Menikahi Pria Gangguan Jiwa

Menikahi Pria Gangguan Jiwa
Gadis


__ADS_3

"Dia ternyata sama seperti wanita di luaran sana," jawab Delon.


"Apa itu?" tanya Mommy Maya pura-pura tidak tahu.


"Pasti Mommy sudah tahu, Delisa itu sama seperti wanita di luaran sana melakukan segala cara agar mendapatkan apa yang diinginkan termasuk menjebak ku agar aku mau bertanggung jawab untuk menikah dengan Delisa," jawab Delon.


"Sebenarnya Mommy dan daddy tidak setuju kalian menikah tapi karena kalian melakukan hubungan suami istri membuat kami terpaksa mau menerima Delisa," ucap mommy Maya.


"Jujur ketika daddy pertama kali melihat Delisa, Daddy sudah tidak suka tapi karena waktu itu melihat Delisa pulang sendirian membuat kami tidak tega karena Daddy dan Mommy mempunyai dua anak perempuan karena itulah meminta mu untuk mengantar Delisa tapi ternyata keputusan kami salah," sambung Daddy Nathan yang sejak tadi diam dengan perasaan bersalah.


"Mommy tidak menyangka kalau Delisa bisa melakukan hal kotor itu," sambung mommy Maya.


"Ini pelajaran buatmu, untuk lebih berhati-hati mengenal wanita," ucap Daddy Nathan.


"Sepertinya Delon trauma Dad, untuk dekat lagi dengan wanita," ucap Delon.


"Jadi maksudmu kamu tidak akan menikah lagi?" tanya Mommy Maya dengan wajah terkejut.


"Kemungkinan seperti itu Mom," jawab Delon.


Ketika mommy Maya ingin mengeluarkan suaranya pelayan restoran datang ke arah mereka sambil membawa nampan yang berisi pesanan mereka.


Mommy Maya, Daddy Nathan dan Delon mulai meminum pesanan mereka hingga lima menit kemudian ponsel milik Delon berdering. Delon mengambil ponselnya dari saku jasnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.


"Edward," ucap Delon sambil menggeser tombol berwarna hijau.


("Daddy ada di mana?" tanya Edward).


("Daddy ada di kantin sama Oma dan Opa, ada apa Edward?" tanya Delon balik bertanya)

__ADS_1


("Mommy sudah selesai di operasi dan sekarang sudah dipindahkan ke ruang perawatan tapi ...," ucap Edward menggantungkan kalimatnya).


("Tapi apa Edward?" tanya Delon penasaran).


("Mommy mengalami kelumpuhan dan sekaligus mengalami stroke jadi tidak bisa bicara," ucap Edward).


("Baik, Daddy akan ke sana," ucap Delon).


("Baik Dad," jawab Edward).


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Delon memasukkan ponselnya di saku jasnya.


"Delisa mengalami kelumpuhan dan juga stroke," ucap Delon memberitahu kan ke dua orang tuanya sambil mengambil gelas yang berisi kopi hitam.


"Jangan begitu Dad," ucap Mommy Maya.


"Daddy tidak tahu di antara lima menantu kita hanya Delisa yang tidak Daddy suka dan jujur Daddy sangat suka melihat penderitaan Delisa," ucap Daddy Nathan.


("Sedangkan di antara para cucu yang tidak Daddy suka adalah Eden karena Eden mengikuti sifat Ibunya," sambung Daddy Nathan).


Daddy Nathan tidak mungkin mengatakannya karena bagaimanapun Eden adalah putrinya Delon. Seburuk apapun Eden tetaplah putri kandungnya Delon yang disayanginya begitu pula dengan Edward putra kandungnya.


Mommy Maya hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Dirinya tahu akan sifat suaminya jika memang tidak suka atau membenci seseorang susah untuk memaafkannya berbeda dengan Mommy Maya.


"Jessica dan Soraya mempunyai hati seperti malaikat seperti mommy karena itulah kenapa Daddy menyayangi ke dua menantu kita seperti kita menyayangi ke dua putri kita Sela dan Seli yang mempunyai hati seperti malaikat juga," ucap Daddy Nathan.


"Daddy harap, suatu saat nanti kamu juga menemukan seorang wanita seperti Mommy, atau seperti Jessica atau seperti Soraya atau seperti ke dua adik kembarnya Sela dan Seli. Agar bisa merubah sifat ke dua anak kembar mu ke arah yang lebih baik," sambung Daddy Nathan penuh harap.

__ADS_1


"Delon akui kalau Delon telah gagal mendidik ke dua anak kembar Delon," ucap Delon yang tidak marah atau sakit hati akan perkataan Daddy Nathan.


"Tidak ada kata terlambat asalkan kamu mau merubah ke dua anak kembar mu," ucap mommy Maya dengan nada lembut.


"Iya Mom," jawab Delon.


"Sekarang kita ke ruang perawatan," ajak Mommy Maya setelah selesai menghabiskan minumannya begitu pula dengan Daddy Nathan dan Delon.


"Ok," jawab Daddy Nathan dan Delon bersamaan.


Delon melambaikan tangan nya dan tidak berapa lama datang seorang pelayan. Delon mengambil beberapa lembar uang kemudian diberikan ke arah pelayan tersebut.


"Kembaliannya ambil saja," ucap Delon.


"Terima kasih banyak tuan, semoga tuan selalu bahagia," ucap pelayan tersebut.


"Amin," jawab ke tiganya serempak.


Mommy Maya, Daddy Nathan dan Delon turun dari kursi dan berjalan ke arah ruang perawatan.


"Mommy dan Daddy, Delon ke toilet sebentar ya," ucap Delon.


"Ok," jawab Mommy Maya dan Daddy Nathan bersamaan.


Delon berjalan dengan santai menuju ke arah toilet dan tiba-tiba seseorang tidak sengaja menabrak dirinya.


Bruk


"Akhhhhhhhh..." teriak gadis tersebut.

__ADS_1


__ADS_2