
"Mommy, maafkan Edward yang sempat marah karena jujur Edward sangat kecewa dengan sikap Mommy yang tidak pernah menyadari akan kesalahannya," ucap Edward lirih.
Walau sekesal apapun Edward terhadap Delisa namun bagaimana pun Delisa adalah Ibunya yang melahirkan dirinya.
("Semoga dengan kejadian begini mantan istriku menyadari akan kesalahannya jika diberi kesempatan untuk hidup," ucap Delon dalam hati).
("Walau dirimu menyadari akan semua kesalahan mu tapi maaf kita tidak akan bisa bersama lagi seperti dulu karena hatiku sudah tertutup untukmu," sambung Delon dalam hati).
Tidak berapa lama datang ke dua orang tua Delon siapa lagi kalau bukan mommy Maya dan Daddy Nathan. Dua menit kemudian datang ke empat adik kembar nya Delon bersama pasangan masing-masing.
"Apakah sudah ada kabar?" tanya Soraya dengan wajah kuatir.
Sekesal apapun Soraya terhadap kakak ipar nya sekaligus sahabatnya namun Soraya yang mempunyai hati yang baik seperti malaikat kuatir dengan kondisi Delisa.
"Belum ada kabar," jawab Delon.
Tidak berapa lama pintu ruang ugd di buka dengan lebar oleh dua perawat kemudian mendorong brangkar di mana Delisa berbaring dengan tangannya di infus dan mulutnya menggunakan oksigen. Seorang dokter berjalan mengikuti brangkar tersebut membuat Edward mendekati dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan Mommy ku Dok?" tanya Edward.
__ADS_1
"Kami akan melakukan operasi," jawab dokter tersebut.
Edward hanya menganggukkan kepalanya sedangkan dokter tersebut mengikuti langkah ke dua perawat tersebut menuju ke ruang operasi.
"Delon, Mommy dan Daddy ingin bicara denganmu," ucap Mommy Maya.
"Baik Mom," jawab Delon patuh.
"Untuk yang lainnya tunggulah di ruang tunggu operasi," ucap Daddy Nathan.
"Baik Dad / Opa," jawab Jimmy, Jessica, Lemos, Soraya, Sela, Presdir Axel, Seli, Presdir Albert, Edward dan Eden bersamaan.
Kini Daddy Nathan, Mommy Maya dan Delon berada di ruang kantin sambil menunggu pesanan minuman mereka Mommy Maya menatap ke arah Delon.
"Delon, Mommy hanya ingin tahu dan kamu jawab dengan jujur," ucap Mommy Maya tanpa basa basi.
"Apa itu Mom?" tanya Delon penasaran.
"Apakah kamu masih mencintai Delisa?" tanya Mommy Maya sambil menatap mata Delon.
__ADS_1
"Perasaan itu sudah tidak ada lagi Mom karena Delon sudah sangat kecewa dengan Delisa," jawab Delon dengan tegas.
Mommy Maya menatap mata Delon dan tidak ada kebohongan di matanya.
"Jika seandainya Delisa membutuhkan perawatan seperti yang terjadi pada Eden dan Dela, apakah kamu akan merawatnya?" tanya Mommy Maya.
"Tidak Mom, jika itu terjadi Delon akan menyewa perawat," jawab Delon.
"Kalau Mommy ingin tahu, sebenarnya dulu kamu mencintai Delisa atau karena merasa bertanggung jawab karena telah melakukan hubungan suami istri?" tanya Mommy Maya penasaran.
"Jujur, dulu Delon ada perasaan suka dengan Delisa karena Delisa teman baik Soraya. Hingga kejadian itu terjadi Delon harus bertanggung jawab untuk menikah dengan Delisa.
"Namun ketika mengetahui Delisa melakukan trik kotor membuat perasaan suka Delon pada Delisa langsung hilang di tambah ketika mengetahui kalau ternyata Delisa menyukai Delon karena Delon kaya," ucap Delon.
"Dari mana kamu tahu kalau Delisa menyukaimu karena kaya?" tanya Mommy Maya.
"Ketika kami bercerai Delisa meminta mansion dan banyak aset milikku," jawab Delon.
"Tapi di antara semua itu ada yang membuat Delon sangat kecewa dengan Delisa," sambung Delon.
__ADS_1
"Apa itu?" tanya Mommy Maya penasaran.