
''Eden sudah bilang Mom, tapi Eden capek ngomongnya," keluh Eden.
"Besar atau kecil yang penting kan nyaman," ucap Edward.
"Edward, memangnya kamu betah tinggal di rumah kecil ini?" omel Delisa.
"Aduh Mommy, mansion ini tidak terlalu kecil," ucap Edward.
Saat ini Edward, Delisa dan Eden berada di pinggir kolam renang sambil menatap mansion milik Arsene.
"Tapi milik Mommy dua kali lipatnya dari mansion ini," ucap Delisa dengan nada ketus.
"Apa mansion ini kita ledakan saja Mom?" tanya Eden yang tiba-tiba mempunyai ide gi*a.
"Terus kamu dan Arsene mau tinggal di mansion milik Mommy? Enak aja," ucap Delisa menolak ide gi*a Eden.
"Mommy dengerin dulu, mansion ini kan ada asuransi terus Eden dan Dela juga ada asuransi jadi kalau seandainya rumah ini diledakkan kemudian aku dan Dela meninggal akibat ledakkan maka Arsene mendapatkan uang yang sangat banyak," ucap Eden.
"Kalau begitu keenakan Arsene donk, Mommy tidak setuju," ucap Delisa dengan nada tegas.
__ADS_1
"Mommy, Eden belum selesai bicara," ucap Eden.
"Cerita jangan bertele-tele, ceritakan cepat," ucap Delia.
" Tugas Mommy adalah meminta uang asuransi ke Arsene," ucap Eden.
"Kalau Arsene menolak?" tanya Delisa.
"Eden akan bikin surat pernyataan bahwa semua harta milik Eden ataupun Arsene milik Mommy termasuk asuransi," ucap Eden.
"Kalau begitu Mommy setuju," ucap Delisa.
"Mommy, setuju dan kebetulan Mommy punya teman yang bisa merakit bom," ucap Delisa yang mendukung rencana gi*a putrinya.
"Maksudmu, kamu ingin menjadikan mereka sebagai pengganti dirimu yang meninggal? Lalu Mommy setuju dengan rencana Eden?" tanya Edward dengan wajah terkejut.
"Ya iyalah Kak, memang Kakak ingin aku dan ponakan Kakak benar meninggal?" tanya Eden dengan nada santai.
"Tentu saja setuju agar Eden bisa membeli mansion yang lebih besar seperti punya Mommy," jawab Delisa dengan nada santai dan tanpa dosa.
"Kalian berdua ... Akhhhhh ... Kakak tidak mau terlibat," ucap Edward sambil pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Edward sangat terkejut dengan rencana gi*a Eden karena dirinya tidak percaya dan tidak habis pikir kalau Eden dan Delisa sanggup melakukan hal itu.
xxxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxx
"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Arsene dengan wajah terkejut begitu pula dengan yang lainnya.
"Seperti yang dikatakan adikku mansion milikmu di bom hingga hancur berantakan. Dua pelayan dijadikan tumbal dengan wajahnya di rusak agar tidak ketahuan," jawab Edward.
"Apa? Benar-benar gi*a," ucap mereka serempak kecuali Angel karena dirinya orang luar.
"Aku sampai tidak mengenal dan tidak menyangka orang yang di nikahi putraku sekaligus mantan menantuku ternyata perempuan gi*a yang haus akan kekayaan," ucap Mommy Maya sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
''Daddy sangat kaget dan tidak menyangka kalau Delisa sanggup berbuat seperti itu,'' sambung Daddy Nathan.
"Kalau aku boleh memilih, Edward tidak ingin dilahirkan oleh Mommy," ucap Edward dengan perasaan kecewa yang teramat sangat.
"Setelah mansion itu di bom, Mommy mendengar kalau Delisa pergi ke luar negri untuk menghilangkan kesedihannya," ucap Mommy Maya.
"Sebenarnya, Mommy dan Eden pergi keluar negri bersama Dela. Namun dua hari tinggal di luar negri Eden dan Dela mengalami koma akibat kecelakaan beruntun," ucap Edward.
"Ketika aku mengetahui istri dan putriku meninggal membuatku sangat terpukul hingga aku menyalahkan diriku sendiri hingga akhirnya aku menjadi gi*a." ucap Arsene sambil menahan amarahnya terhadap istrinya yang bernama Delia atau Eden dan Ibu mertuanya yang bernama Delisa.
__ADS_1