Menikahi Pria Gangguan Jiwa

Menikahi Pria Gangguan Jiwa
Masa Lalu


__ADS_3

"Apa?" teriak mereka serempak kecuali Angel dan Arsene.


"Coba ceritakan lebih detail," pinta Daddy Nathan.


Arsene menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi dengan di bantu Angel yang ikut bicara membuat mereka sangat terkejut dan sekaligus menahan amarahnya terhadap ke dua wanita yang tidak punya rasa malu.


"Itulah yang terjadi," ucap Arsene mengakhiri ceritanya.


"Mereka berdua benar-benar keterlaluan," ucap Mommy Maya sambil menahan amarahnya.


"Kakak tahu kamu sangat marah terhadap adik kembarku karena kesalahannya sangat fatal tapi bagaimana dengan Dela? Dela mengalami buta sedangkan Delia lumpuh." ucap Edward menjelaskan.


"Kamu boleh membenci Delisa dan Delia karena telah mempunyai rencana jahat tapi Dela putri kandung mu, dia tidak bersalah," sambung Mommy Maya.


"Sebenarnya Dela bukan putri kandungku tapi anak dari suami pertamanya," jawab Arsene yang akhirnya terpaksa membuka rahasia masa lalu Eden.


"Apa??" teriak mereka bersamaan kecuali Arsene dan Angel.

__ADS_1


"Coba ceritakan lebih detail," pinta Edward.


"Waktu itu Mommy Delisa berlutut kalau putrinya ingin bunuh diri kalau aku tidak menikah dengan nya. Aku yang tidak tega akhirnya menikah dengan Delia tanpa tahu kalau Delia sudah hamil hingga tiga bulan kemudian perut Delia semakin membesar membuatku curiga karena aku tidak pernah menyentuhnya," ucap Arsene menceritakan tentang masa lalu pernikahan dengan Eden.


"Aku memaksa Delia untuk jujur dan akhirnya Delia mengakui kalau sebenarnya dirinya sudah hamil sebelum menikah denganku. Aku yang masih menghormati keluarga besar Alexander akhirnya menerima kehamilan Delia hingga Delia melahirkan putrinya dan menyayangi nya sebagai putri kandungku," sambung Arsene.


Semuanya langsung terdiam terlebih Edward, dirinya yang awalnya ingin agar Arsene mau memaafkan adik kembarnya dan mempertahankan pernikahan nya kini tidak bisa berbuat apa-apa. Ibunya dan adik kembarnya sudah membuat Arsene menderita membuat Edward tidak ada niat untuk membantu adik kembarnya.


"Sekarang kamu sudah tahu kalau adikku masih hidup kalau begitu urus saja perceraian kalian lalu menikahlah dengan pilihanmu karena kamu berhak untuk bahagia," ucap Edward.


"Baik Kak, aku akan mengurus surat perceraian kami agar aku bisa menikah dengan Angel," ucap Arsene.


"Silahkan," jawab mereka serempak.


Arsene memeluk Angel dari arah samping kemudian berjalan meninggalkan tempat tersebut untuk mengurus surat perceraian.


Tiga Bulan Kemudian

__ADS_1


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya dan kini Arsene sudah benar-benar sembuh serta sudah mengurus surat perceraian dengan Eden tinggal menunggu tanda tangan Eden.


Kini Arsene bersama Edward berada di mansion milik Delisa untuk menemui Delisa, Eden dan Dela sekaligus mengucapkan selamat berpisah karena Arsene sudah mantap untuk menceraikan istrinya.


Ceklek


Edward membuka pintu dan masuk ke dalam dengan diikuti oleh Arsene, Arsene melihat Delisa, Eden dan Dela asyik mengobrol tanpa menyadari kalau Arsene berada di belakang Edward.


"Kak Edward," panggil Eden.


"Ada yang ingin bertemu dengan dirimu," ucap Edward sambil menggeser kan tubuhnya ke arah samping.


"Kak Arsene?" tanya Eden dengan wajah terkejut sekaligus bahagia karena bisa bertemu dengan pria yang dicintainya.


"Apa kabar Delia?" tanya Arsene basa basi.


"Seperti yang Kak Arsene lihat, ke dua kakiku lumpuh dan putri kita buta," ucap Delia dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara kamu Arsene, putriku jadi seperti ini,'' ucap Delisa dengan wajah kesal.


__ADS_2