berubah dengan apa yang telah terjadi tapi ternyata Edward salah," ucap Edward dengan tatapan penuh kecewa.
("Si*l kenapa aku terkena stroke dan lumpuh? Kenapa wanita itu masih hidup? Seandainya aku tidak mengalami hal ini aku bisa menyiksa wanita mura*an itu," ucap Delisa dalam hati sambil masih menatap tajam ke arah Alona).
"Sayang, lebih kita pergi dari sini," ucap Edward sambil menarik tubuh Alona.
"Tapi Mommy..." ucapan Alona terpotong oleh Edward.
"Tidak usah dipedulikan karena Mommy masih membencimu," jawab Edward.
"Aku juga pergi," ucap Jimmy sambil menarik tangan istrinya yang bernama Jessica.
__ADS_1
"Aku juga," sambung Lemos sambil ikut menarik tangan istrinya yang bernama Soraya.
"Aku juga," sambung Sela dan Seli bersamaan sambil menarik tangan suaminya masing-masing.
"Delisa, Mommy sangat kecewa denganmu karena kamu sudah seperti ini tidak juga berubah," ucap Mommy Maya sambil berjalan meninggalkan ruang perawatan.
"Daddy pikir, kamu akan berubah ketika kamu mengalami lumpuh dan stroke tapi ternyata kamu masih jahat. Mulai sekarang dan seterusnya keluarga besar ku tidak akan memperdulikan mu walau kamu sekarat sekalipun," sambung Daddy Nathan.
Selesai mengatakan hal itu Daddy Nathan pergi meninggalkan ruang perawatan menyusul istrinya yang bernama Mommy Maya.
Delisa hanya bisa menatap kepergian mereka satu persatu dengan penuh kebencian. Setelah mereka pergi Delisa menatap ke arah putri kesayangannya yang bernama Eden dan cucu kesayangan nya yang bernama Dela.
Delisa yang awalnya menatap keluarga besar Alexander dengan penuh kebencian tiba-tiba mendadak berubah tatapannya menjadi tatapan sendu menatap ke arah Eden dan Dela.
("Jangan tinggalkan Mommy karena Mommy tidak mau sendirian di Rumah Sakit," mohon Mommy dalam hati).
Delisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap Delisa dengan tatapan sedih.
"Mommy," panggil Delisa.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1